Minggu, 9 Agustus 2026
Opini  

Sang Penerobos Batas di Era Milenial

Hasanuddin Atjo. Foto: Dok

Oleh Hasanuddin Atjo (Ketua Ispikani Sulteng)

ERA MILENIAL ditandai dengan penggunaan teknologi digitalisasi dalam berbagai aspek kehidupan. Saat ini sejumlah bangsa di dunia, sedang disibukkan dan berlomba untuk tidak ketinggalan serta berperan dalam pusaran Industri 4.0. Bahkan, di beberapa negara maju dalam menggerakkan aktifitas kehidupan sudah memulai ke tingkat yang lebih modern lagi yaitu Industri 5.0.

Aktifitas kehidupan di era Industri 4.0, terbukti telah berdampak terhadap meningkatnya efisiensi dan efektifitas, karena tenaga kerja manusia tergantikan oleh mesin dan robot yang dikendalikan oleh sistem digital. Berbagai transaksi yang selama ini berlangsung secara cash dan manual, tergantikan oleh transaksi online atau barcode sistem. Pengiriman uang, membuka rekning tabungan, mengurus perizinan, pembayaran tagihan air, listrik, pajak dan pembayaran lainnya cukup menggunakan aplikasi dan barcode malalui smartphone jenis android atau kartu digital.

Dengan pola seperti ini, juga memberi kesempatan terhadap lahirnya sejumlah pelaku usaha baru yang tidak memerlukan modal besar. Kesempatan itu antara lain menjadi bagian dari jasa transportasi, pembelian, pengiriman barang seperti perusahaan jasa berbasis aplikasi Grab, Gojek, Alibaba, Bukalapak dan lainnya.

Masih banyak lagi kesempatan berusaha yang terbuka, namun modal dasarnya adalah paham dan memiliki skill terkait sistem digital serta attitude yang sesuai pradaban industri 4,0.

Persoalan Baru

Kemajuan sebuah pradaban dipastikan akan menimbulkan kemajuan, dan juga sejumlah persoalan. Pradaban industri 4.0, di satu sisi berdampak terhadap terciptanya efisiensi dan efektifitas serta membuka kesempatan kerja baru. Namun pada sisi lain menimbulkan persoalan baru seperti meningkatnya angka pengangguran, terutama datangnya dari SDM yang kurang memiliki skill dan attitude sesuai tuntutan pradaban industri 4,0.

Indonesia merupakan Negara Kepulauan terbesar dengan penduduk mendekati 260 juta jiwa, serta memiliki bonus demografi di tahun 2028 – 2030. Menjadi sebuah kewajaran bila kemudian PricewaterhouseCoopers (PwC), Lembaga Jasa professional reputasi dunia, memprediksi bahwa Indonesia seabad setelah merdeka, yaitu di tahun 2045 mendatang akan menjadi Negara Maju dengan kekuatan ekonomi peringkat- 5 dunia, setelah China, Amerika Serikat, India dan Brasil, jika mampu memanfaatkan kekayaan sumberdaya alam dan bonus demografinya itu.

Diperkirakan tingkat pendapatan atau Produk Domestik Bruto, PDB saat itu akan mencapai 5 triliun dollar US, bahkan di tahun 2050
PDB Indonesia diprediksi mencapai 10 triliun dollar US. Di tahun 2018 PDB Indonesia untuk pertama kalinya tembus di angka 1 triliun dollar US. Prediksi akademik ini merupakan kesempatan sangat menjanjikan dan harus direncanakan dan dimanfaatkan dengan baik. Karena itu, tantangannya adalah bagaimana Indonesia yang terdiri dari 34 Provinsi, 416 kabupaten dan 98 kota dapat melahirkan pemimpin dengan reputasi “Penerobos Batas”.

Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa kemajuan sebuah bangsa sangat ditentukan oleh kualitas para pemimpinnya.

Figur Penerobos Batas

Usia bukan lagi menjadi pembatas bagi seseorang untuk kemudian dinobatkan menjadi penerobos batas, tetapi terletak pada karakter dan model berpikir. Setidaknya ada enam kriteria yang harus dimiliki figur penerobos batas diantaranya adalah: Update; Adaptif; Inovatif; Demokratis; Cenderung tidak Birokratis; serta Memiliki Ketegasan.

Mahathir Mohamad, Perdana Menteri Malaysia adalah contoh extrim dari sisi usia terkait dengan figur penerobos batas ini. Di usia yang ke 92 tahun, dan dalam struktur teori perbedaan generasi termasuk kategori Veteran generation, ternyata menjadi pemenang dalam pemilihan perdana Menteri di Pemilihan Umum tahun 2018.

Boleh jadi terpilihnya kembali Mahathir Mohamad lebih disebabkan para perdana Menteri sebelumnya kurang mempersiapkan tongkat estafet kepemimpinan yang diperuntukkan bagi generasi milenial.

Masih banyak lagi contoh-contoh pemimpin penerobos batas dari Babby Boomer dan X generation seperti Presiden dan Wakil Presiden Indonesia Jokowi– Jusuf Kalla serta sejumlah Menteri kabinetnya.

Terkait dengan itu, Indonesia dengan karakteristik yang beragam akan melaksanakan pesta demokrasi untuk memilih kepala daerah sesuai jadwal di tahun 2020, 2022 dan serentak di tahun 2024.

Harapan hampir semua orang bahwa yang terpilih sebagai pemenang dalam pemilihan itu adalah yang berkarakter dan model berpikir milenial atau berkrakter penerobos batas. Harapan ini dapat terealisasi bila terbangun kesamaan visi antara partai-partai pengusung dan masyarakat yang memiliki hak pilih, bahwa figur yang diinginkan adalah yang berkarakter penerobos batas.

Bila kesamaan visi itu tidak terbangun, maka cita-cita menjadi Indonesia Hebat di tahun 2045 sesuai prediksi PricehousewaterCooper (PwC), hampir dipastikan hanya menjadi cerita dan catatan sejarah, karena proses pesta demokrasi belum berhasil melahirkan para pemimpin penerobos batas. Menjadi catatan penting kemudian, bahwa “kesempatan itu tidak akan datang untuk kedua kalinya”.

Memimpin Generasi Milenial


Bonus demografi Indonesia (2028 – 2030) adalah fase dominansi milenial generation dalam struktur angkatan kerja. Sementara itu kepemimpinan di saat itu masih membutuhkan perpaduan antara generasi non milenial dan milenial. Karena itu siapapun pimpinan daerah di Indonesia periode 5 – 10 tahun mendatang harus mengakomodir karakter dan model berpikir ala milenial.

Ada lima pendekatan yang dapat dilakukan untuk memimpin generasi itu diantaranya adalah Behavior, Relationship, Attitude, Values dan Environment disingkat BRAVE (George Brand).

Behavior, mereka harus diberi ruang karena generasi ini kurang mengenal batas antara atasan dan bawahan, memiliki rasa ingin tahu yang lebih untuk membantu tercapainya visi organisasi. Relationship, generasi ini membutuhkan juga penghargaan, karena itu jadilah pendengar aktif dan berikan feedback yang tepat kepada mereka. Attitude, generasi ini optimis terhadap dirinya maupun masa depannya, sehingga pemimpin harus selalu memberikan pekerjaan yang baru dan menantang. Values, mereka menyenangi pekerjaan yang punya nilai, memberi manfaat kepada masyarakat, peduli lingkungan dan mempercepat serta mempermudah urusan banyak orang. Environment, suka bekerja di lingkungan terbuka, mudah mengakses informasi dan bisa bekerja lintas daerah dan benua. Ciptakan lingkungan kerja tanpa sekat birokrasi agar mereka betah dan bekerja maksimal untuk kemajuan dan kesejahteraan.

Dari uraian di atas suka dan tidak suka, maka negeri ini membutuhkan sejumlah figur penerobos batas bila ingin negeri ini bersama seluruh wilayahnya menjadi Indonesia Hebat di tahun 2045. Semoga. (***)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital
Pendekatan Baru Dalam Pengelolaan Platform Permainan Daring Modern Terbentuk Dari Blockchain Dan Big Data
Skalabilitas Game Online Di Tengah Pertumbuhan Pengguna Digital Global Didukung Infrastruktur Cloud Native
Transparansi Ekosistem Game Online Berbasis Teknologi Masa Kini Didukung Blockchain Modern Dan Smart Contract
Ekosistem Game Modern Yang Lebih Terhubung Terbentuk Dari Integrasi Internet Of Things Dan Artificial Intelligence
Industri Game Modern Menyesuaikan Layanan Dengan Perubahan Perilaku Digital Berkat AI Berbasis Prediksi
Performa Game Multiplayer Meningkat Melalui Teknologi Edge Computing Dengan Pemrosesan Data Lebih Cepat
Platform Game Multiplayer Mengantisipasi Ancaman Siber Lebih Efektif Berkat Cyber Intelligence Modern
Pengembangan Game Modern Menjadi Lebih Fleksibel Dan Adaptif Berkat Artificial Intelligence Berbasis Cloud
Transformasi Digital Perusahaan Skala Kecil Dan Menengah Dipercepat Melalui Pengembangan Aplikasi Low Code
Visibilitas Konten Pada Google Discover Meningkat Secara Organik Berkat Strategi Search Engine Optimization