Rabu, 2 September 2026
Palu  

Wali Kota Ungkap Hasil Pemeriksaan Kejagung RI

PALU EKSPRES, PALU– Wali Kota Palu Hidayat secara terbuka menyampaikan hasil permintaan keterangan pihak Kejaksaan Agung (Kejagung) RI terkait polemik pembayaran jembatan IV atau jembatan kuning.

Hidayat mengaku dirinya beserta jajaran sebatas dipanggil untuk memberikan keterangan  sekaitan proses dan sumber dana pembayaran jembatan tersebut.

Sedikitnya menurut Hidayat, terdapat 16 pertanyaan yang diajukan pihak Kejagung. Namun intinya Kejagung ingin mendapat informasi terkait sumber dana dan penempatan pos anggaran pembayarannya.

“Kalau pembayarannya itu tidak dipersoalkan lagi oleh Kejagung. Tapi lebih kepada sumber dana dan pos penempatan anggaran,” ungkap Hidayat, Senin 19 Agustus 2019.

Terkait sumber dan penempatan pos anggarannya, Hidayat menjelaskan bahwa, sumber dana yang digunakan untuk pembayaran berasal dari sumber  dana lain-lain pendapatan daerah Pemkot Palu.

Hidayat menjelaskan Pemkot tidak dapat mengambil dari sumber dana alokasi khusus (DAK) maupun dana alokasi umum (DAU) yang notabene telah memiliki peruntukan masing-masing.

“Kalau DAK tidak mungkin karena kita melaksanakan pembangunan. Sementara DAU kita pakai untuk belanja pegawai. Makanya kita gunakan dana lain lain,”bebernya.

Anggaran pembayaran jembatan itu jelas Hidayat kemudian ditempatkan sebagai belanja modal.

“Tidak mungkin kita tempatkan sebagai belanja pegawai maupun belanja jasa,”jelasnya.

Selebihnya tambah Hidayat, pertanyaan yang mencuat adalah sekaitan kronologis putusan hukum  hingga akhirnya Pemkot harus terpaksa melakukan pembayaran.

Dalam kesempatan itu, Hidayat juga dengan tegas menyatakan tidak pernah menerima suap hingga melatari keputusan Pemkot Palu untuk membayar pokok hutang pembangunan jembatan tersebut.

“Isu suap ini yang sekarang sedang berhembus,” katanya.

Hidayat bahkan menyebut dirinya sudah berusaha untuk tidak melayani atau membuka komunikasi dengan pihak PT Global Daya Manunggal (GDM) terkait pembayaran pokok jembatan tersebut.

“Saya tidak pernah layani telepon dan pesan singkat dari pihak perusahan yang menyampikan prihal tagihan itu. Saat itu sayapun belum pernah bertemu dengan satupun pihak perusahaan,” paparnya.

Pertemuan dirinya dengan pihak PT GDM akhirnya terjadi pada sebuah kegiatan persemian pembangunan kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Hidayat mengaku tiba-tiba disodorkan dokumen tagihan itu oleh seorang bernama Nani yang belakangan ia ketahui adalah pihak PT GDM.

“Dari situpun saya tidak memberi persetujuan. Saat itu saya hanya memerintahkan inspektorat dan instansi terkait lainnya untuk mengkaji dokumen itu,” tandasnya.

Perlawanan demi perlawanan hukum pada dasarnya telah diupayakan agar Pemkot Palu saat itu tidak melakukan pembayaran poko hutang itu. Namun akhirnya terbit putusan Mahkamah Agung (MA) yang menguatkan putusan pengadilan negeri, yang memerintahkan Pemkot Palu harus membayar hutang itu. Putusan pengadilan negeri ini terkait dengan perintah eksekusi pembayaran yang diajukan pihak PT GDM  sebagaimana putusan BANI.

“Sebelum akhirnya dibayarpun, kami berkonsultasi ke semua pihak. Kepolisian, kejaksaan, BPK RI, bahkan pengadilan negeri,” pungkasnya.

Sementara itu Kepala Bagian Hukum Pemkot Palu, Romy menambahkan, pembayaran pokok hutang jembatan sebesar Rp14,9milyar lebih berawal dari adanya putusan Badan Arbitrase Nasional (BANI). Putusan ini memerintahkan Pemkot Palu membayar adanya eskalasi harga bahan bangunan jembatan. Meski sebenarnya Pemkot Palu sudah membayar ongkos pembangunan sesuai dalam kontrak.

Dalam putusan BANI disebutkan bahwa, Pemkot Palu tidak pernah memenuhi undangan sidang ditingkat BANI. Hingga akhirnya menerbitkan putusan tersebut.

“Saat itu Pemkot tidak bisa hadir karena tidak ada pos anggaran biaya perkara yang jumlahnya Rp200juta,”jelas Romy.

Disisi lain, Pemkot sudah berusaha menolak agar penyelesaian sengketa terkait pembayaran eskalasi harga tidak melalui sidang BANI. Sebaliknya Pemkot bersihkukuh agar sengketa itu diselesaikan melalui jalur pengadilan.

Namun belakangan yang ia ketahui, bahwa terjadi amandemen sekaitan dengan pola penyelesaian sengketa itu. Dalam amandemen itu, seolah olah Pemkot Palu sepakat untuk menyelesaikan sengketa melalui sidang BANI.

“Dari informasi ini mencuat bahwa ada pemalsuan tanda tangan yang seolah olah Pemkot sepakat menyelesaikan sengketa melalui jalur BANI,”demikian Romy.

Sementara itu Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kota Palu, Irmawati Alkaf menuturkan, pembayaran pokok hutang pada prinsipnya telah dikoordinasikan dengan BPK RI. Dengan catatan, Pemkot Palu diharuskan membuat pengakuan hutang.

“Karena jika tidak, maka BPK akan mendisclaimerkan opini laporan keuangan Pemkot Palu,”demikian Irmawati.(mdi/palu ekspres)

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam