Minggu, 9 Agustus 2026
Palu  

Pemprov Canangkan Sistem Informasi Tanggap Bencana

PALU EKSPRES, PALU – Bencana 28 September 2018 yang melanda wilayah Padagimo lebih dari setahun lalu telah memberi pelajaran berharga bagi bangsa dan daerah kita akan pentingnya kesiapsiagaan dan kewaspadaan karena kita hidup di kawasan rawan bencana.

Hal ini disampaikan  Asisten Administrasi Ekonomi dan Pembangunan Setda Provinsi Sulteng  Bunga Elim Somba, saat pencanangan Sistem Informasi Tanggap Bencana (Sitaba) bertempat di Ruang Polibu,  Jumat (20/12/ 2019).

Sistem Informasi Tanggap Bencana (Sitaba) merupakan produk Kementerian PUPR yang diperuntukkan bagi verifikasi data rehabilitasi dan rekonstruksi pascagempa, tsunami dan likuifaksi di Sulawesi Tengah serta wilayah dan akan diterapkan di wilayah Indonesia yang terkena bencana.

Lanjut disampaikan bahwa ketiadaan sistem informasi bencana yang reliabel dapat membuat kesemrawutan penanganan bencana seperti data korban yang simpang siur, informasi kebutuhan pengungsi jadi tidak jelas, tindakan medis kepada korban yang terlambat, penyaluran bantuan tidak sesuai dan lain sebagainya.

Ia pun memandang perlu sebuah sistem informasi bencana alam yang terintegrasi dengan sistem e-government pemerintah daerah dan juga memenuhi ketentuan-ketentuan internasional dalam hal strategi pengurangan resiko bencana yang mencakup 4 hal pokok yaitu, tahap tanggap darurat; tahap rehabilitasi dan rekonstruksi; tahap preventif dan mitigasi; dan tahap kesiapsiagaan.

Selanjutnya Gubernur Longki berharap semoga sistem informasi ini dapat digunakan sebagaimana mestinya dan tidak dimubazirkan.  Sebab, dalam pengembangannya sudah pasti menyedot anggaran negara yang tidak sedikit sehingga harus dipertanggungjawabkan secara akuntabel dan transparan.

”Kiranya pihak Pusdatin PUPR tidak melepas begitu saja sistem informasi ini kepada kami di daerah tanpa disertai proses alih teknologi berupa pelatihan dan pendampingan yang berkelanjutan kepada para operator yang menggunakan, sampai mereka mahir dan menguasai seluk beluk fungsionalitas sistem informasi tanggap bencana ini”,pungkasnya. (humas/palu ekspres)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital