PALU EKSPRES, PALU– PT. Telkom Wilayah Telekomunikasi (Witel) Sulawesi Tengah di triwulan III ini kembali menyalurkan dana bantuan bagi 16 mitra binaannya di Kota Palu, Sulawesi Tengah, Senin (23/9/2019). Total dana yang disalurkan kali ini Rp300 Juta.
Sebelumnya, pada triwulan (TW) I pada tahun yang sama, PT Telkom Witel Sulteng juga telah menyalurkan dana Rp300 juta kepada 9 mitra binaan CDC dan RKB Telkom. Selanjutnya pada triwulan (TW) II, PT Telkom Witel Sulteng juga telah menyalurkan dana Rp300 juta kepada 10 mitra binaan CDC dan RKB Telkom. Dengan demikian, hingga TW III 2019 ini, total dana yang telah disalurkan perusahaan plat merah ini dalam bentuk dana bergulir kepada 35 mitra binaannya di Sulteng sebesar Rp900 juta.
“Jumlah penerima dana bergulir dari Telkom di Sulteng TW III ini meningkat,” kata General Manager PT Telkom Witel Sulawesi Tengah, Ichwan Muhammadiyah pada seremoni penyaluran program kemitraan dan pembekalan calon mitra binaan Telkom Witel Sulteng-Palu, Senin (23/9/2019), di Rumah Kreatif Telkom Witel Sulteng, Kota Palu.
Ichwan mengatakan, kucuran dana bergulir yang paling besar pada TW III ini, terserap di sektor jasa. Total dana yang dikucurkan adalah Rp 145 Juta bagi 5 mitra binaan, selanjutnya di sektor industri sebesarRp 87 Juta bagi 8 mitra binaan, dan terakhir sektor dagang sebesar Rp 67 juta bagi 3 mitra binaan.
Adapun pola pengembaliannya kata Ichwan, PT. Telkom memberikan kelonggaran untuk mengangsurnya dengan tenor maksimal 24 bulan atau 2 tahun. Kalaupun mitra binaan merasa sanggup untuk mengangsurnya di bawah 2 tahun, PT Telkom tetap akan memberikan kelonggaran.
“Seumpanya ada yang bisa mengembalikan dalam jangka waktu satu tahun saya rasa itu juga sangat bagus,” ujarnya berseloroh saat menandatangani dokumen kerjasama secara simbolis yang diwakili salah seorang perwakilan mitra binaan PT. Telkom.
Adapun kriteria calon mitra binaan Telkom tambahnya, adalah warga yang memiliki usaha, misalnya dalam bentuk UKM yang sudah berjalan. “Jadi kita sangat ketat saat mengassesment calon mitra binaan, jangan sampai terjadi calon mitra binaan tidak memiliki usaha.
Menurut Ichwan, mengapa pihak PT Telkom memberlakukan kriteria yang ketat untuk menjadi calon mitra binaan. Sebab, ketika dana bergulir tersebut mandek di salah satu mitra binaan, secara kolektif akan mempengaruhi penerima manfaat berikutnya. Terlebih lagi, jumlah dana yang dialokasikan pada tahun berikutnya untuk para mitra, akan berkurang. Karena persentasi pengembalian dana bergulir tersebut menjadi indikator kinerja terhadap layak tidaknya jumlah dana bergulir ditambah di suatu daerah.
Pada kesempatan tersebut, juga dilaksanakan kegiatan pembekalan bagi 16 mitra binaan berupa pendidikan karakter yang disampaikan oleh Sekretaris Forum CSR Sulteng, H. Mansur Baadi, SE.
Mansur Baadi mengatakan, kunci utama untuk meraih kesuksesan adalah pada kejujuran.
“Jika anda berpegang teguh pada kejujuran, itu berarti anda mempersiapkan diri anda untuk sukses,” ujarnya.
Berdasarkan hasil penelitian kata Direktur Eksekutif Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sulteng ini, kesuksesan seseorang itu bukan didasari faktor kecerdasan. Betapa banyak orang yang memiliki tingkat kecerdasan di atas rata-rata, namun dalam karirnya tidak terlihat begitu sukses. “Kecerdasan itu menempati urutan ke-30 sebagai faktor pendukung kesuksesan seseorang,” katanya.
Sekaitan dengan sifat jujur tersebut tambahnya, para mitra binaan PT. Telkom ini tentunya juga harus memegang teguh sifat jujur tersebut. Karena dengan sifat jujur itu, berarti para mitra binaan Telkom sudah mempersiapkan dirinya untuk sukses. (fit/palu ekspres)






