Minggu, 9 Agustus 2026
Palu  

Jadi ASN Kemenag harus Loyal dan Tanggung Jawab

PALU EKSPRES, PALU – Menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian Agama harus memiliki kemampuan, loyalitas dan tanggung jawab.

Demikian disampaikan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Tengah, Rusman Langke dalam arahannya kepada peserta ujian SKD CPNS, Senin, 3 Februari 2020.

Menurutnya, setelah lulus seleksi CPNS, tidak langsung menjadi ASN, karena masih berstatus CPNS 80 persen, sehingga harus memiliki 3 sikap tersebut untuk diangkat sebagai PNS.  

“Para peserta yang lulus hasil seleksi nantinya akan melayani masyarakat, dan Kementerian Agama tidak hanya mengurus persoalan agama Islam, namun juga Agama lain, Kristen, Katolik, Hindu dan Buddha”. Jelas Kakanwil didampingi Kepala UPT BKN Donggala (Palu), Supardi, Kasubbag Kepegawaian dan Hukum, Mohammad Djamil M. Nur dan Kasubbag Umum dan Humas, Ratna Muthmainnah.

Kakanwil juga mengatakan bahwa peserta CPNS tahun ini menghadapi persaingan yang ketat dengan banyaknya jumlah pelamar. Melalui seleksi CAT akan dihasilkan ASN yang memiliki kemampuan yang sesuai dengan kebutuhan dan prinsip dasar dalam melayani masyarakat.


Pengadaan CPNS 2019 dilaksanakan 11 November 2019 lalu dengan pendaftar sebanyak 2702 orang. Adapun Peserta yang memenuhi syarat sebanyak 2147 orang. Ujian Computer Assisted Test (CAT) CPNS di lingkungan Kementerian Agama (Kemenag) berlangsung sejak tahun 2018 lalu, setelah Pemerintah melakukan moratorium pengadaan CPNS pada Kemenag sejak 2012 hingga 2017.

Tahun 2018 lalu dibuka 221 formasi dan pada tahun 2019 dibuka 33 formasi dengan 15 jenis  jabatan. 

Adapun formasi tersebut, yakni; untuk Jabatan fungsional; Ahli Pertama Guru IPA, Guru Bahasa Indonesia, Guru Matematika, Guru Fisika, Guru Bahasa Arab, Guru Bahasa Inggris. Ahli Pertama Analis Kepegwaian, Perencana, Arsiparis, Pranata Komputer,

Penyuluh Agama, Pranata Hubungan Masyarakat, Penghulu dan Statistisi. Sementara untuk Jabatan pelaksana hanya satu formasi, yakni Penyusun Laporan Keuangan.

Pelaksanaan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) telah berlangsung sejak hari Minggu tanggal 2 hingga 11 Februari 2020. Dalam dua hari pelaksanaan SKD telah dilaksanakan sebanyak 8 sesi yang kuota setiap sesinya berjumlah 50 orang. Hingga hari ini sebanyak 51 peserta yang memenuhi syarat tidak mengikuti ujian. (lilis/humas)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital