CABUT UNDIAN – Kedua kandidat calon wakil gubernur
Rusli Palabi dan Mansur Pasande mengikuti undian pencabutan nomor urut di ruang paripurna DPRD Sulteng, Senin 27 Mei 2019. Foto: Kia/PE
PALU EKSPRES, PALU – Dua suksesor mendiang Sudarto SH akhirnya ditetapkan. Dua nama tersebut, Rusli Baco Dg Palabbi dari PAN dan Andi Mansur Pasande, Ketua DPW PBB Sulteng. Penentuan keduanya dilakukan melalui rapat paripurna DPRD Sulteng yang berlangsung Senin 27 Mei 2019.
Usai ditetapkan, paripurna langsung menggelar pengundian calon. Hasilnya, Mansur Pasande mengantongi nomor urut 2 dan Rusli Palabi nomor urut 1.
Beberapa anggota DPRD Sulteng yang ditemui seusai paripurna mengaku, Rusli mempunyai keunggulan dibanding pesaingnya. Rusli mempunyai modal 3 kursi di DPRD Sulteng, yang kemungkinan akan memilih dirinya. Koleganya Suprapto Dg Situru mengaku, sebagai tim sukses, ia terus bergerilya meyakinkan teman-temannya untuk memilih Palabbi.
Keunggulan lainnya adalah, Palabi mempunyai chemistri yang kuat dengan 44 koleganya di DPRD Sulteng, setelah 5 tahun bersama-sama di DPRD Sulteng.
”Itu keunggulan tersendiri buat beliau. Chemistrynya sudah dapat. Ini tinggal dipermantap lagi,” ungkap Situru kemarin. Politisi PAN yang baru saja terpilih untuk periode ketiganya dari dapil Poso, Touna dan Morowali itu, mengaku akan menghindari politik uang. Ia menjamin dalam proses lobi lobi akan menghindari politik sogok.
Menurutnya, Palabbi tak perlu melakukan pendekatan politik uang, mengingat yang bersangkutan sudah saling mengenal dengan koleganya di DPRD Sulteng. Kaarena itu, pihaknya berupaya mendapat 23 suara untuk melenggang sebagai wakil gubernur terpilih.
Politisi PDIP Sri Indraningsih Lalusu, memberikan bocoran siapa yang bakal dipilihnya. ”Kita pilih yang sudah kita kenal saja,” katanya sambil berlalu dari kerumunan wartawan. Namun pernyataan Lalusu ini, secepatnya dipotong oleh rekannya Ketua DPD PDIP Sulteng Muharam Nurdin. Menurut petahana dari dapil Sigi-Donggala ini, pendapat Sri Lalusu itu adalah opini pribadi. Dan tidak mencerminkan sikap fraksi PDIP. Untuk menentukan kandidat yang dipilih, Fraksi PDIP katanya akan menggelar rapat internal.
Namun keunggulan kompetitif tak hanya dominasi Palabbi. Mansur Pasande, nama yang relatif baru di jagat politik Sulawesi Tengah pun mempunyai modal politik yang memadai. Satu kursi yang dikantongi PBB di DPRD Sulteng jelas tidak cukup. Namun menurut beberapa politisi di dewan, Pasande sudah mengantogi beberapa suara signifikan dari partai pengusung Rusdi Mastura-Ichwan Datu Adam pada pilkada 2016 lalu.
Ketua panitia pemilihan calon wakil gubernur, Zainal Abidin Ishak mengatakan, pemilihan dijadwalkan berlangsung 24 Juni 2019. Atau menunggu keluarnya surat pemberhentian Palabbi sebagai anggota DPRD Sulteng dari Kementerian Dalam Negeri. Wakil Gubernur terpilih nantinya akan menjalan sisa pemerintahan Gubernur Longki Djanggola yang tersisa 18 bulan kedepan yang bakal berakhir 2021 mendatang. (kia/palu ekspres)






