PALU EKSPRES, PARIGI- Dinas Ketahanan Pangan dan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Parigi Moutong menggelar Festival Pangan Lokal Beragam, Bergizi Seimbang dan Aman (B2SA), berlangsung di Kelurahan Loji, Kecamatan Parigi, Senin, 11 November 2019.
Dalam kegiatan festival itu juga digelar lomba cipta menu seperti, olahan ikan Katombo, diikuti perwakilan 23 Kecamatan se-Kabupaten Parigi Moutong.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Parimo, dr Agus Suryono Hadi mewakili Bupati saat membuka kegiatan tersebut mengatakan, dengan adanya pemenuhan ketahanan pangan maka akan memberikan manfaat secara adil dan merata sesuai kedaulatan, dan kemandirian.
Dia mengatakan, untuk menyambut Hari Pangan Sedunia (HPS) 2020 di Kabupaten Parigi Moutong, Ketahanan Pangan harus berperan aktif dan andil mewujudkan pangan yang produktif dan berkualitas.
“Mari kita ciptakan pangan yang berkualitas, tingkatkan produk pertanian yang merata dan berkesinambungan,” ujarnya.
Menurut dia, Parimo memiliki Teluk Tomini sebagai sumber perikanan yang melimpah. Sehingga, masyarakatnya terutama nelayan atau istri para nelayan harus memiliki keahlian, keterampilan guna memanfaatkan hasil tangkapan berupa ikan.
Bukan hanya sebagai makanan primer kata dia, tetapi juga mampu menciptakan makanan turunan dari olahan ikan. Ia mengatakan, nelayan yang mampu melihat peluang tersebut tentunya mendukung kegiatan ekonomi desa dan terus menambah wawasan, serta kreativitas untuk mengembangkan dunia bisnis dalam rumah tangga yang nantinya bisa meningkatkan ekonomi keluarga.
Ia menambahkan, hal ini harus diupayakan sejak sekarang. Sebab, jika nanti Ibu Kota Negara Indonesia telah dipindahkan ke Kalimantan maka Parigi Moutong harus berupaya memanfaatkan peluang pasar menjadi pilar pendukung ibu kota yang baru.
Sementara itu Ketua TP-PKK Kabupaten Parigi Moutong Dra. Noor Wachidah Prihartini S Tombolotutu mengatakan, melalui lomba cipta menu diharapkan dapat membudayakan konsumsi pangan yang bersumber dari pagan lokal sehingga dapat bermanfaat bagi keluarga dan masyarakat.
Kader PKK dan Dasa Wisma kata dia, harus banyak berinovasi dengan memanfaatkan pekarangan yang ada, menanam tanaman yang dapat dikonsumsi setiap hari sehingga pangan selalu terjaga.
“Untuk mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan, dibutuhkan partisipasi aktif dan peran kader PKK serta masyarakat sebagai pelaku ketahanan pangan guna mendukung percepatan pencapaian ketahanan pangan ditingkat keluarga,”kata Noor Wachida.
Olehnya, diharapkan melalui lomba B2SA ini pemafaatan pangan lokal sebagai pokok utama. Sehingga, dapat memberikan sumber pangan yang beragam dan mutunya terjamin.
Pantauan media ini, kegiatan B2SA juga diisi dengan tarian gemar makan ikan yang diikuti ratusan anak Paud yang berasal dari berbagai lembaga Paud di Parimo. (asw/palu ekspres)





