Sabtu, 8 Agustus 2026

Benarkah Virus Corona Penyebab Tunggal Kematian?

PALU EKSPRES, JAKARTA – Ketua Umum Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dr Daeng Mohammad Faqih mengatakan hingga saat ini belum ada laporan bahwa 2019 Novel Coronavirus atau 2019-nCoV merupakan penyebab tunggal kematian seseorang.

“Sudah ada kasus kematian, tapi yang dilaporkan kasus kematiannya kemarin berdasarkan laporan terakhir WHO (organisasi Kesehatan Dunia) itu penyebabnya bukan tunggal karena virus (2019-nCoV). Itu karena yang bersangkutan yang terinfeksi virus itu dia sudah disertai penyakit yang lain,” kata Daeng kepada ANTARA di Jakarta, Minggu (26/1/2020).

Daeng menuturkan orang yang sedang menderita penyakit tertentu, kemudian terinfeksi dengan virus corona itu, maka kondisi orang tersebut semakin parah sampai dapat menyebabkan kematian terhadap orang itu.

“Virus dan penyakit lain yang bersamaan itu saling memperberat. Kalau kasus tunggal karena penyakit (virus corona 2019-nCoV) itu saja, itu belum dilaporkan,” kata Daeng.

Dia mengatakan di antara kematian pasien yang terjangkit virus corona baru itu, ada yang memang memiliki penyakit lain seperti diabetes dan gagal ginjal. Karena terinfeksi virus corona, kondisi tubuh pasien bertambah parah.

Karenanya, para pakar sedang meneliti terkait ada tidaknya kematian yang secara tunggal disebabkan oleh infeksi virus corona tersebut.

Lebih dari 2.000 orang di seluruh dunia tertular virus corona jenis baru tersebut, yang sebagian besar di China, dan sebanyak 56 orang di China meninggal karena wabah tersebut.

Pada Minggu (26/1/2020), China memastikan hingga 25 Januari ada 1.975 kasus pasien yang tertular virus corona baru sementara jumlah korban meninggal telah mencapai 56 orang.
Virus corona sebenarnya banyak didapati di hewan. Sementara, awalnya yang terinfeksi virus corona 2019-nCoV di Wuhan, China, banyak yang menderita penyakit itu setelah makan sup ular. Tapi ditengarai kalelawar pun punya virus itu dan bisa menularkannya. Untuk itu, masih perlu penelitian lebih lanjut untuk menemukan hewan pembawa virus itu.

“Khusus kejadian yang Wuhan itu kasusnya memakan sup ular yang mengandung virus itu,” ujar Daeng.

Virus corona itu kemudian mewabah, dan korban terjangkit virus makin bertambah. Penularan virus 2019-nCoV tidak hanya dari hewan ke manusia tapi juga bisa antarmanusia, sehingga penyebarannya cepat. (antara/jpnn)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital