Sabtu, 26 September 2026
Daerah  

KKN di Jono Oge Sigi, Mahasiswa UGM Tinggal di Huntara

GEMBIRA – Sedikitnya 25 mahasiswa UGM dari berbagai disiplin ilmu memilih Desa Jono Oge, Kabupaten Sigi, sebagai lokasi KKN. Foto: DOK MAHASISWA KKN

PALU EKSPRES, SIGI – Dua pekan kedepan, 18 Agustus 2019, mahasiswa Universitas Gajah Mada (UGM) Yogjakarta akan merampungkan tugas pengabdiannya bersama warga korban gempa bumi dan liquefaksi di Desa Jono Oge, Kecamatan Sigi Biromaru – Sigi.

Sedikitnya 25 mahasiswa UGM dari berbagai disiplin ilmu memilih Desa Jono Oge, sebagai lokasi KKN nya. Sebuah desa kecil di Sulawesi Tengah yang nyaris hilang dari peta Kabupaten Sigi, usai dihajar gempa September tahun lalu.

Muhammad Fawwaz Rifasya (21), mahasiswa jurusan ilmu politik termasuk salah satu peserta yang ikut dalam KKN kali ini, menjelaskan, saat berangkat dari Yogja sudah diberitahu akan menuju ke Sulawesi Tengah di daerah terdampak gempa. Karena itu mereka membekali diri dengan bermacam peralatan khas suasana darurat. Tenda kecil, senter, sleeping bag adalah sebagian kecil peralatan yang mereka bawa.

Namun sesampainya di lokasi KKN, mereka tidak jadi tinggal di tenda. Tetapi tinggal di bilik huntara (hunian sementara) yang ditinggalkan oleh pengungsi. Tak tanggung-tanggung, mereka mendapat lima bilik. Empat untuk tempat tidur, peserta perempuan dan laki-laki – satu lagi untuk dapur umum.

Kegiatan KKN ungkap Fawwas, sapaan akrabnya disesuaikan dengan kondisi warga. Umumnya, seputar pemulihan pascabencana serta usaha bisnis. Mulai sosialisasi dan mitigasi bencana berbasis pengetahuan lokal, tata cara cocok tanam, proses belajar mengajar bagi anak-anak dan menanam pohon hingga pembinaan usaha kecil menengah. Kemudian, ada keterampilan membuat hidroponik serta menguji kelaikan air. Menurut pria ramah ini, peserta KKN yang berasal dari beragam disiplin ilmu, memudahkannya mengeksekusi kegiatan dengan baik karena didukung dengan sumber daya yang memadai.

Rekannya, Bernarda Rismarinni Pudyabrata (21) menjelaskan, untuk melaksanakan program di masyarakat, mereka dibagi pada tiga cluster (gugus). Yakni, perseorangan kemudian cluster berdasar kelompok jurusan serta gabungan jurusan. Beruntung kata dia, mereka mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Sekalipun warga Jono Oge dan sekitarnya masih dalam suasana duka, namun mereka tetap antusias menerima kehadiran mereka. ”Saat kami melakukan sosialisasi dengan masyarakat mereka selalu antusias,” ungkap Sima, panggilan gadis lincah ini.

Ia mengatakan, Pemerintah Kabupaten Sigi juga menerima kehadiran mereka dengan baik. Wakil Bupati Sigi, Paulina bahkan sempat menerima mereka di ruangannya sebelum turun di lapangan berbaur dengan masyarakat. Bentuk perhatian Pemda lainnya ungkap Sima yang akan menyelesaikan studinya setahun lagi, adalah dipinjamkannya tiga unit kendaraan roda dua untuk menunjang mobilitas mereka selama di lapangan. ”Kita dipinjemin sama Pak Kades, motor dinas, trus dari pegawai Bappeda, ada juga triseda, buat ngangkut rombongan temen-temen ke lapangan,” ungkapnya tersenyum. ”Biasanya kita minjem sama warga. Tapi kita tanggung bensinnya,” cerocos, Rismarini (21) mahasiswa jurusan Antropologi Budaya, tak mau kalah.

Selama berbaur dengan warga ungkap gadis berjilbab ini, banyak pengalaman berharga yang didapatkannya. Pengalaman soal bagaimana harus survive di tengah keterbatasan dan suasana duka yang menyelimuti warga.

Sebulan lebih menghabiskan waktu di lokasi KKN, jauh dari orang tua, kerabat dan kawan sejawat, beberapa di antaranya mengaku mulai teringat orang tua mereka di Jawa. Apa lagi saat pertama menginjakan kaki di Desa Jono Oge, rasanya ingin segera kembali. ”Pas datang saya kaget ngeliat suasananya. Rasanya pengen balik,” cerita Febriani Saraswati (21) ditemui di lokasi Kebun Obat di Palu Kinta – Desa Pakuli Utara Kecamatan Gumbasa – Sigi, Jumat 2 Juli lalu.

Namun mengingat KKN adalah tugas wajib bagi setiap mahasiswa maka, ia pun memilih bertahan. Tak terasa sebulan lebih bisa dilaluinya dengan baik. Orang tuanya aku mahasiswa jurusan biologi ini, tidak mengetahui lokasi KKN mereka. ”Orang tua hanya tau aja di Sulawesi, gak tau kalo tempatnya di Jono Oge,” ungkap gadis manis asal asal Magelang – Jawa Tengah ini.

Rindu pulang? Ditanya demikian, Febby tidak menjawab tegas. Ia hanya tertawa kecil ditanya soal suasana perasaannya.

Pada 17 Agustus nanti, mereka akan menggelar peringatan tujuhbelasan bersama warga. Peringatan HUT ke 74 RI tersebut, ungkap Rismarini akan memungkasi seluruh rangkaian mereka di Desa Jono Oge dan sekitarnya. Walau harus menghabiskan hari-hari mereka dengan fasilitas terbatas, beberapa di antaranya mengaku bersyukur, bisa menginjakkan kaki di Sulawesi Tengah dan menjalani momen momen indah di hunian sementara. (kia/palu ekspres)

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam