Sabtu, 8 Agustus 2026
Daerah  

Kasman Ungkap Penyebab Donggala Kembali WDP

Kasman Lassa. Foto: Jose Rizal/PE

PALU EKSPRES, DONGGALA – Penyebab Kabupaten Donggala kembali mendapat predikat Wajar Dengan Pengecualian (WDP) oleh BPK RI Perwakilan Sulteng karena utang daerah yang belum lunas. Utang tersebut merupakan ‘warisan’ bupati dan wakil bupati sebelumnya. Hal itu diungkapkan bupati Donggala, Kasman Lassa.

“Tahun 2004 kita berutang 42 miliar. Belum jadi bupati saya utang itu sudah. Inilah yang menjadi penilaian BPK RI sehingga kita kembali mendapat WDP,” sebut bupati Donggala, Kasman Lassa saat upacara hari pertama kerjaha, Senin (10/6) lalu.

Selain WDP, politisi NasDem ini kembali menyinggung sejumlah Kadisnya yang tersandung kasus hukum terkait program daerah yang bermasalah. Kasman Lassa bahkan sudah membentuk majelis pertimbangan ganti rugi yang diketuai Sekab Donggala, H. Aidil Nur.

“Majelis ini akan membantu pajabat yang bermasalah seperti Kadis Sosial dan Sekdis BPMD,” tuturnya.

Kasman berpendapat keputusan majelis yang dibentuk tersebut memiliki kekuatan hukum yang sama kekuatannya dengan putusan pengadilan. Ia berharap majelis ini mampu menyelesaikan persoalan di Pemda Donggala agar tak sampai diusut oleh pihak kepolisian atau kejaksaan.

“Kepada semua pihak agar membantu pemerintah sehingga ke depannya predikat WDP sudah tidak ada lagi, utamanya pihak ketiga yang memiliki utang tolong diselesaikan,” tutupnya.

Sebelumnya, pada 28 Mei lalu, Pemkab Donggala melalui Wakil Bupati Mohammad Yasin, menerima Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) dari Kepala Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) RI Perwakilan Sulawesi Tengah (Sulteng), Muhaimin Marpaung.

LHP dari BPK RI Perwakilan Sulteng menyebutkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Donggala kembali meraih Opini Wajar Dengan Pengecualian (WDP) atas pengelolaan anggaran tahun 2018. Pada tahun 2017 BPK juga memberikan opini yang sama kepada Pemkab Donggala. (mg6/palu ekspres)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital