Minggu, 9 Agustus 2026
Opini  

Kajian Harus “Sempit dan Dalam”

Oleh Hasanuddin Atjo

SELASA pagi, 14 Januari tahun 2020 berkesempatan memimpin rapat staf bersama pejabat eselon 3 dan 4. Substansi yang dibahas salah satunya adalah kajian tentang aspek ekonomi dan sosial di masyarakat.

Setelah sedikit memberikan pengantar, maka dipersilahkan kepada bidang ekonomi memaparkan alur pikir atau kerangka pikir tentang kajian pemulihan ekonomi masyarakat pascabencana multidampak 28 September 2018 di wilayah Palu, Sigi, Donggala dan Parigi Moutong (Wilayah Padagimo).

Yang mewakili bidang ekonomi adalah seorang Doktor dan menyampaikan secara garis besar tentang narasi kerangka pikir itu. Mungkin karena kurang puas dengan paparan tanpa slide power point, yang bersangkutan menyampaikan : Pak Kaban boleh saya tampilkan slide power pointnya?. Silahkan pak doktor.

Dengan power pointnya, sang doktor menguraikan kembali karangka pikirnya secara lebih detail dan bisa menjelaskan sampai 15 menit ketimbang tanpa power point hanya sekitar 3 menit saja.

Di menit ke 10 saya mengamati respon audiens sudah separuh mulai tidak fokus dan sengaja saya biarkan kepada sang doktor untuk terus menjelaskan sampai selesai dengan pertimbangan pertama ini adalah proses belajar, kedua dilakukan secara internal, dan ketiga ingin tahu bagaimana kemampuan sesorang menjelaskan dari 1 slide.

Setelah paparan selesai saya memberikan kesempatan kepada seluruh audiens untuk memberikan respon atau mendebat kerangka pikir itu. Secara umum sifatnya masukan perbaikan terhadap kerangka pikir itu. Hanya ada satu dua yang mulai sedikit kritis bahwa kerangkanya terlalu luas.

Kini giliran saya sebagai pimpinan rapat untuk mengevaluasi dan memberikan komentar terhadap berlangsungnya paparan dan dialog itu. Pertama bahwa sebuah kajian harus mengikuti prinsip piramida terbalik. Artinya berangkat dari yang makro menuju yang mikro, dari permukaan sampai ke dasar. Reputasi tim yang mengkaji juga menjadi faktor yang harus dipertimbangkan. Kesemuanya harus terukur.

Kedua, kajian harus disesuaikan dengan anggaran yang tersedia dan harus mengerucut kepada rekomendasi tentang lokus dan adanya sebuah role model untuk diimplementasikan. Karena substansinya adalah pemulihan ekonomi pascabencana maka dipilihlah (1) lokus wilayah administrasi desa atau kecamatan, (2) komoditi yang menjadi pendorong ekonomi di wilayah itu yang tentunya disesuaikan dengan anggaran kajian.

Ketiga, setelah lokus dan komoditinya ditetapkan dibuatlah rencana aksi minimal tiga tahun ke depan. Pada tahun pertama, tahun kedua dan tahun ketiga. Dalam rencana aksi tersebut sudah jelas keterlibatan OPD, organisasi perangkat daerah, pemerintah desa dan kecamatan, masyarakat dan pelaku usaha disertai dengan rincian kebutuhan anggaran. Dengan demikian bisa diukur berapa besar peningkatan ekonomi masyarakat di wilayah itu.

Saya terdiam sejenak, untuk istirahat sebentar dan melanjutkan ulasan bahwa kajian itu harus “sempit dan dalam, bukan luas tapi dangkal”. Hampir semuanya tertawa dan ini sudah di duga. Setelah reda saya lanjutkan dengan bercanda kalau luas tapi dangkal bisa berbahaya, karena bila anda terjun bisa kepala “benjol”, karena terbentur dengan dasar kolam. Semuanya kembali tertawa.

Mengakhiri ulasan, saya katakan melihat masalah jangan hanya di permukaan tetapi sampai ke dasar agar bisa melihat akar masalahnya. Kita jangan hanya pandai berenang tetapi tidak padai menyelam. Kita harus pandai berenang dan menyelam, harus memiliki knowledge dan skill keduanya. Demikian ulasan saya dan dieesponn dengan tepuk tangan oleh audiens. SEMOGA bermanfaat. ***

 

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital
Pendekatan Baru Dalam Pengelolaan Platform Permainan Daring Modern Terbentuk Dari Blockchain Dan Big Data
Skalabilitas Game Online Di Tengah Pertumbuhan Pengguna Digital Global Didukung Infrastruktur Cloud Native
Transparansi Ekosistem Game Online Berbasis Teknologi Masa Kini Didukung Blockchain Modern Dan Smart Contract
Ekosistem Game Modern Yang Lebih Terhubung Terbentuk Dari Integrasi Internet Of Things Dan Artificial Intelligence
Industri Game Modern Menyesuaikan Layanan Dengan Perubahan Perilaku Digital Berkat AI Berbasis Prediksi
Performa Game Multiplayer Meningkat Melalui Teknologi Edge Computing Dengan Pemrosesan Data Lebih Cepat
Platform Game Multiplayer Mengantisipasi Ancaman Siber Lebih Efektif Berkat Cyber Intelligence Modern
Pengembangan Game Modern Menjadi Lebih Fleksibel Dan Adaptif Berkat Artificial Intelligence Berbasis Cloud
Transformasi Digital Perusahaan Skala Kecil Dan Menengah Dipercepat Melalui Pengembangan Aplikasi Low Code
Visibilitas Konten Pada Google Discover Meningkat Secara Organik Berkat Strategi Search Engine Optimization