Sabtu, 8 Agustus 2026
Palu  

Memadukan Ketepatan dengan Percepatan untuk Sulteng Hebat

PALU EKSPRES–  Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sulawesi Tengah Dr. Hasanuddin Atjo mengatakan di Jepang ada dua jalur rel kereta api. Yang pertama adalah jalur cepat di bawah 200 kilometer per jam. Dan, kedua jalur super cepat dan dinamakan Shinkansen atau “Kereta Peluru” karena kecepatannya mencapai 320 km per jam.

Menurut Atjo, teknologi Shinkansen dimulakan pada 1964 bertepatan dengan olympiade Jepang. Kini Shinkansen mendominasi transportasi darat di Jepang dengan jumlah pengguna per hari mencapai 3,5 juta orang.

Rombongan JICA Training Indonesia pada Rabu (6/11/2019) sore waktu setempat berangkat dari Tokyo menuju Sendai ibu kota dari Prefektur Miyagi menumpang kereta api super cepat tersebut. Rombongan JICA ini dalam rangka  studi banding bersama beberapa OPD di wilayah bencana Palu, Sigi dan Donggala (Pasigala) ke  Jepang, 5 hingga 14 November 2019.
“Prefektur kalau di Indonesia disebut provinsi,” ujar Atjo dihubungi dari Palu, Kamis (7/11/2019).

Sendai kata Atjo terletak di bagian utara Jepang, merupakan kota terbesar yang berada di daerah Tohoku, serta kota terbesar ke dua di utara Tokyo. Penduduknya berjumlah 1.030.000 jiwa (2005).

Jarak Tokyo- Sendai kata Atjo, sekitar 350 kilometer dan ditempuh dalam waktu 90 menit. Di Sendai akan dilihat bagaimana pemerintahan dan masyarakatnya membangun kembali Kota Sendai dari bencana gempa bermagtitudo 9.0 yang terjadi di tahun 2011.

“Sendai merupakan daerah dekat pusat gempa dan tsunami yang mengalami kerusakan terparah,” ujar Atjo.

Atjo menambahkan negeri China mulai mengembangkan teknologi jalur rel kereta api super cepat ini di tahun 2007 dan kini menjadi pesaing Jepang. Dari catatan sejarah kecelakaan fatal kereta api super cepat di Jepang belum pernah terjadi dengan ketepatan waktu yang tinggi. Sedangkan di China, prestasinya terkait dengan hal itu masih di bawah Jepang.

Dari fakta-fakta tersebut lanjutnya, bisa ditarik sesuatu kesimpulan bahwa Jepang unggul dalam keteraturan dan China dalam percepatan.

“Kalau dua kenggulan ini disatukan niscaya bisa lebih dasyat lagi. Menjadikan Sulteng bangkit, Sulteng Hebat gabungan dua keunggulan itu bisa sebagai referensi,” ujarnya.

“KERETA KUDA” SISTEM PEMERINTAHAN JEPANG

Jepang dipimpin oleh seorang Perdana Menteri yang dipilih oleh DPR. Ditingkat daerah dipimpin oleh gubernur dan bupati yang dipilih oleh rakyat melalui pesta demokrasi seperti Indonesia. Anggota DPR pusat dan daerah juga dipilih oleh rakyat.

Menurut Hasanuddin Atjo, pemeritahan di Jepang relatif miskin struktur namun kaya fungsi, sehingga diperlukan kualitas SDM dengan standar tertentu.

Pada kondisi tertentu misalnya, luas wilayah yang besar, jumlah penduduk yang tinggi, pendapatan daerah yang besar kewenangan penuh diberikan kepada daerah baik di tingkat provinsi maupun di kabupaten/kota oleh pemerintah di atasnya.

“Simpelnya, pada kasus tertentu provinsi ditarik oleh kabupaten/kota yang maju dan pemerintah provinsi menarik kabupaten yang belum maju,” kata Atjo.

Ia mengatakan perencaanaan dilakukan bersama dan provinsi juga memberikan dananya ke kabupaten kota. Pola di Jepang ini tentunya dapat menjadi referensi bagi Indonesia kemungkinan untuk menerapkannya.

(fit/palu ekspres)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital