SERAHKAN SK – Kepala Kanwil Kemenag Sulteng, Dr. H. Rusman Langke menyerahkan SK CPNS kepada salah seorang CPNS yang terangkat pada formasi tahun 2018. Foto: IST.
PALU EKSPRES, PALU – Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Sulteng menyerahkan SK Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) kepada 42 orang CPNS di lingkungan Kemenag Sulteng yang terangkat pada penerimaan CPNS formasi tahun 2018, di aula Kanwil Kemenag Sulteng, Selasa 21 Mei 2019.
Penyerahan SK kepada 42 CPNS tersebut merupakan tahap pertama, dari total 165 orang CPNS yang terangkat pada formasi tahun 2018. Kepala Kanwil Kemenag Sulteng, Dr. H. Rusman Langke menyebutkan penerimaan CPNS tahun 2018 merupakan hal yang baik utamanya terkait pemenuhan kekurangan SDM di lingkungan Kemenag setelah beberapa tahun dimoratorium.
Menurutnya, rekrutmen CPNS tahun 2018 dapat dikatakan terlaksana dengan sangat ketat, transparan, kredibel dan akuntabel, salah satunya karena dilaksanakan dengan sistem daring. Hal itu ditegaskannya meminimalisir aduan-aduan dari masyarakat terkait proses perekrutan CPNS. Meskipun pelaksanaan Computer Assisted Test (CAT) harus digelar di Kabupaten Poso karena Kota Palu saat itu baru saja ditimpa bencana alam.
Salah satu bukti pelaksanaan rekrutmen CPNS yang ketat, transparan, kredibel dan akuntabel tersebut, kata Rusman, adalah dari total 186 kuota formasi yang diberikan ke Kanwil Kemenag Sulteng, hanya 165 yang terpenuhi.
“Alhamdulillah, pada tahap pertama ini yang sudah ada persetujuan BKN dengan adanya NIP ada 42 orang. Semua Provinsi seperti itu, dilakukan secara bertahap,” kata Rusman.
Kepada para ASN di lingkungan Kemenag, Rusman juga mengingatkan agar memiliki wawasan kebangsaan dan pemahaman tentang NKRI yang kuat, sebagai bekal menjalankan kinerja yang baik dalam pengabdian kepada bangsa dan negara.
Selain itu, ia juga menegaskan ASN Kemenag harus memiliki dan menanamkan komitmen yang kuat sebagaimana tertuang dalam 5 budaya kerja Kemenag, yakni integritas, profesional, inovasi, tanggung jawab dan keteladanan.
“Kita di Kemenag harus punya integritas yang baik. Baik itu guru, penyuluh, staf dan lainnya. Kita juga harus punya inovasi dan kreativitas dalam bekerja,” tandas Rusman. (abr/palu ekspres)






