DEKLARASI – Rusdy Mastura dan Husin Alwi mendeklarasikan struktur tim koalisi Palu Milenial, Jumat 10 Mei 2019. Foto: HAMDI ANWAR/PE
PALU EKSPRES, PALU – Tim Koalisi Palu Milenial (TKPM) mendeklarasikan diri sebagai forum perjuangan generasi muda dalam mendorong Kota Palu menjadi lebih baik dan milenial dimasa datang.
Forum ini digagas beberapa tokoh pemuda termasuk tokoh politik Sulteng, H Rusdy Mastura. Forum ini bertujuan memberi dorongan bagi siapa saja yang berniat mencalonkan diri sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Palu.
Direktur Eksekutif TKPM, Husin Alwi menjelaskan, tim ini bukan hanya sekedar komunitas. Didalamnya bergabung profesional disejumlah bidang ilmu. Menurut dia, TKPM berkomitmen memberi pendampingan penuh bagi siapapun calon wali kota yang memiliki niat baik membangun Palu yang milenial.
“Kita akan dampingi secara profesional. Menyusun peta jalan kebijakan dalam membangun Palu lebih baik,” kata Husin.
Mengingat TKPM diarahkan langsung Rusdy Mastura, maka pihaknya juga lanjut Husin, akan membuat database khusus pemilih militan Rusdy Mastura dalam setiap kontestasi politik Sulteng. Database itu nantinya akan menjadi bahan support bagi calon wali kota yang menurut TKPM mumpuni untuk menjadi sebagai calon wali kota.
“Asalkan dia punya visioner yang Milenial, kita akan support dari segala sisi. Kami akan menjadi garis depan perjuangan tentu dibawah arahan pembina Rusdy Mastura,” sebut Husin Alwi.
Sementara itu Rusdy Mastura, menyebut, TKPM merupakan wadah berjuang bagi generasi milenial di Kota Palu. Pembangunan Kota Palu menurutnya butuh figur milenial yang berfikir ‘out the boks’. “Palu akan mengalami hal yang luar biasa jika pemimpin berani berfikir out the boks. Potensi ini dimiliki banyak milenial di Palu,” ujarnya.
Palu menurutnya butuh perubahan oleh pemimpin yang bisa bergerak cepat. Pemimpin yang mampu menyelesaikan persoalan publik secara luas. “Banyak yang ingin diubah. Minimal pembangunan yang berjalan itu harus sesuai RPJMD,”sebutnya. Dia sendiri mengaku jika mendapat kepercayaan dari partai pengusungnya menjadi Anggota DPR RI, maka ia ingin bergabung di komisi II. Agar bisa melakukan loby loby pemekaran kabupaten ini.
“Ya, ini kalau misalnya H Ahmad Ali berkeinginan mencalonkan diri sebagai Gubernur Sulteng. Maka saya ingin Komisi II agar bisa mendorong pemekaran lagi di Sulteng,” katanya.
Sulteng menurutnya masih bisa menambah 10 pemekaran kabupaten lain. Daerah ini cukup luas untuk pemekaran lagi. “Agar membuka peluang percepatan pembangunan. Kita harus berani berfikir out the boks,”pungkasnya.
(mdi/palu ekspres)






