Minggu, 9 Agustus 2026

Ditopang Pertambangan dan Penggalian, Ekonomi Sulteng Melaju, Tumbuh 7,15 Persen

PALU EKSPRES, PALU– Pertumbuhan ekonomi Sulawesi Tengah pada tahun 2019 yang diukur berdasarkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), tumbuh 7,15 persen dibandingkan tahun 2018 yang hanya mencapai 6,28 persen.
“Ekonomi Sulteng melaju dibandingkan tahun 2018,” kata Kepala BPS Sulteng, Dumangar Hutauruk pada press rilis BPS Sulteng, Rabu (5/2/2020), di kantor BPS Sulteng.

Menurut Dumangar, pertumbuhan terjadi hampir pada semua lapangan usaha. Kecuali pada tiga lapangan usaha, yaitu pengadaan air, pengolahan sampah, limbah, dan daur ulang; penyediaan akomodasi dan makan minum; serta jasa keuangan dan asuransi. Adapun pertumbuhan tertinggi terjadi pada lapangan usaha pertambangan dan penggalian yaitu sebesar 16,27 persen.

Pertumbuhan yang cukup tinggi juga terjadi pada lapangan usaha konstruksi dan informasi dan komunikasi, masing- masing tumbuh sebesar 14,34 persen dan 9,81 persen. Ia menjelaskan ekonomi Provinsi Sulawesi Tengah tahun 2019 (c-to-c) yang sebesar 7,15 persen tersebut paling besar disumbang oleh lapangan pertambangan dan penggalian sebesar 2,41 persen bila dilihat dari sumber pertumbuhannya. Selanjutnya, lapangan usaha konstruksi sebesar 1,55 persen, dan lapangan usaha industri pengolahan sebesar 1,26 persen. “Sedangkan untuk sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan berkontribusi sebesar 0,62 persen, dan lapangan usaha lainnya memiliki andil sebesar 1,30 persen terhadap pertumbuhan ekonomi yang tercipta,” ujarnya.

Adapun struktur perekonomian Provinsi Sulawesi Tengah menurut lapangan usaha tahun 2019 tambahnya, masih didominasi oleh empat lapangan usaha utama yaitu, Pertanian, Kehutanan dan Perikanan sebesar 25,96 persen; Pertambangan dan Penggalian sebesar 15,13 persen; Industri Pengolahan sebesar 13,01 persen, serta Konstruksi sebesar 12,63 persen.

Sementara itu, Kepala Bidang Neraca Wilayah dan Analisi Statistik BPS Sulteng Rukhedi, SSi, MSE mengatakan perekonomian Provinsi Sulawesi Tengah triwulan IV tahun 2019 jika dibandingkan dengan triwulan IV tahun 2018 (y-on-y), tumbuh sebesar 9,59 persen.

Pertumbuhan tersebut menurut Rukhaedi, dicapai oleh peningkatan produksi pada sebagian besar lapangan usaha. Pertambangan dan penggalian merupakan lapangan usaha yang mengalami pertumbuhan tertinggi yaitu 22,07 persen. Diikuti lapangan usaha konstruksi sebesar 18,24 persen serta pada lapangan usaha pengadaan listrik dan gas sebesar 11,92 persen.
Pada triwulan IV tahun 2019 jika dibandingkan dengan triwulan IV tahun 2018 (y-on-y), seluruh lapangan usaha mengalami pertumbuhan positif. Sehingga tidak ada lapangan usaha yang mengalami kontraksi.
“Hal ini menunjukkan sudah mulai pulihnya ekonomi Sulawesi Tengah setelah terdampak bencana pada tahun lalu,” ujarnya.

Menurut sumber pertumbuhannya lanjutnya, ekonomi Provinsi Sulawesi Tengah triwulan IV tahun 2019 jika dibandingkan dengan triwulan IV tahun 2018 (y-on-y) yang tumbuh sebesar 9,59 persen tersebut, paling besar disumbang oleh lapangan usaha Pertambangan dan Penggalian yang memiliki sumber pertumbuhan tertinggi sebesar 3,23 persen. Diikuti lapangan usaha konstruksi sebesar 2,17 persen, dan lapangan usaha industri pengolahan 1,30 persen. (fit/palu ekspres)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital