Rabu, 2 September 2026
Opini  

Warkop Mobile, Kreativitas di Era Disrupsi

IMG_20200105_083350

Oleh Hasanuddin Atjo (Kepala Bappeda Sulteng)

Warkop adalah singkatan dari warung kopi. Juga ada yang sebut cafe, bahkan lebih mentereng DPRD “tingkat tiga”.

Berlokasi di tempat strategis dan biasanya untuk nongkrong sejumlah orang. Mulai sekedar menikmati kopi sambil ketemuan tanpa topik, mendiskusikan problem sosial, ekonomi, politik, dan lingkungan. Bahkan transaksi yang disebut dengan istilah Palugada, “ Apa Lu mau , Gua ada”.

Di era disrupsi yang ditandai dengan industri digital, bisnis konvensional seperti taxi argo meter telah berbagi dengan taxi aplikasi seperti Grab dan Gojek yang membuka kesempatan kerja lebih banyak, memberi kemudahan kepada pengguna karena tidak perlu menunggu di pinggir jalan.

Warkop juga terlihat mulai terdeferensiasi dari statis ke mobile yang dijajakan dengan kendaraan roda dua bermotor seperti yang mulai berkembang di kota Palu, Provinsi Sulawesi Tengah. Bisa jadi defrensiasi ini karena sekadar mengikuti trend atau memang sebuah tuntutan dan kebutuhan. Menarik untuk menjadi studi atau praktek pelajaran tertentu bagi siswa pendidikan menengah atau strata satu.

Jumat tanggal 3 Januari tahun 2020, seperti biasa selesai olahraga pagi bersama hampir seluruh pegawai, tiba-tiba melintas sebuah sepeda motor dengan boncengan box seperti penjaja bakso, kemudian mermarkir roda duanya di halaman kantor persis disamping gedung utama.

Beberapa pegawai utamanya pria menuju ke motor roda dua itu. Reka dalam pikiran saya “dasar bapak-bapak”, karena penjajanya wanita muda yang tampil menarik maka mereka sepertinya berebutan menyerbu.

Saya kemudian agak penasaran dan bertanya kepada salah satu staf, dagangan apa itu…..?. Kemudian dijawab anu pak…. “Kopi bisa pasiar”. Eh… apa itu !! dan membuat saya ingin mengetahui lebih jauh dan terpaksa ikut mendekat. Yang pertama saya lihat adalah tulisan di lambung box dagangannya tertulis “ Kopi Bisa Pasiar” lengkap dengan no kontak dan Whats App. Dalam hati saya berkata boleh juga taglinenya.!

Assalamualaikum mbak, apa boleh bertanya ? Oh silahkan pak. Usaha “Kopi bisa Pasiar” ini milik mbak ?. Oh.. oh bukan pak , ada bosnya, saya hanya menjalankannya. Saya tanya lebih lanjut berapa harga per cup, berapa omset per hari dan bagaimana sistem gajinya atau kerjasamanya. Si mbak seperti ragu-ragu menjawab “dikiranya” saya ingin mengetahui racikan kopinya yang memang sudah banyak penggemarnya. Setelah salah satu staf saya berucap mbak! bapak ini komandan di tempat ini.

Si mbak menoleh ke saya dan berkata maaf sekali pak, modal saya hanya motor dan bensin, kemudian saya jajakan racikan kopi yang sudah disiapkan pemiliknya yang tersimpan dalam sebuah termos berinsulasi agar tetap panas.

Dalam seminggu saya menjajakan kopi, Senin sampai Jumat (09.00 – 12.00) rata-rata habis 40 cup per hari. Saya medapat bagian 1.000 rupiah dari harga 10.000 per cup. Saya mengangguk-anggukan kepala. Dan, dalam hati berkata “very good woman” bukan 40 ribu tujuanmu tetapi ada sesuatu yang lebih dahsyat di balik itu.

Karena tampilannya menarik ala milenial style, ditambah tutur bahasanya agak intelek sambil mencicipi kopi yang memang enak, membuat saya terpancing bertanya lagi. Mohon maaf mbak pendidikan akhirnya apa ya?. Tanpa malu-malu dia menjawab oh….. saya sarjana bahasa Inggris pak lulusan PT Negeri sini di tahun 2008. Kalau sore saya juga berikan les privat. Tapi sekarang agak sepi, mungkin pengaruh online privat.

Saya agak terkejut dan dalam hati berkata lagi: luar biasa mbak ini, meskipun memegang ijasah sarjana strata satu , tidak ada gengsi dan mau menjajakan kopi. Kemudian saya permisi kepada si mbak. Boleh saya jadikan artikel profesi mbak ini?. Si mbak hanya tersenyum malu-malu dengan raut muka agak merah berarti bisa setuju atau tidak setuju . Setelah sejumlah staf mengatakan mbak! bapak ini selain bos kami, juga suka menulis. Si mbak kemudian menoleh ke saya lagi dan sedikit menunduk, terimakasih dan boleh pak.

Saya mulai mengolah fenomena performance si mbak maupun informasi yang baru saja saya terima. Kemudian muncul kesimpulan sementara di pikiran saya bahwa di era digitalisasi seperti ini ternyata ijazah dengan nilai tinggi sekalipun tidak lagi menjadi faktor yang menentukan. Tetapi lebih kepada kemauan dan tekad, skill dan mental yang kuat membuat orang bisa survive dan berujung kepada terbangunnya kekuatan daerah dan negara untuk bisa maju karena memiliki sejumlah sumberdaya manusia yang kuat. Ini tentunya menjadi keinginan kita.

Kemudian saya kembali teringat bahwa angka pengangguran dan kemiskinan di negeri kita masih tinggi, terutama pemegang ijazah pendidikan menengah dan tinggi. Apakah kondisi ini disebabkan oleh persoalan kemauan dan tekad yang kurang, skill yang terbatas dan mental yang tidak siap serta pilih-pilih pekerjaan. Atau lapangan kerja memang yang terbatas. Ini tentunya perlu dikaji lebih mendalam.

Presiden Jokowi juga memberi perhatian terhadap masalah tenaga kerja ketika meresmikan sebuah Balai Latihan Kerja, BLK beberapa waktu lalu. Beliau mengatakan : ijasahmu tidak berguna bila engkau tidak mau membangun spirit dan tekadmu , tidak mau membangun mentalmu dan rasa ingin tau yang tinggi. Kita lagi bersaing dengan negara lain tentang kualitas sumberdaya manusia.

Peneliti senior LIPI, Sitti Zohra di Liputan6. Com tanggal, 30 Desember 2019 mengatakan bahwa persoalan Negeri ini bukan pada Radikalisme, tetapi lebih pada kondisi ketimpangan yang tinggi yaitu pengangguran dan kemiskinan yang tinggi. Karena itu ketimpangan itu harus menjadi salah satu prioritas dan perhatian Pemerintah Daerah dan Pusat, agar tidak menimbulkan masalah-masalah yang lebih kepada ancaman disingtegrasi.

Tahun 2020 di sejumlah provinsi dan kabupaten/kota akan melaksanakan Pilkada, memilih kepala daerah dan wakilnya. Tentunya pasangan yang terpilih diharapkan mampu melahirkan generasi yang tahan banting, generasi yang “bukan kaleng-kaleng” seperti Tresya Silvana H, sarjana bahasa Inggris, si wanita penjaja “Kopi Bisa Pasiar” di kota Palu. Dibutuhkan sejumlah Tresya-Tresya lain yang lebih banyak lagi. Sumberdaya seperti Tresya tentunya akan memiliki banyak informasi, chalanges sebagai modal dasar untuk mengembangkan dirinya menjadi pelaku usaha yang besar dan sukses.

Politik transaksional yang selama ini masif berlangsung, dikuatirkan oleh sejumlah orang masih mendominasi proses Pilkada 2020. Kita semua berharap tentunya sudah tidak demikian lagi, sehingga akan melahirkan pemimpin daerah yang berkualitas (ada konteks dan kontent) yang antara lain mampu mengurangi angka pengangguran dan kemiskinan, mampu membuka lapangan kerja, dan mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang inklusive atau berkualitas.

Kesemua ini berpulang kepada sang pemilik hak suara dan sang pemilik hak usung. Tidak sekedar hanya memenangkan pertandingan. SEMOGA.

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam