Sabtu, 8 Agustus 2026
Daerah  

Wiranto Laksanakan Peletakan Batu Pertama Pembangunan Huntap di Pombewe

Menkopol Hukam Wiranto saat tiba di Desa Pombewe, Kecamatan Sigi Biromaru, untuk melakukan Ground Breaking atau pelatakan batu pertama. Foto: Niko/PE

PALU EKSPRES, SIGI– Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto, Senin 1 juli 2019, meletakkan batu pertama pembangunan hunian tetap atau Huntap di Desa Pombewe, Kecamatan Sigi Biromaru, Kabupaten Sigi.
“Secara geografis Indonesia berada di salah satu ring of fire sehingga tergolong daerah rawan bencana, sehingga kita harus waspada karena bencana ini disebabkan ring of fre tersebut,”kata Wiranto, dalam sambutannya.

Wiranto mengapresiasi Kepala BNPB yang tak henti-hentinya memberikan sosialisasi dan pelatihan kepada masyarakat, termasuk instansi dan lembaga untuk bagaimana menghadapi kemungkinan bencana yang datang sewaktu-waktu. Sehingga itu akan mengurangi jumlah korban yang jatuh.
“Dari Banadara sampai perjalanan ke tempat ini, saya melihat langsung perekonomian di Sulawesi Tengah sudah kembali pulih dengan banyak warga yang sudah berjualan dan beraktifitas kembali,” ungkapnya.

Tapi kata Wiranto mengigatakan, Sulteng masuk dalam jalur sesar, maka jangan pernah lagi membangun rumah atau permukiman di tempat-tempat yang sudah dinyatakan zona merah. Karena pada saat melanggar zona itu, tentunya akan beresiko atas keamanan yang bersangkutan.

Olehnya, masyarakat Sulteng diimbau carilah zona aman untuk membangun rumah atau permukiman.
“Untuk membangun rumah, sebaiknya masyarakat mengikuti syarat membangun rumah tahan gempa karena saat ini saya dengar banyak masyarakat yang ingin membangun rumah sesuai dengan kemauan masing-masing. Punya rumah indah tapi tidak aman apa gunanya, lebih baik rumah tidak terlalu indah tapi aman,” ujarnya.

Pembangunan huntap kata Wiranto, akan dilakukan secara bertahap. Karena jumlah 8.788 Huntap untuk Sulteng, tidak mungkin sekaligus dapat dibangun.
“Maka tahapan pertama ini akan dibangun 3.460 Huntap yang tersebar di tiga lokasi yaitu di Kelurahan Duyu Kota Palu, Kelurahan Tondo Kota Palu dan Desa Pombewe Kabupaten Sigi,” ujarnya.

Wiranto menekankan, jangan sampai peletakan batu pertama ini atau ground breaking ini hanya pada saat kegiatan seremonial berjalan meriah dan megah. Namun seiring dengan berjalannya waktu, akhrinya mangkrak ditengah jalan.
“Oleh karena itu, peletakan batu pertama atau ground breaking ini betul-betul ditandai sebagai awal pembangunan huntap. Dan kepada seluruh pihak baik itu pemerintah pusat, pemerintah daerah, yayasan dan masyarakat harus bahu membahu agar semua rancangan pembangunan huntap dapat tercapai,” ujarnya.

Ribuan rumah huntap yang akan dibangun dengan waktu yang sangat singkat kata Wiranto, tidak mungkin bisa selesai dilaksanakan tanpa ada kerjasama semua pihak. Dan, tentunya semua berharap pengusaha lokal dilibatkan dalam pembangunan huntap agar perekoniomian di daerah ini dapat tumbuh.
“Dengan mengucapkan Bismillahirahmanirahim, hari ini Senin tanggal 1 Juli 2019, pukul 12.05 WITA, maka pembangunan hunian tetap bagi para korban bencana alam di Sulteng dengan resmi saya nyatakan dimulai,” ujar Wiranto saat meletakkan batu pertama.

Pada acara tersebut turut hadir Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN, Sofyan Djalil; Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Letjen TNI Doni Monardo; Bupati Sigi Irwan Lapata, Sekprov Sulteng Hidayat Lamakarate; Kapolres Sigi AKBP Wawan Sumantri, Dandim 1306/Donggala Letnan Kolonel Kav I Made Maha Yudhiksa, dan Ketua Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia. Yayasan Budda Tzu Chi memberi bantuan untuk pembangunan huntap ini.

Sementara itu, Satgas Penanggulangan Bencana Provinsi Sulteng Kementerian PUPR, Ari Setiadi Murwanto, mengatakan pembangunan huntap di Desa Pombewo adalah salah satu dari 3 huntap tahap pertama. Selain itu, 18 huntap satelit di Kabupaten Donggala dan Sigi juga akan dibangun.
“Pembangunan hunian tetap satelit digunakan pemerintah karena mata pencaharian warga setempat mayoritas petani dan nelayan. Sehingga tidak mudah untuk dikumpulkan di satu titik,” Kata Ari. (mg4/palu ekspres)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital