Sabtu, 8 Agustus 2026
Daerah  

Tiga Kecamatan di Parimo Masuk Kawasan Pedesaan Prioritas Nasional

Kepala Bidang Tata Ruang Pada Dinas PUPRP Parimo, I Wayan Sukadana. Foto : ASWADIN/PE

PALU EKSPRES, PARIGI– Kementrian Agraria dan Tata Ruang, Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menetapkan tiga kecamatan di Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) masuk dalam Kawasan Pedesaan Prioritas Nasional (KPPN) sesuai berita acara nomor : 28/BA-200/12/IV/2019. Tiga kecamatan tersebut adalah Parigi Selatan, Torue, dan Balinggi

“Saat ini progres KPPN ini dalam proses penyusunan SK dan nanti berdasarkan itu akan dibentuk tim lagi yang melibatkan OPD terkait. Sehingga, bisa bersama melakukan pengembangan desa-desa di tiga kecamtan itu,” kata Kepala Bidang Tata Ruang, Dinas PUPRP Kabupaten Parigi Moutong, I Wayan Sukadana, belum lama ini.

Kawasan tersebut kata dia, berdasarkan kesepakatan bertema Kawasan Pedesaan Berkelanjutan berbasis Agropolitan dengan komoditi unggulan tanaman padi.

Dia mengatakan kawasan itu terdiri dari kawasan inti dan penyanggah. Untuk kawasan inti terdiri atas tiga desa di Kecamatan Torue yakni, Desa Tolai, Tolai Barat dan Tolai Timur.

Sementara itu kawasan penyanggahnya adalah Desa Astina, Desa Purwosari, Tanalanto, dan Torue di Kecamatan Torue. Kemudian, untuk Desa Balinggi, Balinggi Jati, Braban, Lebagu, Malakosa, Suli, Suli Indah, Tumpapa Indah, Catur Karya di Kecamatan Balinggi.

Kemudian, di Kecamatan Parigi Selatan terdiri dari Desa Tindaki, Nambaru, Sumbersari, Masari, Dolago Padang dan Dolago.
“Jadi dari tiga kecamatan itu, tiga desa di Kecamatan Torue menjadi kawasan intinya. Sementara sisanya di Kecamatan Balinggi, Parigi Selatan dan beberapa desa di Kecamatan Torue sebagai kawasan penyanggah,” jelasnya.

Kawasan tersebut lanjut dia, akan dikembangkan dalam sektor pembudidayaan pertanian atau dalam istilah dijadikan kawasan pangan berkelanjutan.

Ia menambahkan, nantinya akan melibatkan sejumlah OPD terkait yang akan mengajukan program mereka bagi desa-desa yang masuk dalam KPPN tersebut.

“Ditargetkan Juni dan Juli 2019 seluruh dokumen KPPN itu rampung, tinggal pengusulan kegiatan ke pihak kementerian pada bulan Agustus, terkait upaya pengembangan di desa itu. Jadi eksennya kemungkinan pada tahun 2020,” sebut I Wayan.(asw/palu ekspres)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital