Sabtu, 5 September 2026
Opini  

Semua Tugas Selesai Kecuali “Tugas Pokok”

Hasanuddin Atjo

Oleh Hasanuddin Atjo

PESAWAT Batik Air ID 6233 rute Palu-Makassar di Minggu siang, sekitar pukul 13.00 WITA berputar beberapa kali di atas bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar, untuk proses landing.

Dikarenakan jarak pandang pilot yang terbatas akibat hujan lebat disertai angin kencang yang memang lagi musimnya menyebabkan menara pengawas mengarahkan pesawat berpenumpang 80-an orang bersama krew, ke Bandara terdekat yaitu Sepinggan Balikpapan International Airport, untuk menunggu cuaca di Bandara Hasanuddin Makassar bersahabat.

Karena lama menunggu di dalam pesawat, iseng membuka android untuk mengetik di fasilitas catatan tentang pengalaman mengamati dan menganalisis performance pejabat eselon (tiga dan empat) ketika bertugas sebagai pejabat struktur di Sulawesi Selatan maupun di Sulawesi Tengah.

Kesimpulan yang diperoleh dari pengamatan itu bahwa ada tiga kategori pejabat Aparatur Sipil Negara, (dulu PNS dan sekarang ASN).

Pertama kategori lompatan dengan persentase sekitar 20 persen. Kedua kategori normatif dengan persentase sekitar 40 persen dan. Ketiga kategori asal bapak senang, ABS dengan persentase 40 persen. Kategori ketiga ini kemudian populer dengan sebutan “ semua tugas selesai kecuali tugas pokok”

Kategori pertama, selain memahami dan mampu melaksanakan tugas pokoknya, juga memiliki ide lompatan untuk memajukan bidang tugasnya, dan boleh disebut berorientasi outcome. Selanjutnya kategori kedua yang penting tugas pokoknya sudah dilaksanakan, dan kurang tertarik memikirkan pengembangan bidangnya dan boleh disebut lebih berorientasi Output. Kategori ketiga cenderung ada di mana-mana dan kurang peduli dengan tugas pokoknya. Tidak berorientasi output juga tidak outcome.

Industri 4.0 dan Society 5.0 yang ditandai dengan penggunaan digitalisasi dan perubahan yang tidak terlihat yang begitu cepat dan disebut dengan era distrupsi menuntut SDM yang adaptif, inovatif dan update. Menuntut ASN dengan kategori lompatan. Bila tidak, maka sejumlah daerah akan tertinggal.

Pemerintah pada hakekatnya memiliki tugas memberi pelayanan kepada masyarakat. Karena itu , pemerintah ada, karena ada masyarakat yang mau dilayani. Ada tujuh bidang pelayanan yang harus dilaksanakan yaitu:

Pertama, menjamin keamanan negara terhadap gangguan dari luar, dan dari dalam yang bisa menggulingkan pemerintahan yang sah.

Kedua, memelihara ketertiban dengan mencegah konflik antar warga agar perubahan apapun yang terjadi di dalam masyarakat dapat berlangsung damai.

Ketiga, menjamin perlakuan yang adil kepada setiap warga tanpa membedakan status apapun mereka.

Keempat, melakukan pekerjaan umum dan memberi pelayanan dalam bidang yang tidak mungkin dikerjakan oleh lembaga non-pemerintah; seperti pembangunan jalan, penyediaan fasilitas pendidikan yang terjangkau oleh mereka yang berpendapatan rendah, pelayanan pos dan pemcegahan penyakit menular.

Kelima, upaya meningkatkan kesejahteraan sosial, membantu orang miskin dan memelihara orang-orang cacat, jompo dan anak-anak terlantar, menampung serta menyalurkan para gelandangan ke sektor kegiatan yang produktif, dan semacamnya.

Keenam, menerapkan kebijakan ekonomi yang menguntungkan masyarakat luas, seperti kendali laju inflasi, mendorong penciptaan lapangan kerja baru, memajukan perdangangan domestik dan antar bangsa, serta kebijakan lain yang secara langsung menjamin penigkatan ketahanan ekonomi negara dan masyarakat.

Ketujuh, pemeliharaan sumberdaya alam dan lingkungan hidup. Mendorong penelitian-pengembangan pemanfaatan sumber daya alam yang seimbang antara exploitasi dan reservasi.

Berkaca dari tujuh tugas pokok Pemerintah dikaitkan dengan kondisi sumberdaya ASN yang dimiliki, ditambah lagi dengan tuntutan era digital dan distrupsi yang begitu masif. Peran dan kualitas, serta kepedulian pemimpin daerah sangat-sangat menentukan untuk bisa menyesuaikan dengan perubahan-perubahan yang terjadi. Terutama tugas mempersiapkan sejumlah ASN dengan kategori lompatan yang berorientasi outcome.

Pilkada yang akan dilaksanakan serentak di September 2020 untuk memilih pemimpin daerah menjadi momentum penting untuk melahirkan pemimpin dengan karakter penerobos batas, mampu melihat di balik bukit, berpikir multi dimensi dan mampu melepaskan tendangan ke gawang lawan meski “ruang tembak yang sempit”. Pemimpin seperti itu harus membangun dan memiliki knowledge, skill dan attitude yang mumpuni.

Peran partai pengusung, rakyat sang pemilik hak suara, serta lembaga penyelenggara Pilkada sebagai “rahim politik” atas lahirnya pemimpin berkualitas menjadi faktor kunci, menjadi faktor yang menentukan.

Tepat pukul 16.30 WITA pesawat Batik Air ID 6233 landing kurang mulus di Bandara Sultan Hasanudfin. Inilah kuasa Ilahi. Bahwa manusia merencanakan dan Tuhan lah yang menentukan segala sesuatunya. Semoga ada manfaat. ***

 

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam