Minggu, 9 Agustus 2026
Opini  

Butuh “Papoji” Depan dan Belakang

83257128_189512502245787_9061227207430504448_n

Oleh  Hasanuddin Atjo

SENIN Pagi 20 Januari 2020 di Hotel Santika Bogor menghadiri Sisialisasi tatacara pemberian Penghargaan Pemerintah Daerah (PPD) oleh Kementerian Bapemas.

Salah satu agenda yang dinilai strategis dalam pemberian penghargaan itu adalah inovasi daerah yang kontentnya dominan dari kreatifitas daerah. Ini tambahan indikator yang diperdalam dan diukur dalam menilai kemajuan pembangunan di daerah. Tidak mesti daerah yang sudah maju akan lebih berpeluang, karena yang diukur adalah percepatannya. Acara berakhir sebelum waktu lunch (makan siang).

Sore hari tidak sulit mencari kendaraan. Dengan menumpang taxi aplikasi Grab meluncur ke Jakarta dan situasi lalu lintas relatif lancar, kecuali dari arah Jakarta. Seperti biasanya dalam perjalanan membuka media online dari smartphone dan tertarik pada satu ulasan tentang Pilkada 2020.

Inti ulasan dalam media online itu bahwa Indonesia membutuhkan sejumlah pemimpin yang berkualitas, mampu berpikir multi dimensi, bukan hanya sekedar dipoles untuk dimenangkan dalam pertandingan Pilkada .

Dicontohkan beberapa pemimpin daerah yang masuk kriteria itu di antaranya Jokowi (sewaktu Gubernur DKI), Ridwan Kamil saat menjabat walikota Bandung, Risma walikota Surabaya, Hasto Wardoyo saat menjabat bupati Kulon Progo dan Nurdin Abdullah saat menjabat bupati Bantaeng.

Ulasan itu juga mengkuatirkan bahwa politik transaksional diprediksi masih mendominasi jalannya proses Pilkada 2020, namun ada keyakinan bahwa akan lebih baik, namun berpulang kepada pemilik hak suara, partai pengusung dan lembaga penyelenggara. Kasus lembaga penyelenggara yang “masuk angin atau bocor halus” pun juga ikut diulas.

Saya berpikir sejenak untuk menentukan Judul dari catatan pinggir yang akan dipubilkasikan. Akhirnya ketemu dan sebelum mengetiknya tertawa geli sendiri, karena berhubungan dengan istilah “kantong” dan dalam bahasa pergaulan di Sulawesi Tengah disebut “Papoji”.

Jadilah judul catatan pinggir bahwa untuk menjadikan daerah yang hebat, Indonesia hebat di tahun 2045 dibutuhkan pemimpin-pemimpin di daerah yang memiliki “ PAPOJI DEPAN dan BELAKANG”.

Papoji atau kantong depan dianalogkan dengan pikiran-pikiran cerdas, kreatif, kekinian, terukur yang berorientasi solusi dari seorang pemimpin.

Makanya  dalam setiap memberikan sambutan umumnya seorang pemimpin mengambil catatannya dari kantong depan, bukan kantong belakang.

Ternyata juga tidak cukup hanya memiliki kantong depan, juga harus diimbangi dengan isi kantong belakang, dikarenakan kualitas berdemokrasi kita yang masih rendah. Penelitian Prof. Budiono, mantan wakil Presiden era SBY mengemukan bahwa demokrasi akan berkualitas bila pendapatan per kapita sekitar 6.000 dolar US atau setara 84 juta rupiah dan saat ini baru sekitar 57 juta rupiah/kapita/tahun.

Apalagi angka pengangguran, kemiskinan dan ketimpangan negeri ini masih tinggi yang diduga menjadi pemicu maraknya sejumlah demonstrasi yang sebahagian pesertanya sekedar ikut ramai tanpa paham substansinya dan hanya ikut karena imbalan transaksional ala kadarnya. Ini semua karena masalah Papoji belakang dan tentunya memprihatinkan. Dan harus segera dicari solusinya.

Indonesia dikaruniakan potensi sumberdaya alam yang luar biasa hebatnya, ditambah lagi dengan iklim tropis yang memberi kesempatan dapat memproduksi pangan sepanjang tahun dibanding wilayah sub tropis. Negeri ini sudah kalah dengan Vietnam meskipun luasnya tidak kebih besar dari wilayah Pulau Sulawesi dan baru merdeka sekitar 50 tahun yang lalu.

Pemimpin daerah yang memiliki Isi “Papoji Depan” yang bernilai, sudah barang tentu akan mempertebal Isi “Papoji Belakang” yang kemudian bisa memperbaiki kualitas demokrasi, mengurangi pengangguran, kemiskinan dan ketimpangan atau rasio gini (beda berpendapatan tinggi dan rendah).

Bila Papoji belakang sudah berisi, maka masyarakat tidak lagi mempersoalkan naiknya iuran pembayaran BPJS, dicabutnya sejumlah subsidi. Jangan lagi Pemerintah dibebankan untuk itu.

Harapannya bahwa semua yang terkait (pemilik hak suara, hak usung, lembaga penyelenggara) atas lahirnya pemimpin daerah yang bisa membuat perubahan, lompatan-lompatan tidak lagi “terperangkap” dengan isi Papoji belakang, tetapi juga sudah mengedepankan Isi Papoji Depan. SEMOGA.

 

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital
Pendekatan Baru Dalam Pengelolaan Platform Permainan Daring Modern Terbentuk Dari Blockchain Dan Big Data
Skalabilitas Game Online Di Tengah Pertumbuhan Pengguna Digital Global Didukung Infrastruktur Cloud Native
Transparansi Ekosistem Game Online Berbasis Teknologi Masa Kini Didukung Blockchain Modern Dan Smart Contract
Ekosistem Game Modern Yang Lebih Terhubung Terbentuk Dari Integrasi Internet Of Things Dan Artificial Intelligence
Industri Game Modern Menyesuaikan Layanan Dengan Perubahan Perilaku Digital Berkat AI Berbasis Prediksi
Performa Game Multiplayer Meningkat Melalui Teknologi Edge Computing Dengan Pemrosesan Data Lebih Cepat
Platform Game Multiplayer Mengantisipasi Ancaman Siber Lebih Efektif Berkat Cyber Intelligence Modern
Pengembangan Game Modern Menjadi Lebih Fleksibel Dan Adaptif Berkat Artificial Intelligence Berbasis Cloud
Transformasi Digital Perusahaan Skala Kecil Dan Menengah Dipercepat Melalui Pengembangan Aplikasi Low Code
Visibilitas Konten Pada Google Discover Meningkat Secara Organik Berkat Strategi Search Engine Optimization