Rabu, 26 Agustus 2026
Palu  

Ibadah Harus Turut Dimaknai dalam Aspek Sosial

PALU EKSPRES, PALU – Perintah beribadah kepada umat Islam dinilai tidak hanya sekadar perintah dalam bentuk rangkaian ritual semata. Namun di balik itu, ada dimensi sosial yang dapat dimaknai dalam setiap pelaksanaannya.

Olehnya, menurut Dr. Faisal Attamimi, umat Islam perlu untuk selalu menjaga keseimbangan antara dimensi ritual dan sosial dalam setiap pelaksanaan ibadahnya.
Hal ini disampaikannya, saat menyampaikan khutbah salat Idul Adha 1440 H, yang diselenggarakan Universitas Tadulako (Untad) di lapangan Islamic Center Untad, Ahad 11 Agustus 2019.

Hadir dalam salat Id tersebut, Rektor Untad Prof Dr. H. Mahfudz, bersama dengan unsur pimpinan Untad dan Fakultas, serta Ketua Senat Untad, Prof. Dr. H. Muh. Basir Cyio.

Menurut Dr. Faisal dalam khutbahnya, umat Islam tidak boleh hanya melakukan banyak ibadah ritual namun mengabaikan aspek sosial. Begitupun sebaliknya, bukan menjadi sebuah kebaikan jika umat Islam hanya berjasa pada lingkungan dan sosial kemasyarakatan, tetapi mengabaikan ibadah-ibadah ritualnya.
“Keduanya mesti seiring sejalan dalam gerak langkah perjalanan hidup seorang Muslim dan Muslimat,” kata Faisal.

Ia mencontohkan, salah satu ibadah yang memiliki nilai sosial adalah ibadah haji yang dilaksanakan pada bulan Dzulhijjah dalam penanggalan Hijriyah. Ibadah haji yang diwajibkan bagi umat Islam yang mampu tersebut, terdapat makna nilai-nilai sosial yang terkait di dalamnya.

Di antaranya bangunan Ka’bah sebagai sentral pelaksanaan thawaf, kiblat dan pusat kegiatan ibadah, melambangkan keesaan Allah SWT. Umat Islam diperintahkan menuju ke tempat yang satu, dengan niat yang sama, meskipun datang dari asal, suku, dan bangsa serta latar belakang yang berbeda.

Selanjutnya pakaian ihram yang dikenakan oleh umat Islam ketika berhaji, melambangkan persamaan manusia di hadapan Tuhan. Faisal menerangkan, seringkali pakaian menjadikan seseorang mudah merendahkan orang lain. Dengan mengenakan pakaian ihram, tingkat dan status semua orang di sisi Allah SWT adalah sama, yakni sama-sama hamba-Nya yang sedang beribadah,

Sedangkan dalam prosesi Wukuf di Arafah, umat Islam diajarkan untuk merenungi jati dirinya sebagai seorang hamba yang tidak punya apa-apa dan tidak bisa apa-apa tanpa adanya kekuasaan dari Allah SWT.
“Manusia hendaknya berpikir sebelum bertindak, selalu mempertimbangkan dampak positif dan negatif atas segala sesuatu. Sehingga tindakannya berangkat dari perencanaan yang matang dan tidak asal-asalan,” ujarnya.

Rangkaian ibadah haji lainnya, yakni melontar jumrah menurut Faisal memiliki makna sosial bahwa umat manusia dianjurkan untuk melemparkan dan mencampakkan sifat-sifat yang tercela. Yakni sifat-sifat yang dipengaruhi oleh syaitan. Jauh dari sifat sombong dekat dengan rendah hati, jauh dari dendam dekat dengan pemaaf, jauh dari kikir dan dekat dengan sifat dermawan, jauh dari permusuhan dekat dengan persaudaraan, serta jauh dari kebohongan dekat dengan kejujuran.
“Sedangkan Sa’i memiliki nilai pembelajaran bahwa sikap pantang menyerah harus ditanamkan dalam diri umat Islam. Berusaha dan berikhtiar terus menerus untuk mewujudkan kemaslahatan diri dan masyarakat, sehingga menjadi manusia yang bermanfaat dan bermartabat di sisi manusia maupun di sisi Allah SWT,” tuturnya.

Selain ibadah haji, pada bulan Dzulhijjah umat Islam juga diperintahkan untuk berkurban. Pesan yang disampaikan Dr. Faisal dalam khutbahnya, adalah bahwa ibadah kurban memiliki berbagai makna, salah satunya adalah tentang hakikat pengorbanan.

Ia menuturkan, daging kurban yang dibagikan hanyalah simbol dari makna kurban yang sejatinya luas, yakni meliputi pengorbanan dalam wujud harta benda, tenaga, pikiran, waktu dan sebagainya.
“Pengorbanan merupakan manifestasi dari kesadaran manusia sebagai makhluk sosial. Bayangkan, bila manusia sekadar memenuhi ego dan kebutuhan sendiri tanpa peduli dengan kebutuhan orang lain, alangkah kacaunya kehidupan ini,” tegasnya.

UNTAD BERKURBAN 53 EKOR SAPI

Pada momen Idul Adha 1440 H/2019 M, civitas akademika Untad turut berpartisipasi dalam pemotongan hewan kurban. Data dari panitia pelaksanaan Idul Adha 1440 H Untad sebagaimana disebutkan Rektor Untad, total hewan kurban yang akan disembelih tahun ini sebanyak 53 ekor sapi dan 1 ekor kambing.
“Alhamdulillah jumlah hewan kurban mencapai 53 ekor, sehingga jika diestimasikan sekitar 350-an warga Untad yang berpartisipasi menyumbangkan hartanya untuk berkurban,” kata Rektor Untad, Prof. Dr. H. Mahfudz, pada Halal bi Halal yang digelar di Islamic Center Untad, usai pelaksanaan salat Idul Adha.

Total jumlah hewan kurban tersebut, masing-masing berasal dari FISIP 6 ekor sapi, Fakultas Ekonomi 4 ekor sapi, Fakultas Pertanian 4 ekor sapi, Fakultas Teknik 5 ekor sapi, Fakultas Kehutanan 2 ekor sapi, Fakultas Kedokteran 1 ekor sapi, Fakultas Peternakan 1 ekor sapi, Fakultas MIPA 2 ekor sapi, LPMP 2 ekor sapi, Masjid Baiturrahman 6 ekor sapi, Masjid Babul Ulum 6 ekor sapi, Masjid Baitul Makmur 8 ekor sapi dan 1 ekor kambing, Rektorat 2 ekor sapi, BSM 2 ekor sapi, dan Keluarga Prof. Dr. Sulaeman Mamar 2 ekor sapi.

Rektor juga meyakini bahwa masih banyak warga Untad lainnya, yang turut melaksanakan ibadah kurban namun tidak bergabung dengan kelompok di Untad.
“Ini menggambarkan bahwa warga Untad sangat memaknai dan menghayati nilai-nilai pengorbanan itu,” pungkas Rektor. (abr/palu ekspres)

Studi Kasus Mahjong Ways Menunjukkan Perubahan Cara Pemain Membaca Susunan Simbol Akibat Baris Tambahan
Sering Terjadi Kesalahpahaman Bahwa Transformasi Simbol Emas Mahjong Ways Menandakan Hasil Putaran Berikutnya
Perbandingan Tampilan Antara Mahjong Ways Dan Sekuelnya Dalam Menyajikan Informasi Fitur Di Layar Seluler Modern
Direkapitulasi Perjalanan Mahjong Ways Dari Tema Tradisional Menuju Industri Game Digital Modern
Tanpa Mencampurkan Dengan Peran Wild, Fungsi Scatter Mahjong Ways Dapat Dikenali Dalam Susunan Kemenangan
Penyelaman Mengungkap Perubahan Dan Makna Baru Dunia Baccarat Di Era Digital
Media Gaming Mengungkap Perjalanan Mahjong Ways 2 Dalam Menghadapi Perubahan Tren Industri Hiburan Digital
Baccarat Ditampilkan Dalam Catatan Perubahan Platform Media Gaming Masa Kini Yang Mengubah Cara Bermain
Pergeseran Media Modern Menjadikan Wacana Kasino Online Sebagai Sorotan Baru Masyarakat
Perubahan Gaya Platform Membawa Bakarat Digital Menjadi Sorotan Baru Dalam Percakapan Modern
Perkembangan Komunitas Mahjong Ways Digital Dorong Kebangkitan Popularitas di Indonesia
Tren Mahjong Ways Mobile Gaming Terbaru Hadirkan Kebangkitan Jadi Sorotan Utama
Kenapa Mahjong Ways Tetap Viral? Alasan Ini Bikin Kaget!
Fenomena Game Bertema Oriental Bangkit Kembali, Mahjong Ways Jadi Sorotan Utama
Strategi Mahjong Ways Tetap Digemari Di Tengah Persaingan Game Online Diungkap Media Digital
Transformasi Industri Mahjong Ways Digital Perjalanan Panjang Menuju Inovasi
Kebangkitan Platform Game Mahjong Ways dalam Era Perkembangan Digital
Meski Zaman Berubah, Mahjong Ways Tetap Favorit! Ini Rahasianya
Mahjong Ways Masih Jadi Perbincangan Hangat! Komunitas Gaming Ungkap Alasannya
Evolusi Mahjong Ways Dari Masa Ke Masa Yang Bikin Penasaran Diungkap Laporan Industri
Mahjong Ways Tetap Eksis! Ini Rahasia Bertahan di Tengah Persaingan Industri Game Ketat
Identitas Visual Mahjong Ways Bikin Penggemar Terpikat! Media Online Soroti Konsistensinya
Tren Digital Menggairahkan Lagi! Game Penghasil Uang Cepat Jadi Sorotan Publik
Kenapa Game Penghasil Uang Cepat Menarik Minat Pemain Indonesia? Ini Alasannya!
Benarkah Game Penghasil Uang Cepat Makin Diminati? Faktanya Mengejutkan!
Majestic Treasures Menarik Perhatian Komunitas Game Digital Lewat Pesona Khas dan Ragam Strategi Menarik
Mahjong Ways 2 Ramai Dibahas Lagi! Ini Dampak Besar pada Industri Game Digital Indonesia
Mahjongways Kasino Online Viral di Komunitas Game dan Mulai Disebut sebagai Sumber Penghasilan Baru
Mahjong Ways Kembali Jadi Sorotan! Penggemar Game Penghasil Uang di Indonesia Serbu
Game Penghasil Uang Mulai Dilirik Media Game Mobile di Tengah Pergeseran Tren Global