Pejabat LPMP Sulteng, Heriwanty.Foto: Aswadin/PE
PALU EKSPRES, PARIMO – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Parigi Moutong bekerjasama dengan Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) Sulawesi Tengah, menggelar diskusi kelompok terpumpun penyusunan bahan program peningkatan mutu berbasis rapor mutu pendidikan Kabupaten Parigi Moutong tahun 2019, di ruang Layanan Baca Umum Dinas Perpustakaan Parimo, Senin 27 Mei 2019.
Diskusi tersebut dihadiri pejabat LPMP Sulawesi Tengah dan peserta dari pengawas sekolah di Kabupaten Parigi Moutong. Kegiatan dibuka Asisten III Setda Parimo, Arman Maulana.
Dr Heriwanty, S,S M.Hum dari Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) Sulteng mengatakan, diskusi ini bertujuan menggugah pemerintah daerah untuk melihat kondisi ril sekolah dan pendidikan di daerahnya masing-masing.
“Bahannya itu dari rapor mutu dan diisi oleh sekolah masing-masing. Jadi sekolah mengisi aplikasi kemudian hasilnya diolah oleh pusat, kemudian hasil olahan itu yang diolah oleh seluruh sekolah di parigi moutong,” kata Heriwanty yang ditemui usai diskusi.
Sehingga, melalui diskusi ini LPMP menggugah Pemkab Parimo, bagaimana mereka meningkatkan mutu pendidikan berdasarkan rapor mutu itu.
Ia menjelaskan, rapor mutu tersebut acuannya adalah delapan standar nasional pendidikan yaitu, mulai dari standar kompetensi lulusan, standar isi, standar proses, penilaian tenaga pendidikan, sarana prasarana, pengelolaan, dan standar pembiayaan.
“Jadi di dalam standar itu tertulis sekian indikator yang harus dipenuhi oleh sekolah, dan pemetaan mengacu kepada standar itu, jadi ketika sekolah mengisi akan ketahuan bila ada indikator yang tidak dipenuhi oleh sekolah,” jelasnya.
Kemudian, lanjut dia, indikator yang tidak terpenuhi itu nantinya yang harus diusahakan oleh Pemerintah Daerah untuk dipenuhi.
“Dalam rangka itulah kami datang ke sini untuk meperlihatkan kepada pemerintah daerah parigi moutong,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Parimo, Adrudin Nur menyebutkan, hal ini memang sebelumnya menjadi bahan evaluasi. Sebab, dari hasil yang mereka dapatkan nantinya akan baik bagi daerah ini.
“Jadi itu sebagai sumber untuk kita evaluasi dan Insya Allah dengan pertemuan ini bisa kita beri masukan bahwa jangan hanya pengawas yang dilibatkan tetapi yang lebih utama itu adalah, kelompok kerja kepala sekolah SD maupun SMP,” ungkapnya.
Menurutnya, dengan pelibatan seperti itu , ada data pembanding. Sebab, menurut pengalaman sebelumnya, pihaknya sempat mengalami kesulitan karena dalam waktu 2 minggu baru 16 orang yang menginput.
“Dengan 10 sekolah yang dianggap tertinggi mutunya ini kita akan evaluasi apakah memang datanya itu benar-benar dia isi sesuai dengan kenyataan atau hanya dia isi untuk menggugurkan keawajiban saja,”katanya.
Ia berharap, dengan pertemuan tersebut menjadi bahan evaluasi oleh pihaknya. Pertemuan ini juga melibatkan stakeholder pemangku pendidikan guna perbaikan pendataan untuk peningkatan mutu pendidikan kedepan.(asw/palu ekspres)





