Minggu, 9 Agustus 2026
Palu  

Hidayat Jamin Keamaman Warga Papua di Palu

PALU EKSPRES, PALU– Wali Kota Palu Hidayat menyebut warga rantau asal Papua telah menjadi bagian dari keluarga masyarakat di Kota Palu. Karenanya wajib bagi semua pihak untuk menjaga keamanan mereka.

Hidayat menyebut, budaya masyarakat Lembah Palu sangat menjunjung tinggi nilai toleransi terhadap siapapun.  Tanpa memandang, suku agama dan ras.

“Selama darahnya masih merah, berarti mereka masih keluarga kita. Mereka harus kita hargai dan kita jaga,”kata Hidayat, dalam kegiatan silaturrahim mahasiswa Papua, Jumat malam, 30 Agustus 2019 di kediamannya.

Pemerintah, tokoh agama dan lembaga adat menurut dia punya komitmen untuk menjaga keamanan masyarakat. Siapapun dia. Hidayat menjelaskan, ini juga menjadi bagian dari komitmen pembentukan kelembagaan Dewan Adat Kota Palu.

“Lembaga adat berperan menjaga nilai toleransi, kekeluargaan dan gotong royong. Karena menurut saya ini kunci merawat kerukunan masyarakat di Kota Palu,”jelasnya.

Untuk merekatkan persaudaraan, pihaknya akan mendorong kesenian tradisional Papua untuk menjadi bagian dalam kesenian kolaborasi etnik sangu patuju. Penampilan kolaborasi etnik ini rencananya akan digelar dalam sebuah pertunjukan seni.

“Sangu patuju adalah satu tujuan. Sebelumnya dalam kolaborasi etnik itu sudah ada kesenian Tionghoa, Bali, Kaili dan Arab. Nah kita akan masukkan kesenian Papua di dalamnya,”ucapnya.

Silaturrahim yang digelar sederhana di kediaman Wali Kota Palu, juga dihadiri dewan adat Kota Palu dan Barisan Anshor Serbaguna (Banser) serta pengurus Forum Komunikasi Pemuda Kaili (FKPK).

Keemudian puluhan mahasiswa asal Papua dan Papua Barat yang saat ini tercatat mahasiswa di sejumlah perguruan tinggi di Kota Palu.

Ketua Afirmasi Mahasiswa Papua dan Papua Barat, Sony Barabas kepada wartawan mengaku, sejauh ini dia dan kawan-kawannya dari Papua merasa sangat aman tinggal di Kota Palu. Dalam lingkungan Kampus pun menurutnya tidak pernah sekalipun mendapat perlakuan rasis dari teman-temannya.

Sejak tahun 2017, jumlah mahasiswa asal Papua di Kota Palu sebanyak 42 orang. Mereka tersebar di beberapa kampus di Kota Palu. (mdi/palu ekspres)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital