Sabtu, 8 Agustus 2026

Kasus Novel Tak Terungkap, KPK Sindir Jokowi Pakai Hadiah Sepeda

Salah satu pimpinan KPK Saut Situmorang menghadiahkan sepeda terbaik miliknya untuk aparat dan pemerintah yang bisa menangkap pelaku penyiraman kasus Novel Baswedan. Foto: Dery/JawaPos

PALU EKSPRES, JAKARTA – Hampir 800 hari berlalu, namun kasus penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan belum juga terungkap. Hingga kini aparat kepolisian masih belum bisa menangkap pelakunnya. Meski pun sudah dibentuk tim khusus untuk menanganinya.

Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pun geram dengan ‘mandegnya’ kasus yang menimpa penyidik senior lembaga antirasuah itu. Bahkan sebagai salah satu bentuk sindiran, para pegawai KPK akan menghadiahkan sepeda bagi aparat yang berhasil mengungkapnya.

“Pada kesempatan tersebut Bapak Saut Situmorang mengungkapkan, sepeda terbaik yang pernah aku punya, aku serahkan untuk mengungkap kejujuran, kebenaran dan keadilan” kata Ketua Wadah Pegawai KPK Yudi Purnomo menirukan ucapan Saut Situmorang dalam keterangannya, Senin (3/6/2019).

Diketahui, setidaknya sudah ada tiga unit sepeda telah dikumpulkan dan nantinya akan dihadiahkan kepada pihak yang bisa mengungkap kasus teror air keras yang menimpa penyidik senior lembaga antirasuah itu.

“Pemberian sepeda dari Bapak Saut Situmorang menambah menjadi tiga jumlah sepeda yang menjadi hadiah bagi pihak yang dapat mengungkapan kasus Novel Baswedan yang akan menginjak 800 hari dari hari penyerangan pada 11 April 2017,” ucap Yudi.

Yudi berharap aksi seyembara ini bisa menyentuh Presiden Joko Widodo agar mendorong penuntasan kasus Novel. Terlebih hingga kini Jokowi sama sekali belum juga membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF).

“Yudi berharap aksi seyembara ini bisa menyentuh Presiden Joko Widodo agar mendorong penuntasan kasus Novel,” pungkasnya.

Untuk diketahui, pada 27 Juli 2018 lalu, ketika peringatan 16 bulan kasus teror Novel, Wadah Pegawai KPK mengadakan sayembara bagi pihak yang dapat mengungkap kasus Novel Baswedan, pada kesempatan tersebut PP Muhammadiyah dan Wadah Pegawai KPK menyediakan masing-masing satu sepeda.

(muh/jpc)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital