Minggu, 9 Agustus 2026
Opini  

Surat Biasa,  Perangko Kilat

Oleh Hasanuddin Atjo (Ketua Ispikani Sulteng)

PENERBANGAN  Lion air Jakarta-Palu  di Rabu Sore 18 Desember 2019, bourdingnya tepat waktu, sehingga tidak terlalu lama menunggu. Tepat 18.00 waktu Indonesia Barat pesawat take off. 

Selanjutnya saya membaca  artikel dari sebuah buku yang sengaja saya bawa.  Salah satu bab buku itu membahas  tentang karakter sumberdaya manusia yang bisa bersaing di era digital.  Inti dari bahasan itu bahwa sumberdaya manusia harus memiliki konteks dan kontent.  Maksudnya, selain mampu berbicara secara familiar juga memiliki kreatifitas, gagasan yang faktual dan kemampuan elaborasi.  Bila hanya bertahan dengan konteks alias kemampuan berbicara, tanpa ada kontent, maka sumberdaya seperti itu  akan ditinggal  oleh waktu. 

Sang penulis lebih lanjut mengatakan yang menjadi soal, kadangkala ada sumberdaya manusia karena merasa senior menganggap dirinya masih penting dalam pengambilan sebuah keputusan dalam  organisasi, terutama organisasi kemasyarakatan.  Pedahal, yang bersangkutan sudah tidak update  dengan perubahan-perubahan yang terjadi begitu cepat. 

Tiba-tiba saya tersenyum sendiri mengingat kejadian beberapa waktu lalu, saat memimpin rapat dalam sebuah organisasi kemasyarakatan.  Proses pengambilan keputusan berlangsung a lot, bahkan mengarah kepada ketegangan. Karena kelompok yang hanya berorientasi konteks bersikukuh dengan pendapatnya  karena merasa paling lama.  Sementara kelompok yang miliki konteks dan kontent mulai terpancing dan bertahan dengan gagasannya.   

Tiba-tiba salah satu dari anggota kelompok punya konteks dan kontent mengatakan “ Kalau hanya surat biasa, tidak perlu pakai perangko kilat Bos”. 

 

Suasana jadi gaduh dan saya sebagai pimpinan rapat terpaksa mengskorsing rapat sekaligus makan siang.

Setelah skorsing dicabut dan rapat dilanjutkan, saya memberikan pemahaman kepada semua peserta rapat bahwa saat ini kita di era digital,

harus adaptif dengan perubahan-perubahan yang begitu cepat.  Kita harus masuk ke dalam gerbong kereta perubahan. Kalau tidak, akan tertinggal di stasiun. 

Sambil bergurau saya mengatakan,  di stasiun itu “ banyak nyamuk, dingin dan banyak preman lagi”, apakah kita mau tinggal di sana.  Hampir semuanya tertawa  dan suasana menjadi cair. Akhirnya keputusan dapat diambil. Kelompok yang tadinya berseteru akhirnya  berpelukan dan saling memaafkan.

Dari ulasan di atas bahwa membangun konteks dan kontent menjadi tututan di era digital.  Umur bukan lagi pembeda, tetapi sampai berapa jauh yang bersangkutan mampu membangun konteks dan kontentnya. Untuk itu dibutuhkan upaya membangun kapasitas 5 K ( Kompetensi, Komitmen, konsistensi, Koneksitas, dan Kecepatan) serta budaya kerja 5 AS ( Kerja Cerdas, Keras, Mawas, Tuntas dan Ichlas). ***

 

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital
Pendekatan Baru Dalam Pengelolaan Platform Permainan Daring Modern Terbentuk Dari Blockchain Dan Big Data
Skalabilitas Game Online Di Tengah Pertumbuhan Pengguna Digital Global Didukung Infrastruktur Cloud Native
Transparansi Ekosistem Game Online Berbasis Teknologi Masa Kini Didukung Blockchain Modern Dan Smart Contract
Ekosistem Game Modern Yang Lebih Terhubung Terbentuk Dari Integrasi Internet Of Things Dan Artificial Intelligence
Industri Game Modern Menyesuaikan Layanan Dengan Perubahan Perilaku Digital Berkat AI Berbasis Prediksi
Performa Game Multiplayer Meningkat Melalui Teknologi Edge Computing Dengan Pemrosesan Data Lebih Cepat
Platform Game Multiplayer Mengantisipasi Ancaman Siber Lebih Efektif Berkat Cyber Intelligence Modern
Pengembangan Game Modern Menjadi Lebih Fleksibel Dan Adaptif Berkat Artificial Intelligence Berbasis Cloud
Transformasi Digital Perusahaan Skala Kecil Dan Menengah Dipercepat Melalui Pengembangan Aplikasi Low Code
Visibilitas Konten Pada Google Discover Meningkat Secara Organik Berkat Strategi Search Engine Optimization