Minggu, 9 Agustus 2026
Daerah  

Warga  Dua Desa Bertikai di Banawa Selatan Donggala Didamaikan

IMG-20190608-WA0057

PALU EKSPRES, DONGGALA- Kapolres Donggala, AKBP. S. Ferdinand Suwarji, Jumat (7/6) menghadiri proses perjanjian damai masyarakat Desa Sarumbaya dan Desa Lembasada dusun Polege, Kecamatan Banawa Selatan, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, setelah sebelumnya, Rabu (5/6) lalu terlibat bentrok. Pertemuan dihadiri tokoh masyarakat dan tokoh adat setempat.

Kapolres Ferdinand meminta warga di dua desa yang bertikai mempercayakan proses hukum kepada pihak Kepolisian. Apa yang menjadi pembahasan dan kesepakatan dalam pertemuan tersebut kata Ferdinand, harus diterima oleh kedua belah pihak, sehingga tidak ada lagi permasalahan setelah pelaksanaan pertemuan.

“Jangan mempercayai informasi-informasi yang bertujuan memprovokasi warga terkait penanganan permasalahan yang terjadi,” ujarnya.

Kapolres menekankan, perkembangan penanganan permasalahan antara pemuda Desa Sarombaya dan pemuda Dusun 3 Polege Desa Lembasada, sumber informasinya hanya boleh satu pintu yakni dari pihak kepolisian.
Lanjut dia, Kepolisian, Pemerintah Desa dan Pemerintah Kecamatan akan mencari solusi damai agar konflik tidak terjadi lagi dikemudian hari.

Hadir dalam pertemuan tersebut Waka Polres Donggala, Kompol H. Abubakar Jafar, SH. MH, Kabid Linmas Pol PP Donggala, Ishak, Danramil 1306 Donggala, Kapten Infantri Alimin, Kasat Intelkam Polres Donggala IPTU Musa, S. Sos, Kasat Narkoba, IPTU Jamil, SH, Kapolsek Banawa, IPTU Muh. Fadly. SH, Kasub Sektor Banawa Selatan IPDA Andi Akbar, Sekretaris FKUB Kab Donggala Bpk Hans Lage, Staf Kesbangpol Donggala, Badrun, Kasi Pemerintahan Kecamatan Banawa Selatan, Ilham.

Kades Lumbutarombo Irwan S. Sos, Kades Sarumbaya Udin, Kades Lembasada Alex,
Plt. Kades Lumbulama, Fahmi; Mantan Kades Lumbulama, Titus; Mantan Kades Sarumbaya, Tamsi, serta Ketua Adat Lumbulama, Mabi, Tokoh Pemuda Desa Lumbulama, Desa Sarombaya. Anggota personil Polres Donggala, anggota Polsek Banawa dan anggota koramil 1306 donggala yang melakukan pengamanan. Tokoh Masyarakat dan Toko Adat Desa Sarombaya dan Desa Lumbulama berjumlah 25 orang.

Sejauh ini terhitung sudah empat kali terjadi bentrok antardua desa tersebut. Menurut Kapolres konflik dipicu oleh minuman keras dan narkoba yang mulai marak di wilayah itu. (mg6/palu ekspres)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital