Minggu, 9 Agustus 2026
Opini  

Esensi Pindah Ibukota Negara dan Respon Sulteng

HASANUDDIN  ATJO

Oleh Hasanuddin Atjo (Kepala Bappeda Provinsi Sulteng)

PRESIDEN Joko Widodo tanggal 29 Juli 2019 melalui Menteri Bappenas Bambang Brodjonegoro, saat membuka acara pembahasan RPJMN 2020-2024 di Surabaya menetapkan Kalimantan menjadi Ibukota Negara yang baru. Lokasi Ibukota mengerucut kepada dua pilihan yaitu, bukit Soeharto di Kalimantan Timur atau gunung Emas di Kalimantan Tengah. Dari kajian yang dilakukan Bappenas menyimpulkan bahwa Kalimantan Timur memiliki kelemahan yang paling sedikit. Namun pastinya, akan disampaikan sendiri oleh Jokowi pada bulan Agustus 2019 ini.

Indonesia Sentris dan Disparitas

Pindah Ibukota telah diwacanakan Jokowi beberapa bulan sebelum pelaksanaan Pilres tahun 2019. Sejumlah pengamat berpendapat secara politis keputusan di waktu itu tidak menguntungkan, karena bisa mempengaruhi wajib pilih untuk
kemudian meninggalkan Jokowi. Namun, Jokowi lebih mengedepankan kepentingan yang lebih besar.

Ada dua esensi atau makna penting yang tersirat kenapa Ibukota harus pindah ke luar Jawa. Pertama, Jokowi ingin membangun semangat Indonesia Sentris, yang tujuannya menghilangkan mindset “Java Sentris” yang sebelumnya cukup tajam sebagai pembeda dan dipandang menjadi salah satu faktor penghambat percepatan dan pemerataan. Kedua, menekan disparitas pertumbuhan ekonomi antarwilayah yang selama ini masih sangat timpang.

Data menunjukkan PDB Indonesia di tahun 2018 sekitar 14.100 triliun rupiah. Kontribusi PDRB Pulau Jawa terhadap PDB nasional sebesar 58,61 persen; Sumatra 21,54 persen; Kalimantan 8,05 persen; Sulawesi 6,20 persen; Bali dan Nusatenggara 3,06 persen serta ; Maluku dan Papua hanya 2,54 persen.

Padatnya penduduk di Jawa, minimnya cadangan air, tingginya cemaran lingkungan, rawan bencana banjir dan potensi gempa yang tinggi hanya menjadi penguatan alasan pindahnya ibukota itu. Jokowi sadar betul bahwa modal dasar terwujudnya pemerataan pembangunan adalah terbangunnya semangat dan frekuensi yang sama diantara stakeholders.

Harapan kita semua semangat Indonesia sentris dapat segera terwujud guna menciptakan Indonesia yang Inovatif, tumbuh dan maju bersama untuk Indonesia Hebat tahun 2050.
Kesejahteraan yang akan dicapai saat itu sangat spektakuler karena menempatkan Indonesia di urutan ke-4 dunia setelah China, India, dan Amerika Serikat dengan PDB 10.5 triliun US$ dari 1 triliun US$ di tahun 2018. Pendapatan per kapita mendekati 500 juta rupiah dari 59 juta rupiah di tahun 2018.

Patut Dicontoh Pemimpin Daerah

Kepeminpinan yang dutunjukkan Jokowi untuk kepentingan yang lebih besar, tidak lagi membedakan suku, bangsa dan “warna” dapat menjadi tauladan bagi seluruh pemimpin di Daerah. Lahirnya pemimpin daerah yang berkarakter Indonesia sentris dan sekaligus sebagai transformator menjadi landasan terwujudnya Indonesia Hebat.

Namun ini semuanya berpulang kepada bagaimana sikap dan peran tiga aktor yang terlibat terhadap lahirnya pemimpin daerah melalui proses Pilkada. Partai pengusung, masyarakat pemilik hak suara, dan lembaga penyelenngara pilkada juga harus memiliki semangat dan kemauan yang sama melahirkan pemimpin daerah berkarakter Indonesia sentris dan transformator di Pilkada 2020 dan 2022. Bila tidak, maka harapan menjadi Indonesia hebat tinggal kenangan dan catatan sejarah untuk diratapi generasi penerus.

Jokowi dan Ma’ruf Amin tidak dapat bekerja sendiri. Pemerintah Pusat hanya berperan sebagai pengarah dan pengendali. Di saat sebagai pengarah akan berada di “anjungan” untuk meneropong jauh ke depan dan di saat sebagai pengendali akan berada di “buritan”. Demikian halnya dengan kedudukan Pemerintah Provinsi terhadap Kabupaten-Kota. Filosofi ini harus senafas- selaras direncanakan dan dikerjakan oleh Pemerintah Pusat dan Daerah.

Sulawesi Tengah Jembatan Penghubung

Sulawesi Tengah sangat diuntungkan dengan pindahnya Ibukota ke Kalimantan, khususnya wilayah bagian barat yaitu Palu, Donggala, Tolitoli dan Buol, karena berhadapan langsung dengan ibukota Negara itu. Wilayah kecamatan Tambu kabupaten Donggaka berada di Selat Makassar dan segaris dengan lokasi Ibukota baru. Selanjutnya wilayah Kecamatan Kasimbar, Kabupaten Parigi Moutong di Teluk Tomini juga segaris dengan Kecamatan Tambu, dan hanya dipisahkan oleh daratan yang lebar terpendeknya sekitar 18 km. Posisi geografis seperti ini menjadi pilihan untuk membangun “Tol Tambu-Kasimbar”. Tol ini nantinya berperan menghubungkan selat Makassar-teluk Tomini, menghubungkan ALKI II dan ALKI III.

Karena itu Sulawesi Tengah harus mengambil peran sebagai jembatan penghubung Ibukota Negara di Kalimantan dengan wilayah di Timur Indonesia melalui integrasi moda transportasi laut dan darat. Skenarionya, dari ibukota Negara kendaraan dapat diangkut dengan kapal fery menuju pelabuhan Tambu. Selanjutnya kendaraan bergerak menuju pelabuhan Kasimbar melalui Tol Tambu-Kasimbar.

Dari Pelabuhan Kasimbar kendaraan diangkut menggunakan fery ke wilayah timur, Maluku, Maluku Utara dan Papua. Demikian pula sebaliknya dari wilayah di Timur ke Ibukota Negara. Manfaat yang akan diperoleh kalau gagasan ini dapat direalisasikan, diantaranya menurunnya cost logistik sampai 40% dibanding bila melalui jalur laut reguler (mengitari Manado atau Makassar).

Tumbuhnya perekonomian di beberapa wilayah seperti teluk Tomini, teluk Tolo, selat Makassar dan laut Sulawesi serta wilayah Aru dan Banda. Juga memudahkan akses bagi kepentingan pertahanan keamanan, khususnya mobilasi peralatan tempur darat.

Grand Desain

Gagasan besar ini tentunya harus termuat dalam dokumen perencanaan RPJMN 2020-2024 yang pemanasannya sudah di mulai di Surabaya untuk Jawa dan Bali. Selanjutnya pertemuan regional Sulawesi akan dimulakan di Manado tanggal 5 – 6 Agustus 2019. Kesemuanya ini harus diperjuangkan bersama oleh Pemerintah Daerah, wakil rakyat di daerah dan pusat, termasuk DPD.

Grand desain sebagai Jembatan Penghubung serta interkoneksi dan antarkoneksi wilayah sudah harus dipersiapkan dan teranggarkan di tahun 2020. Dalam grand desain itu akan tergambar bagaimana Sulawesi Tengah berperan sebagai jembatan penghubung; bagaimana pengembangan KEK Palu dan KI, Morowali, dan pengembangan industri pracetak galian C Palu; pengembangan sektor Pertanian, Perikanan, Kehutanan dan Pariwisata dengan pendekatan Industrialisasi; pengembangan Infrastruktur dasar seperti jalan, pelabuhan laut, bandara perintis, listrik dan air bersih serta infrstruktur penunjang lainnya; meningkatkan status bandara Mutiara Sis Aljufri menjadi bandara Internasional sebagai dukungan pengembangan pariwisata; menjadikan Sulawesi Tengah sebagai Pusat Studi Kegempaan; serta mengembangkan SDM melalui pendidkan vokasi modern pada sektor unggulan; serta rancangan beberapa program lainnya yang dianggap penting. Semoga***

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital
Pendekatan Baru Dalam Pengelolaan Platform Permainan Daring Modern Terbentuk Dari Blockchain Dan Big Data
Skalabilitas Game Online Di Tengah Pertumbuhan Pengguna Digital Global Didukung Infrastruktur Cloud Native
Transparansi Ekosistem Game Online Berbasis Teknologi Masa Kini Didukung Blockchain Modern Dan Smart Contract
Ekosistem Game Modern Yang Lebih Terhubung Terbentuk Dari Integrasi Internet Of Things Dan Artificial Intelligence
Industri Game Modern Menyesuaikan Layanan Dengan Perubahan Perilaku Digital Berkat AI Berbasis Prediksi
Performa Game Multiplayer Meningkat Melalui Teknologi Edge Computing Dengan Pemrosesan Data Lebih Cepat
Platform Game Multiplayer Mengantisipasi Ancaman Siber Lebih Efektif Berkat Cyber Intelligence Modern
Pengembangan Game Modern Menjadi Lebih Fleksibel Dan Adaptif Berkat Artificial Intelligence Berbasis Cloud
Transformasi Digital Perusahaan Skala Kecil Dan Menengah Dipercepat Melalui Pengembangan Aplikasi Low Code
Visibilitas Konten Pada Google Discover Meningkat Secara Organik Berkat Strategi Search Engine Optimization