Minggu, 9 Agustus 2026
Opini  

Manajemen by Aksident versus by Planning

IMG_20200102_173737

 Oleh Hasanuddin Atjo (Kepala Bappeda Sulteng)

Sepertibiasa di Jumat subuh 3 Januari 2020 bangun 04.00 WITA. Langsung membuka Channel TV dan kebetulan CNN dalam acara breaking news nya sedang siaran ulang dengan topik “Melihat Jurus Atasi Banjir Jakarta”

Saya kemudian tetap di chanel itu karena tertarik mengikuti salah satu sorotan terkait manajemen by aksident dan by Planning. Secara umum di Indonesia kita membuat sebuah skenario penanggulangan setelah ada kejadian yang dipandang sudah mengancam.

Berbeda dengan di negara lain seperti Malaysia dan Singapura bahwa skenario penanggulangan sebuah problem dibuat berdasarkan sebuah planning yang terstruktur dan terukur.

Selanjutnya saya bertanya dalam hati mengapa kita di Indonesia umumnya merencanakan sesuatu setelah ada kejadian, setelah menjadi masalah. Saya teringat pembangunan sebuah rumah sakit di sebuah kawasan baru. Awalnya jalan masuk ke rumah sakit tersebut kosong-melompong. Kemudian secara perlahan di sisi kiri kanan jalan masuk mulai terbangun bangunan liar oleh masyarakat untuk berjualan. Dalam waktu yang singkat jalan masuk di sisi kanan dan kiri hampir terisi penuh. Respon dari pemerintah setempat dan pihak rumah sakit baru terlihat setelah keberatan sejumlah orang tentang keberadaan bangunan liar tersebut yang telah menimbulkan kemacetan menuju rumah sakit.

Dua kasus di atas yaitu banjir Jakarta dan jalan menuju rumah sakit adalah pembenaran terhadap stigma bahwa kita merencanakan lebih disebabkan oleh aksident. Kemudian timbul perencanaan mengapa demikian? Apakah karena kurang kepekaan dan kepedulian, apakah karena stakeholders yang terlibat dalam perencanaan masih terbatas?.

Beberapa hari lalu saya menulis artikel di medsos dan dirilis oleh beberapa media dengan topik “ Kepemimpinan Triple Heliks ke Penta Heliks”. Intinya selama ini kita dalam merencanakan hanya melibatkan ABG yaitu Akademisi, Bisnisman dan Goverment. Seharusnya sudah lebih luas lagi bergeser menjadi ABCGM yaitu melibatkan Akademisi, Busnisman, Komunitas, Goverment dan Media yang telah diterapkan d negara maju seperti Jepang. dan Korsel. Dan, pendekatan ABG inilah yang diduga menjadikan kita terbatas akan informasi dan ide sehingga lambat merespon sampai kepada Manajemen by Aksident.

Keluar dari persoalan di atas, kesemuanya kepada kapasitas dan kualitas kepemimpinan di daerah. Pilkada tahun 2020 adalah kesempatan terakhir untuk melahirkan pimpinan daerah yang berkualitas dan memiliki reputasi sukses. Mereka akan berorientasi kepada pendekatan “Penta Heliks”, akan berorientasi kepada Manajement by Planning bukan by Aksident. Serta memiliki “Konteks dan Kontent”. Minggu depan kita akan mendiskusikan makna Konteks dan Kontent itu seperti apa. Mengingat Sabtu dan Minggu waktu untuk yang lain. Semoga.***

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital
Pendekatan Baru Dalam Pengelolaan Platform Permainan Daring Modern Terbentuk Dari Blockchain Dan Big Data
Skalabilitas Game Online Di Tengah Pertumbuhan Pengguna Digital Global Didukung Infrastruktur Cloud Native
Transparansi Ekosistem Game Online Berbasis Teknologi Masa Kini Didukung Blockchain Modern Dan Smart Contract
Ekosistem Game Modern Yang Lebih Terhubung Terbentuk Dari Integrasi Internet Of Things Dan Artificial Intelligence
Industri Game Modern Menyesuaikan Layanan Dengan Perubahan Perilaku Digital Berkat AI Berbasis Prediksi
Performa Game Multiplayer Meningkat Melalui Teknologi Edge Computing Dengan Pemrosesan Data Lebih Cepat
Platform Game Multiplayer Mengantisipasi Ancaman Siber Lebih Efektif Berkat Cyber Intelligence Modern
Pengembangan Game Modern Menjadi Lebih Fleksibel Dan Adaptif Berkat Artificial Intelligence Berbasis Cloud
Transformasi Digital Perusahaan Skala Kecil Dan Menengah Dipercepat Melalui Pengembangan Aplikasi Low Code
Visibilitas Konten Pada Google Discover Meningkat Secara Organik Berkat Strategi Search Engine Optimization