Minggu, 9 Agustus 2026

BPS Prediksi Inflasi Akhir Tahun di Palu di Bawah 3,5 Persen

PALU EKSPRES, PALU- Pola pergerakan grafik inflasi setiap bulan untuk Kota Palu beberapa bulan sebelumnya yang cenderung merambat, sehingga dipridiksi inflasi akhir tahun di bawah 3,5 persen.

Sebagaimana diketahui, target inflasi akhir tahun 2019 oleh Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Sulteng adalah 3,5 persen.
Dengan demikian, target tersebut optimis bisa tercapai.

Kepala BPS Sulteng melalui Kepala Bidang Statistik Distribusi BPS Sulteng, G.A. Nasser menjelaskan alasan inflasi akhir tahun diprediksi di bawah dari target 3,5 persen karena pola pergerakannya merambat.
“Lain halnya kalau pola pergerakannya zig zag, sehingga terkesan sulit diprediksi,” kata G.A Nasser pada paparan press release BPS, Senin (2/12/2019), di kantor BPS Sulteng.

Sikap optimistis inflasi kumulatif di bawah 3,5 persen lanjutnya, mengacu pada inflasi Kota Palu selama November 2019 sebesar 0,27 persen. Sehingga inflasi year on year sebesar 2,58 persen menjelang akhir tahun 2019.
“Tersisa satu bulan lagi, kita melihat bagaimana inflasi pada Desember nantinya. Semoga tidak ada kejadian yang membuat inflasi tiba tiba melonjak, terutama pada Natal dan jelang Tahun Baru,” katanya.
Nasser mengatakan, ada lima komoditas utama penyumbang inflasi di Bulan November 2019. Yaitu, tomat buah 0,16 persen, daging ayam ras 0,11 persen, ikan mujair 0,07 persen, rokok putih 0,03 persen dan tarif angkutan udara 0,03persen.
“Bulan ini, ikan cakalang jadi penekan inflasi. Tidak sama dari bulan bulan sebelumnya. Intinya ikan laut menjadi penekan inflasi bulan ini,” ujarnya.
Ia menambahkan inflasi di Kota Palu dipengaruhi oleh naiknya indeks harga yang terjadi pada kelompok bahan makanan sebesar 0,79 persen , diikuti oleh kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,30 persen, kelompok
kesehatan 0,27 persen, kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan 0,11 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 0,05 persen, serta kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga 0,01 persen.

Sedangkan kelompok sandang mengalami
penurunan indeks harga sebesar 0,24 persen.

Pada periode yang sama, inflasi year on year Kota Palu mencapai 2,58 persen. Kenaikan
indeks year on year tertinggi terjadi pada kelompok bahan makanan sebesar 5,69 persen, sedangkan kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan mengalami kenaikan indeks terendah sebesar 0,22 persen.

Inflasi Kota Palu sebesar 0,27 persen katanya, disumbangkan oleh andil kelompok bahan makanan sebesar 0,17 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,07 persen, kelompok pengeluaran transpor, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,02 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,01 persen, kelompok kesehatan sebesar 0,01 persen, serta kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga dengan andil di bawah 0,01 persen. Sedangkan andil negatif disumbangkan oleh kelompok sandang sebesar 0,01 persen. (fit/palu Ekspres)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital