Rabu, 9 September 2026

23 Lembaga Sudah Dibubarkan, Jokowi Ingin Periode Depan Lebih Banyak

Presiden Jokowi menyebutkan, pemerintahannya di periode kedua akan melanjutkan reformasi birokrasi, penyederhanaan proses perizinan maupun kelembagaan. Foto: Jpnn/JPG

PALU EKSPRES, JAKARTA – Sejumlah lembaga pemerintah yang tidak dibutuhkan lagi dalam mendukung roda pemerintahan bakal segera dihapukan. Rencana itu akan dilakukan oleh presiden Joko Widodo alias Jokowi.

“Kita sudah terlalu banyak lembaga sehingga saling tumpang tindih. Jadikan lembaga tidak efisien. Ini tugas kita yang mudah-mudah sulit,” kata Jokowi di Hotel Ritz Carlton, Kuningan, Jakatta Selatan, Minggu (26/5/2019).

Jokowi menyebutkan, pemerintahannya di periode kedua akan melanjutkan reformasi birokrasi, penyederhanaan proses perizinan maupun kelembagaan. Salah caranya dengan mengapus sejumlah lembaga non struktural (LNS) berupa badan maupun komisi. Pembubaran itu tercantum diantaranya dalam Perpres No 176 Tahun 2014.

“Dalam lima tahun kita bubarkan 23 lembaga yang dilihat tidak relevan dengan waktu dan zaman. Ke depan akan lebih banyak lembaga yang memang kita tidak perlukan akan dihapus dan ditiadakan,” jelasnya.

Namun, Presiden ketujuh RI itu belum memerinci lembaga apa saja yang mungkin akan dihapuskan tersebut.

Pada acara itu hadir Ketua DPR Bambang Soesatyo, Ketua DPD Oesman Sapta Odang, Ketum HIPMI Bahlil Lahaladia, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, Mensos Agus Gumiwang, Erick Thohir, hingga Ustaz Yusuf Mansur
Berikut daftar 23 lembaga yang dibubarkan berdasarkan Perpres No 176 Tahun 2014 :

  1. Dewan Penerbangan dan Antariksa Nasional RI
  2. Lembaga Koordinasi dan Pengendalian Pengingkatan Kesejahteraan Sosial Penyandang Cacat
  3. Dewan Buku Nasional
  4. Komisi Hukum Nasional
  5. Badan Kebijakansanaan dan Pengendalian Pembangunan Perumahan dan Pemukiman Nasional
  6. Komite Antar Departemen Bidang Kehutanan
  7. Badan Pengembangan Kawasan Pembangunan Ekonomi Terpadu
  8. Komite Aksi Nasional Penghapusan Bentuk-bentuk Pekerjaan Terburuk untuk Anak
  9. Dewan Pengembangan Kawasan Timur Indonesia
  10. Dewan Gula Indonesia

Perpres Nomor 16 Tahun 2015 :

  1. Badan Pengelolaan Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca Dari Deforestasi, Degradasi Hutan dan Lahan Gambut
    12 Dewan Nasional Perubahan Iklim
    Perpres No 116 Tahun 2016 :
  2. Badan Benih Nasional
  3. Badan Pengendali Bimbingan Massal
  4. Dewan Pemantapan Ketahanan Ekonomi dan Keuangan
  5. Komite Pengarah Pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus, Pulau Batam, Pulau Bintan, Pulau Karimun
  6. Tim Nasional Pembakuan Nama Rupabumi
  7. Dewan Kelautan Indonesia
  8. Dewan Nasional Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas
  9. Badan Koordinasi Penataan Ruang Nasional
  10. Komisi Nasional Pengendalian Zoonosis

Perpres 124 Tahun 2016

  1. Komisi Penanggulangan AIDS Nasional
    Perpres No 21 Tahun 2017 :
  2. Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo

(jpc)

jokowi,
lembaga non struktural,
Efisiensi Lembaga
Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam