PALU EKSPRES, PARIGI– Lembaga Seni Qasidah Indonesia (Lasqi) Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) dan Kementerian Agama (Kemenag) Parimo menggelar Festival Qasidah Gambus berlangsung di Aula Bappelitbangda, Selasa, 9 Juli 2019.
Ketua panitia pelaksana kegiatan, Sudirman Tjora, mengatakan, Festival Gambus merupakan syiar Islam yang syair dan iramanya mengandung pesan moral secara menyeluruh.
Dia mengatakan, program DPD Lasqi Kabupaten Parigi Moutong secara umum bertujuan untuk mengukur sejauhmana pembinaan dan mutu qasidah itu sendiri sebagai syiar Islamiayah.
Sedangkan secara khusus kata ia, untuk melaksanakan program pemerintah dan menilai skill dan kemampuan penampilan para peserta Lasqi.
“Secara keseluruhan kegiatan ini bertujuan untuk syiar Islam serta mencari bibit- bibit handal Lasqi,” katanya.
Menurut Sudirman, kegiatan Fetival Qasidah dan Gambus berlangsung selama 2 hari dan diikuti 70 orang perwakilan dari masing-masing Kecamatan se- Kabupaten Parigi Moutong.
Sementara itu, Penasehat DPD Lasqi Kabupaten Parigi Moutong, Dra Hj Noor Wachida Prihartini S Tombolotutu meminta para Camat dan Kepala Desa untuk memperhatikan dan menyisihkan sebagian Anggaran Dana Desa (ADD) untuk pembinaan Lasqi.
“Saya harapkan para Camat untuk mengintruksikan kepala desanya agar menganggarkan dana pembinaan Lasqi di Desa. Ini sangat potensial untuk para remaja,” harapnya. Dia mengatakan, ada Karang Taruna atau Remaja Masjid bisa dimasukkan dalam kelompok Lasqi.
“Jadi tidak ada alasan untuk tidak melakukan pembinaan masyarakat melalui Dana Desa. Karena hanya melalui agamalah bisa mengendalikan zaman modern dan zaman milenial seperti saat ini,” ungkapnya.
Diketahui, peserta festival qasidah, gambus Parimo akan mengikuti festival qasidah gambus tingkat Provinsi Sulteng, di Kabupaten Banggai Laut, September 2019 mendatang.
“Kepada dewan juri yang menilai agar bisa memberikan penilaian subjektif, agar bisa melahirkan bibit qasidah profesional yang akan mewakili Parimo di Banggai Laut,” harapnya. (asw/palu ekspres)





