Minggu, 6 September 2026
Opini  

Melahirkan Generasi yang Bukan “Kaleng-kaleng”

IMG_20200102_173737

Oleh Hasanuddin Atjo (Kepala Bappeda Sulteng)

ISTILAH Kaleng-Kaleng dikenal sebagai bahasa gaulnya Milenial Makassar. Suatu ketika saya tertarik oleh percakapan di medsos tentang sebutan kaleng-kaleng dan ingin masuk lebih dalam lagi agar bisa memahami dan memaknainya.

Dalam dialog itu Si “Unjung “ mengatakan “Bundu”! Na bilang Ko “Sangkala” besar ji caritanu, tena harapang…. Dengan santai “Bundu ” berkomentar Jangan mi ko dengar itu “bodoh”…. Kaleng-Kaleng ji itu. Ka tau ji toch artina kaleng-kaleng?. Banyak ji caritana, tena isina. Nyaring ki lagi bunyina…… Mau jadi apami kalau mau kita bati-batii…..kata “Bundu”.

Dari dialog di atas terungkap bahwa dalam satu generasi ada tiga karakter yang berbeda satu sama lain. “ Bundu” mewakili kelompok yang ingin maju dan tidak terperangkap dengan hal-hal yang kurang produktif , sehingga dia berada di gerbong yang ditarik oleh lokomotif perubahan. “Sangkala” mewakili kelompok yang kekeh dengan pikirannya dan tetap bertahan di stasiun kereta. “Unjung” mewakili kelompok “bingung” karena terperangkap dengan situasi wait and see. Tidak ke kelompok satu dan juga tidak ke kelompok lainnya. Dari analisis ini generasi yang bukan “kaleng-kaleng” adalah “Bundu”.

Pertanyaan selanjutnya bagaimana skenario melahirkan generasi yang bukan “kaleng-kaleng”. Apalagi diperhadapkan dengan tantangan Industri 4.0 dan Society 5.0 serta harapan menjadi Indonesia Hebat tahun 2045. Kesemua ini menuntut lahirnya sejumlah SDM unggul yang antara lain memiliki skill dan knowledge serta berkarakter adaptif, inovatif dan update.

Secara makro ada tiga pendekatan yang dapat dipergunakan untuk itu yaitu perbaikan ekonomi, pendidikan dan kesehatan. Kemiskinan, pengangguran dan stunting merupakan persoalan mikro yang perlu menjadi salah satu fokus perhatian. angka kemiskinan secara nasional di tahun 2018 sekitar 9,7 persen dan Provinsi Sulteng sekitar 13,7 persen. Pengangguran Nasional dan Provinsial Sulteng sekitar 5,1 persen. Selanjutnya angka stunting secara nasional sekitar 31 persen dan provinsi sekitar 32 persen. Stunting adalah kondisi anak balita di sebuah wilayah yang perkembangan fisik dan otaknya di bawah normal. Dan, ini disebabkan oleh asupan gizi yang kurang dan kesehatan lingkungan yang tidak mendukung.

Sudah ada sejumlah regulasi yang terkait dengan upaya melahirkan SDM unggul secara nasional maupun regional. Dan semua ini berpulang kepada kreatifitas daerah, karena daerah lah yang memiliki masyarakat. Melahirkan SDM unggul atau bukan “kaleng-kaleng” menjadi tugas bersama lima pemangku kepentingan atau stakeholders yaitu pemerintah, akademisi, pelaku usaha, komunitas dan media.

Ini semua bisa berjalan sesuai harapan berpulang kepada kapasitas dan kualitas pemimpin daerahnya. Pilkada tahun 2020 yang bertujuan melahirkan pimpinan daerah merupakan key point. Karena “ dia” lah yang akan menjadi inspirator atau sutradara terhadap lahirnya skenario lahirnya manusia unggul alias bukan “kaleng-kaleng”. Karena itu Pilkada 2020 memiliki nilai yang sangat strategis. Salah memilih, maka harapan melahirkan SDM unggul hanya menjadi catatan. Semoga. ***

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam