Rabu, 21 Oktober 2026
Palu  

Begini Cara Penyintas Likuifaksi Petobo dan Balaroa Menyambut Idul Fitri di Huntara

IMG-20190605-WA0004

TAKBIR dan tahmid membahana di atas langit Petobo. Kawasan ”mati” yang kini berubah menjadi pemukiman ramai. Suara takbir yang dipantulkan dari pengeras suara terdengar bersahutan di antara masjid yang letaknya tak seberapa jauh. Gemerlap bohlam tampak menghidupkan suasana di huntara yang kini dihuni seribuan lebih jiwa itu.

Kemeriahan Anak-anak di kompleks huntara, tampak terlihat di sepanjang jalan sepanjang bangunan huntara (hunian sementara). Mereka bergerombol di jalanan. Di tangannya menenteng tas belanjaan. Menandakan anak-anak penyintas ini baru saja dari pertokoan membeli busana baru. Beberapa di antaranya bahkan mengepas baju barunya di depan teman-temannya. Sebelum akhirnya dipanggil orang tuanya untuk makan malam.

Beberapa di antaranya, berkumpul di depan bilik huntara, menyalahkan puluhan lilin kecil berjejer memanjang di teras huntara. Suasana yang semakin menambah kesyahduan malam 1 syawal tersebut.

Sedangkan para orang tua, pun tak kalah sibuknya. Suami istri bahu membahu menjaga perapian yang sengaja dibuat di depan bilik huntara masing-masing. Sekilas terlihat mirip api unggun yang berjejer rapi. Malam itu, masing-masing penghuni huntara membuat dapur ekstra karena ada sajian spesial di hari kemenangan tersebut.

Ibu Aminah (41) mengaku, malam ini dia dan dua anaknya membuat burasa dan kalopa – dua jenis kuliner yang tidak boleh absen di setiap momentum lebaran. Untuk lauknya Ibu Aminah yang kehilangan suaminya pada musibah gempa lalu, membuat sajian kaledo dan Uve Mpoi. Keduanya adalah kuliner khas Kaili. Ini juga sajian wajib ”Kalo papanya masih hidup, sudah dia yang di dapur. Kalo saya bersih-bersih rumah,” ujarnya mengenang mendiang suami yang hilang di liquefaksi di Petobo.

Di Masjid Munzalan Mubarakan, terlihat perempuan seorang diri membersihkan sekeliling masjid. Di adalah Ibu Zubair (47) pegawai di Biro Ekonomi di Kantor Gubernur. Huntara yang ditempatinya, berdampingan dengan mesjid Al Hidayah. Ia mengaku bersih bersih masjid karena akan digunakan untuk salad id besok pagi.

Di tengah keceriaan menyambut Idul Fitri, beberapa warga Petobo termasuk Ibu Zubair merasa sedih karena harus menjalani Idul Fitri tanpa orang orang tersayang. Dimana kepergian orang orang itu, sangat tidak terduga dengan cara yang mengenaskan. ”Tapi mungkin sudah jalannya seperti itu,” ungkap Ibu Ariana (27) mencoba bersikap realistis.

Pemandangan kurang lebih sama terlihat pula permukiman Balaroa. Takbir terdengar bersahutan dari mesjid Al Hidayah dan mesjid Munzalan Mubakaran, Balaroa Atas yang berjarak 150-an meter. Beberapa remaja tampak memasang tenda untuk menaungi jamaah jika terjadi hujan. ”Ini lagi pasang tenda, buat jaga-jaga jangan sampai hujan,” ungkap salah seorang ta’mir mesjid Al Hidayah.

Suasana religius tampak terasa di hunian yang didominasi tenda bantuan dari Pemerintah Turki itu. Di setiap tenda tampak terdengar alunan suara mengaji yang dipantulkan sound sistem milik warga. Salah soerang ibu dan anaknya yang sedang menjaga tungku burasa, terdengar menyetel lagu milik Nisya Sabyan dari telepon pintar milik anaknya. Masih di tenda hunian Balaroa, Ibu Asti (41) terlihat khusuk menyimak lagunya Grup Band Ungu bertitel, Andai Kutahu yang diteruskan dengan lagu berikutnya, Surgamu dan Dengan Napasmu. Lagu lawas yang dibawakan Wakil Wali Kota Palu ini, Sigit Purnomo Said ini, bahkan diulang hingga dua kali.

Sambil mendengar lagu Ungu yang sarat makna itu, ia teringat anaknya yang hilang di Pantai Talise saat kawasan wisata itu dihajar ombak. Di dapur yang dipisah tirai kaku bergambar wajah caleg, tampak jejeran burasa, teratur rapi. Sedangkan di atas api kompor, mengeluarkan suara yang menggelegak serta aroma rempah wangi. Ibu Asti sedang memasak Uta Dada – untuk melengkapi sajian keluarga kecilnya pagi besok. ”Ini lebaran pertama tanpa anak saya,” katanya iba. Ia mengaku, nyaris saban hari selalu teringat wajah anaknya.

Dari sejumlah pengungsi yang ditemui, mayoritas mengaku momentum ramadan ini mereka cukup terbantu kebaikan hati para dermwan. Dengan itu, mereka bisa membeli beragam kebutuhan dasar menyambut hari kemenangan. Mulai dari baju baru untuk anak-anak, kue-kue, daging dan bahkan kasur busa tipis untuk alas tidur.

Namun seusai ramadan, para penyintas ini kembali dihantui kekurangan kebutuhan dasar, di saat para suami mereka belum mendapatkan pekerjaan yang layak untuk menghidupi keluarganya. (kia/palu ekspres)

P

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam