Minggu, 9 Agustus 2026
Opini  

Kepemimpinan Triple Helix ke Penta Helix

IMG_20191222_180400

Dahulu sangat dikenal istilah elaborasi tiga kekuatan dalam pembangunan dan disebut dengan ABG, yaitu Akademic, Bussines dan Goverment dan juga disebut oleh sebagian kalangan dengan istilah Triple Helix. Istilah ABG saat itu lebih sering mengemuka dalam sejumlah seminar atau tulisan ketimbang triple helix.

Di era digitalisasi dan industri 4.0 saat ini, pendekatan pembangunan yang lagi trend adalah Penta Helix yaitu elaborasi dari Akademic, Bussines, Community, Goverment dan Media yang disingkat ABCGM. Pendekatan ini dinilai oleh sejumlah kalangan memberi percepatan terhadap proses perubahan untuk sebuah kemajuan.

Akademic diharapkan berperan dalam melahirkan dan mengajarkan cara-cara transformasi kaidah-kaidah atau inivasi baru kepada pengguna. Bussines sebagai pemain utama dalam proses meningkatkan nilai tambah pemanfaatan sumberdaya alam secara berkelanjutan. Community adalah kelembagaan atau asosiasi yang anggotanya terkait dengan sebuah bisnis apakah komoditas jasa atau konstruksi. Goverment atau Pemerintah akan berperan sebagai regulator, fasilitator dan eksekutor seperti pembuatan regulasi perizinan, infrastruktur dan beberapa kebutuhan dasar lainnya. Dan terakhir media berperan sebagai “wasit” yang berdiri di tengah-tengah. Mengatakan itu baik kalau baik dan memberi koreksi terhadap sesuatu yang kurang untuk perbaikan.

Indonesia diperhadapkan dengan tantangan bagaimana mewujudkan Indonesia emas di tahun 2045. Pricewaterhouse Cooper memprediksi bahwa di tahun 2045, kinerja ekonomi Indonesia di peringkat ke 5, setelah China, Amerika Serikat, India dan Brasil dengan pendapatan perkapita saat itu sekitar 23 ribu dolar US dari 4 ribu dolar US di tahun 2018.

Ada tiga keunggulan komparatif dan Kompetetif yang dimiliki negeri ini , sehingga berpeluang menjadi Negara maju di tahun 2045. Antara lain memiliki sumberdaya alam termasuk pontensi maritim, sumbedaya manusia dengan bonus demografinya serta beriklim tropis yang mendukung pangan dan lainnya dapat diproduksi sepanjang tahun.

Keunggulan komparatif dan kompetetif itu dapat bermanfaat bila ada keselarasan model kepemimpinan antara pemerintah di pusat dan di daerah. Di pusat baru saja selesai melaksanakan pemilihan presiden dan wakilnya. Gaya atau model kepemimpinan yang ditunjukkan sudah beroientasi ke pendekatan Penta Helix dengan terus mengasah kapasitas adaptif, inovatif untuk kemudian menjadi update. Tidak heran kalau sejumlah staf khusus Presiden didomnasi kalangan melenial.

Di tahun 2020 di sejumlah daerah akan melaksanakan Pilkada untuk memilih gubernur, wali kota dan bupati bersama wakilnya. Semua berkeinginan untuk menang, namun yang menjadi “key point” adalah paradigma masyarakat pemilik hak suara dan partai pemilik hak usung. Pemilik hak suara dan hak usung tidak boleh hanya melihat konteks calon tetapi melihat konteks dan kontentnya sekaligus. Jangan terperangkap oleh konteks atau isilah saat ini chasingnya.

Jika daerah ingin maju dan menjadi bagian dari Indonesia Emas, Maju dan Hebat di 2045, maka pemimpin daerah yang terpilih adalah yang memiliki model atau gaya kepemimpinan berorientasi Penta Helix. Memiliki kemampuan adaptasi, inovasi dan selalu update. Agar mereka mampu berpikir multi dimensi, mampu melihat di balik bukit dan Sebagai Penerebos Batas. SEMOGA.***

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital
Pendekatan Baru Dalam Pengelolaan Platform Permainan Daring Modern Terbentuk Dari Blockchain Dan Big Data
Skalabilitas Game Online Di Tengah Pertumbuhan Pengguna Digital Global Didukung Infrastruktur Cloud Native
Transparansi Ekosistem Game Online Berbasis Teknologi Masa Kini Didukung Blockchain Modern Dan Smart Contract
Ekosistem Game Modern Yang Lebih Terhubung Terbentuk Dari Integrasi Internet Of Things Dan Artificial Intelligence
Industri Game Modern Menyesuaikan Layanan Dengan Perubahan Perilaku Digital Berkat AI Berbasis Prediksi
Performa Game Multiplayer Meningkat Melalui Teknologi Edge Computing Dengan Pemrosesan Data Lebih Cepat
Platform Game Multiplayer Mengantisipasi Ancaman Siber Lebih Efektif Berkat Cyber Intelligence Modern
Pengembangan Game Modern Menjadi Lebih Fleksibel Dan Adaptif Berkat Artificial Intelligence Berbasis Cloud
Transformasi Digital Perusahaan Skala Kecil Dan Menengah Dipercepat Melalui Pengembangan Aplikasi Low Code
Visibilitas Konten Pada Google Discover Meningkat Secara Organik Berkat Strategi Search Engine Optimization