Sabtu, 15 Agustus 2026
Opini  

SALAM GENRE, Riwayatmu Dulu…….

IMG-20191027-WA0090

Oleh Yunus Patriawan Noya

Oktober 2009 adalah fase yang mempunyai tempat tersendiri dalam lintasan sejarah pengelolaan program Kependudukan Keluarga Berencana Dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) khususnya program untuk remaja.
Dengan mengambil momentum hari sumpah pemuda, bulan oktober 2009, Kepala BKKBN masa itu Dr.dr Sugiri Syarief MPA ( alm), meluncurkan tagline baru program untuk remaja dengan frasa “GenRe ” akronim dari Generasi Berencana. Melalui televisi nasional maupun lokal dan selanjutnya diikuti dengan pemasangan media luar ruang yang di awali di jalan Gatot Subroto Jakarta, dengan isi pesan ” Saatnya Yang Muda Yang Berencana”, secara perlahan namun pasti, kampanye GenRe mulai mendapat tempat di hati kalangan remaja maupun kalangan pengamat/pegiat remaja, pendidik , orang tua bahkan masyarakat umum. Bak bola salju,tagline GenRe terus bergulir dan makin berkembang seiring dengan kemajuan zaman. Berbagai kegiatan di tampilkan yang dirancang sedemikian rupa, dari yang berskala lokal hingga nasional. Dari yang sifatnya sederhana murah meriah hingga bentuk lomba yang “wah”, ditampilkan di arena program KKBPK .

Ujicoba Media

Menelisik lahirnya tagline GenRe, diawali dengan diskusi sekaligus pengarahan Kepala BKKBN, Dr.dr. Sugiri Syarief MPA (alm) dengan penulis sebagai Humas BKKBN pada awal tahun 2009 tentang pentingnya pengembangan dan penajaman isi pesan KIE untuk remaja.

Diskusi tersebut berangkat dari data hasil Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) satu dasawarsa terakhir yakni 1997 sampai dengan 2007, nampak jelas bahwa trend median usia kawin pertama wanita di Indonesia terus meningkat .

Tahun 1997 adalah 18,6 tahun, meningkat menjadi 19,2 di tahun 2002/2003. Kemudian meningkat lagi menjadi 19,8 tahun pada SDKI 2007.

Deretan angka-angka tersebut, meski cukup menggembirakan, namun perlu langkah strategis dengan formula yang tepat untuk menggalakkan kampanye penundaan usia kawin pertama dikalangan remaja. Mengingat bahwa antara tahun 2020 – 2035 Indonesia akan menikmati Bonus Demografi. Yakni satu kondisi dimana angka ketergantungan berada pada level terendah. Dan setiap negara hanya sekali menikmati Bonus Demografi.

Pada kesempatan terakhir diskusi tersebut alm. Dr.dr.Sugiri Syarief MPA, meminta kepada penulis untuk mempelajari model difusi innovasi yang dikembangkan oleh Everest M.Rogers, yang banyak di gunakan sebagai pendekatan dalam komunikasi pembangunan terutama di negara negara berkembang.

Difusi yang didefinisikan sebagai proses dimana suatu innovasi dikomunikasikan melalui saluran tertentu dalam jangka waktu tertentu diantara para anggota suatu sistem sosial.

Berbekal hasil diskusi itu, penulis mulai menyusun dan mengembangkan konsep isi pesan KIE untuk remaja. KIE remaja untuk pendewasaan usia kawin, secara konseptual berada dalam ranah Penyiapan Kehidupan Berkeluarga bagi Remaja (PKBR).

Menjawab tantangan Kepala BKKBN untuk melakukan inovasi penajaman dan pengembangan isi pesan KIE remaja, mulai penulis kembangkan dengan berpedoman pada konsep P Proses.

Setelah melalui tahap analisis bersama semua Kasubdit lingkup Direktorat Advokasi dan KIE masa itu, yakni Freddy Aritonang, Andy Ismoyo dan Utoko, konsep KIE PKBR dikonsultasi kepada Direktur Remaja BKKBN masa itu, almarhum Drs. Masri Muadz, MSc, dan selanjutnya memasuki tahap uji coba atau media pretesting.

Ujicoba media dilakukan diberbagai segmen remaja. Baik melalui jalur sekolah maupun jalur organisasi seperti pramuka, remaja masjid dan perorangan. Dengan menggunakan pendekatan Fokus Group Diskusi (FGD), isi pesan KIE remaja untuk pendewasaan usia kawin dengan memasarkan konsep PKBR, mendapat banyak tanggapan.

Bentuk tanggapan para remaja cukup bervariasi, namun yang paling berkesan adalah permintaan siswa dari Perguruan Cikini( Percik) agar BKKBN mencari tagline yang tepat dan bernuansa remaja, yang dalam logat anak jakarta “cari dong tagline yang gue buanget” kita ini lagi menikmati masa remaja, kita kan belom mo kawin.Ungkap mereka menanggapi tagline PKBR yang kami kembangkan.

GenRe Trendsetter Baru.

Pasca uji coba media, penulis berupaya mencerna dan mencermati masukan dari siswa Percik tentang tagline yang gue buanget, membuat penulis harus berpikir keras menemukan jawabnya.

Pada suatu kesempatan dimana penulis sedang nongkrong mencari inspirasi, tiba-tiba sekumpulan anak muda yang juga sedang bersantai menyatakan bahwa, saat ini genre musik mahasiswa makin mengarah ke jazz.

Dialog anak muda tentang GenRe musik ,terus terngiang dan akhirnya penulis sampai pada kesimpulan bahwa KIE PKBR, akan dikemas dengan tagline GenRe, akronim dari Generasi Berencana yang diharapkan dapat menjadi trendsetter baru BKKBN, sebagaimana artikel penulis yang dikemas dalam bentuk kalimat bertutur dan dimuat di Majalah Jurnal Keluarga BKKBN Tahun 2009.

Dipilihnya frasa GenRe karena penulis beranggapan sangat akrab dikalangan remaja/anak muda, juga sebagai implementasi pendekatan adolescents Friendly (ramah remaja) sehingga diharapkan proses penetrasinya akan lebih mudah dan cepat.

Setelah berdiskusi dengan Andy Ismoyo dan Freddy Aritonang, disepakati bahwa tagline GENRE di sesuaikan penulisannya dengan selera remaja menjadi GenRe yang benar-benar adolescent friendly.

Sebelum tagline GenRe di masyarakatkan, penjelasan diinternal BKKBN dilakukan untuk kesamaan persepsi. Bahwa GenRe bukan menggeser PKBR, tetapi GenRe adalah kemasan kampanye, yang substansinya PKBR. Dengan pesan inti pendewasaan usia kawin dan pesan pendukung triad kesehatan reproduksi yang meliputi tidak seks bebas, tidak narkoba dan hindari HIV/Aids.

Seiring perjalanan waktu, konsep tagline GenRe, disetujui oleh Kepala BKKBN alm. Dr.dr Sugiri Syarief MPA, untuk di masyarakatkan. Diawali dengan produksi Public Service Anouncement, dan diikuti oleh media kampanye lain dan kegiatan-kegiatan operasional hingga saat ini.

GenRe untuk semua

Diakhir tulisan ini, penulis ingin melawan lupa bahwa, pada awal konsep GenRe disetujui, luasan kampanyenya harus menjangkau semua segmen remaja, maupun orang tua yang memiliki remaja.

Jadi kampanye GenRe untuk semua, termasuk remaja penyandang disabilitas.

Ada dua hal yang diusulkan dan menjadi catatan khusus untuk disikapi lebih lanjut. Pertama membuat media dengan huruf Braille, tentang Kesehatan Reproduksi Remaja, agar kampanye GenRe dapat menjangkau semua remaja tanpa kecuali.

Kedua mengusulkan pembentukan organisasi sejenis kaukus atau assosiasi dikalangan pemerintah daerah kabupaten/kota peduli GenRe. Terutama bagi daerah-daerah yang perlu penanganan remaja melalui pendekatan GenRe dalam menyongsong masa depan sebagai pribadi yang matang.

Akhirnya memang harus diakui, bahwa kampanye GenRe penting dilaksanakan secara massive lintas sektor agar masalah yang dihadapi dapat terjawab dengan baik dan konfrehensif. Dengan semangat kebersamaan, seperti semboyan Henry Ford pendiri pabrik otomotif Amerika ternama, “Datang bersama adalah permulaan, tetap bersama adalah proses, berpikir bersama adalah keutuhan, bekerja bersama adalah keberhasilan”. Salam GenRe.

Jakarta medio Oktober 2019
Penulis.

IMIP - Dirgahayu RI
Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital
Pendekatan Baru Dalam Pengelolaan Platform Permainan Daring Modern Terbentuk Dari Blockchain Dan Big Data
Skalabilitas Game Online Di Tengah Pertumbuhan Pengguna Digital Global Didukung Infrastruktur Cloud Native
Transparansi Ekosistem Game Online Berbasis Teknologi Masa Kini Didukung Blockchain Modern Dan Smart Contract
Ekosistem Game Modern Yang Lebih Terhubung Terbentuk Dari Integrasi Internet Of Things Dan Artificial Intelligence
Industri Game Modern Menyesuaikan Layanan Dengan Perubahan Perilaku Digital Berkat AI Berbasis Prediksi
Performa Game Multiplayer Meningkat Melalui Teknologi Edge Computing Dengan Pemrosesan Data Lebih Cepat
Platform Game Multiplayer Mengantisipasi Ancaman Siber Lebih Efektif Berkat Cyber Intelligence Modern
Pengembangan Game Modern Menjadi Lebih Fleksibel Dan Adaptif Berkat Artificial Intelligence Berbasis Cloud
Transformasi Digital Perusahaan Skala Kecil Dan Menengah Dipercepat Melalui Pengembangan Aplikasi Low Code
Visibilitas Konten Pada Google Discover Meningkat Secara Organik Berkat Strategi Search Engine Optimization
Menekan Spin Delay Is The Key Dengan Irama Tidak Teratur 2 Detik, 5 Detik, 8 Detik Bisa Membingungkan Randomizer Atau Hanya Ritual Ocd Saja
Masa Depan Hiburan Digital Interaktif Dibahas Melalui Perpaduan Teknologi Dan Narasi Pada Wild Bounty Showdown
Inovasi Seotda Baccarat Dari Pragmatic Play Menggabungkan Budaya Korea Dan Format Baccarat Modern Di Tahun 2026
Infrastruktur Game Digital Lebih Siap Menghadapi Gangguan Berkat Cyber Resilience Architecture
RTP Mahjong Scatter Hitam Pragmatic Play Hadir Nonstop 24 Jam Berkat Inovasi Teknologi AI Terbaru
Mahjong Ways Dioptimalkan Dengan Grafis Engine HTML5 Dan Kecepatan Respons Antarmuka Pengguna
Mahjong Ways Menjelaskan Mekanisme Perhitungan Kombinasi Kemenangan Dari Kiri Ke Kanan
Infrastruktur Digital Menjaga Stabilitas Performa Meskipun Beban Sistem Terus Meningkat
Data Historis Menjadi Dasar Pengembangan Algoritma Prediktif Generasi Terbaru
Literasi Risiko Menjadi Penting Seiring Pertumbuhan Investor Pasar Modal Indonesia
Tampilan Visual Ikonik Scatter Hitam Menjadi Sorotan Utama Dengan Sensasi Misteriusnya
Target Maxwin Diraih Melalui Strategi Menjaga Ketahanan Modal Harian
Fondasi Utama Meraih Hasil Maxwin Secara Bertanggung Jawab Adalah Ketenangan
Fenomena Hasil Maxwin Terencana Diraih Dengan Kunci Utama Mengendalikan Keputusan Terburu-Buru
Pengalaman AI dan Visual Interaksi Meja Siaran Paling Jernih Dihadirkan Oleh Live Kasino
Ritme Pengalaman Menikmati Hiburan Studio Tanpa Bepergian Dihadirkan Live Kasino
Arsitektur Grafis Digital Pragmatic Play Diakui Kekuatannya Oleh Banyak Pihak
Ulasan Tema Petualangan Menegangkan Dari Pragmatic Play Disambut Hangat Oleh Penggemar
Desain Karakter Menghibur Dari Pragmatic Play Selalu Menunjukkan Kreativitas Yang Relevan
Elemen Scatter Hitam Selalu Menggoda Dengan Pesona Tampilan Ikonik Yang Misterius