Minggu, 9 Agustus 2026

Penduduk Bekerja di Sulteng Turun, Banyak Tenaga Kerja Dirumahkan

PALU EKSPRES, PALU– Laporan BPS menyebutkan jumlah angkatan kerja di Sulawesi Tengah pada Agustus 2019 mengalami penurunan sebanyak 16,41 ribu orang dibanding periode yang sama di tahun sebelumnya.
Penurunan tersebut karena jumlah angkatan kerja di Sulawesi Tengah pada Agustus 2019 sebanyak 1,49 juta orang, sedangkan pada periode yang sama pada 2018 sebanyak 1,502 Juta.
“Komponen pembentuk angkatan kerja adalah penduduk yang bekerja dan pengangguran,” kata Kepala BPS Sulteng Faisal Anwar pada paparan press rilis BPS, Selasa (5/11/2019).
Adapun penduduk yang bekerja pada Agustus 2019 sebanyak 1,44 juta orang, sedangkan pada periode yang sama tahun sebelumnya 1,451 Juta orang. Sehingga, juga terjadi penurunan sebanyak 11,73 ribu orang.
Menurut Faisal, beberapa hal yang menyebabkan kondisi turunnya penduduk yang bekerja adalah tenaga kerja yang dirumahkan oleh beberapa perusahan karena tidak adanya kegiatan produksi. Selain itu, bergesernya penduduk bekerja dengan status pekerja keluarga/tidak dibayar yang sebagian besar membantu disektor pertanian berpindah ke kegiatan mengurus rumah tangga.
“Sementara itu jumlah pengangguran sebanyak 46,80 ribu orang, juga mengalami penurunan sekitar 4,68 ribu orang dibanding setahun yang lalu,” ujarnya.
Selain jumlah angkatan kerja menggalami penurunan, tingkat partisipasi angkatan kerja (TPAK) pada Agustus 2019 juga mengalami penurunan jika dibandingkan dengan Agustus 2018. TPAK pada Agustus 2019 tercatat sebesar 67,59 persen, turun 1,93 persen poin dibanding setahun yang lalu.
“Penurunan TPAK memberikan indikasi adanya penurunan potensi ekonomi dari sisi pasokan (supply) tenaga kerja,’ katanya.
Sementara jika melihat TPAK berdasarka jenis kelamin kata Faisal, tingkat partisipasi angkatan kerja laki-laki sebesar 84,22 persen, sementara TPAK perempuan hanya 50,32 persen. Dibandingkan kondisi setahun yang lalu, TPAK laki-laki turun 0,3 persen poin dan TPAK Perempuan juga mengalami penurunan sebesar 3,6 persen poin.
Faisal juga menjelaskan tingkat pengangguran terbuka di Sulteng. Menurutnya, tingkat pengangguran terbuka pada Agustus 2018 sebesar 3,43 ribu orang, sedangkan pada Agustus 2019 sebanyak 3,15 ribu oang. Artinya, teerjadi penurunan sebesar 0,28 persen poin.
Jika dilihat dari tingkat pendidikannya tambahnya, tingkat pengangguran terbuka pada Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) paling tinggi diantara tingkat pendidikan lain, yaitu sebesar 7,24 persen, kemudian diikuti oleh Diploma I/II/III sebesar 5,65 persen.
Dengan kata lain, ada penawaran tenaga kerja yang lebih terutama pada tingkat pendidikan SMK dan Diploma I/II/III.
“Mereka yang berpendidikan rendah, cenderung mau menerima pekerjaan apa saja, dapat dilihat dari TPT untuk pendidikan SD ke bawah memiliki nilai paling kecil diantara semua tingkat pendidikan yaitu sebesar 1,60 persen,” ujarnya. (fit/paalu ekspres)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital