Minggu, 9 Agustus 2026
Palu  

Penyerderhanaan Birokrasi Pemprov Sulteng, 12 OPD Tangani Pelayanan Publik dan Investasi

PALU EKSPRES, PALU– Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tengah sedang mengkaji rencana Penyerataraan jabatan Pengawas ke Jabatan Fungsional atau Penyederhanaan Birokrasi melalui Tim Peneliti yang beranggotakan Dr. Timuddin Dg. Mangera Bauwo, Drs, M,Si dan Dr. Jubair, SH, M,Hum.

Tujuannya, untuk mengetahui dan menganalisa penyederhanaan birokrasi pada jabatan administrasi yang menangani fungsi pengelolaan perijinan , investasi dan pelayanan publik pada Pemda Provinsi Sulawesi Tengah. Hasil kajian tersebut nantinya dapat dijadikan bahan pertimbangan oleh pemerintah dalam penyederhanaan birokrasi melalui penyetaraan fungsi jabatan pengawas ke jabatan fungsional.

Hal itu menindaklanjuti Surat Menteri Dalam Negeri Nomor , 130/13989/SJ, perihal penyederhanaan birokrasi pada jabatan administrasi dilingkungan Pemerintah Provinsi.

Tim Peneliti yang beranggotakan tiga orang tersebut, Rabu (19/2/2020), melaporkan hasil penelitiannya kepada Gubernur Sulteng Longki Djanggola di ruang kerja gubernur. Tim Peneliti menyebutkan, bahwa kebijakan penyederhanaan birokrasi bertujuan untuk meningkatkan efektivitas, efesiensi dan akuntabilitas kinerja pemerintah. Dan,  salahsatu pertimbangan adalah kemampuan ABPD dan berdasarkan surat Mendagri Nomor 130/13989/Sj, tanggal 13 Desember 2019.

“Beberapa jabatan  eselon IV yang masih dibutuhkan pada sekretariat dan berdasarkan kajian pada tahap awal penerapan kebijakan ini , pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah mengusulkan 12 Perangkat Daerah yang menangani pelayanan public dan investasi daerah dan pada 12 Perangkat Daerah tersebut terdapat 168 Peta jabatan yang diusulkan untuk dialihkan,” kata Dr. Timuddin mewakili anggota Tim Peneliti.

Dr. Timuddin menjelaskan  penyetaraan jabatan struktural ke jabatan fungsional tidak dapat diidentikkan dengan istilah non job yang secara umum dimaknai tanpa jabatan. Selain itu, Tim Penliti juga  menyampaikan rekomendasi antara lain, sebelum melaksanakan penyetaraan jabatan struktural ke jabatan fungsional, Gubernur disarankan  dapat menyampaikan surat edaran kepada OPD agar mempersiapkan jajarannya yang akan disetarakan. “ OPD leading sector agar menyusun skala prioritas /pemetaan peta jabatan perangkat daerah yang akan dialihkan,” ujarnya.

Gubernur Longki Djanggola menyampaikan bahwa kajian ini dilakukan atas perintah dan kebijakan Pemerintah Pusat.   Tetapi kata Longki,  agar hasil kajian juga dapat memberikan pertimbangan resiko dan dampak dari kebijakan yang akan dilakukan dan juga perlu dimatangkan berdasarkan konsultasi secara nasional .

Ia juga menyampaikan bahwa Presiden RI menegaskan kebijakan penyederhanaan Birokrasi yang dilakukan tidak akan merugikan ASN dan tidak akan mengurangi pendapatan ASN .

“ Saya sebagai Gubernur , suka atau tidak suka harus melaksanakan kebijakan nasional ini. Untuk itu pastikan kebijakan ini tidak merugikan ASN,” kata Longki. (**/fit/palu ekspres)

 

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital
Pendekatan Baru Dalam Pengelolaan Platform Permainan Daring Modern Terbentuk Dari Blockchain Dan Big Data
Skalabilitas Game Online Di Tengah Pertumbuhan Pengguna Digital Global Didukung Infrastruktur Cloud Native
Transparansi Ekosistem Game Online Berbasis Teknologi Masa Kini Didukung Blockchain Modern Dan Smart Contract
Ekosistem Game Modern Yang Lebih Terhubung Terbentuk Dari Integrasi Internet Of Things Dan Artificial Intelligence
Industri Game Modern Menyesuaikan Layanan Dengan Perubahan Perilaku Digital Berkat AI Berbasis Prediksi
Performa Game Multiplayer Meningkat Melalui Teknologi Edge Computing Dengan Pemrosesan Data Lebih Cepat
Platform Game Multiplayer Mengantisipasi Ancaman Siber Lebih Efektif Berkat Cyber Intelligence Modern
Pengembangan Game Modern Menjadi Lebih Fleksibel Dan Adaptif Berkat Artificial Intelligence Berbasis Cloud
Transformasi Digital Perusahaan Skala Kecil Dan Menengah Dipercepat Melalui Pengembangan Aplikasi Low Code
Visibilitas Konten Pada Google Discover Meningkat Secara Organik Berkat Strategi Search Engine Optimization