Minggu, 30 Agustus 2026
Palu  

OSS Dinilai Hambat Kemudahan Perizinan di Palu

IMG_20200225_201909

PALU EKSPRES, PALU- Online Single Submission (OSS) atau perizinan berusaha terintegrasi secara elektronik,kini diterapkan dalam proses pelayanan perizinan di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Palu. Pola ini mulai berjalan tahun 2019.

Alih-alih mempermudah pelayanan, permohonan izin secara elektronik ini justru malah mempersulit pemohon. Sudah begitu, tahun 2019, muncul pula sejumlah aturan teknis untuk melengkapi syarat permohonan misalnya untuk Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

Khusus IMB, rangkaian birokrasi pun kian panjang dan mesti melalui banyak pintu. Misalnya syarat IMB yang harus dilengkapi dokumen lingkungan. Bukan hanya itu, seluruh IMB yang diajukan setelah bencana, masih harus menunggu pengesahan Peraturan Daerah (Perda) Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) dan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR). Karena RTRW dan RDTR yang kemudian akan mengatur peruntukan kawasan berdasarkan Zona Rawan Bencana (ZRB).

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Palu, Eka Komalasari menyadari hal ini memang membuat birokrasi pelayanan izin menjadi panjang dan berbelit-belit. Dia mengaku ini kendala utama yang dihadapi saat ini hingga membuat lambatnya sebuah dokumen IMN terbit.

Eka dalam forum libu ntodea bertema kemudahan dan kendala perizinan dan investasi berusaha pascabencana, Senin 24 Februari 2020 di Milenium Water Park Palu, menjelaskan, jaringan OSS terkadang drop saat proses sedang berlangsung. Piihaknya pun ia akui kesulitan untuk mengakses jika ini terjadi.

“Kesulitan akses jika sedang drop ini yang jadi keluhan baik pemohon dan kami di PTSP sendiri,”jelasnya.

Proses perizinan menurutnya jadi lambat melalui OSS jika terdapat data perusahan yang tidak valid serta keseringan gangguan konektivitas jaringan dengan pihak Kantor Pajak Pratama.

Eka menjelaskan, kini muncul kendala baru. Tahun 2020 terbit lagi OSS versi baru 1.1 yang tak kalah membuat proses menjadi panjang. Pasalnya pelaku usaha yang telah terdaftar di OSS mesti daftar baru kembali. Karena banyak data pemohon yang hilang dalam OSS versi baru tersebut.

“Ini pelru sosialisasi lagi karena
pelaku usaha harus daftar kembali. Sebab banyak data hilang. Mungkin saat pengintegrasian yang tidak sempurna,”ungkapnya.

Diapun mengaku saat ini terjadi tumpang tindih aturan dalam penerbitan izin. IMB yang sebelumnya tidak perlu dokumen izin lingkungan kini wajib dikantongi dari dinas lingkungan hidup

Kemudian sertifikat laik fungsi (LSF) dari Kementerian PUPR. Ini terangnya sebenarnya wajib. Namun sejauh ini belum diterapkan karena harus membentuk tim teknis.

Selanjutnya rekomemdasi dari Tim Ahli Bangunan Gedung (TABG). Pascabencana TABG ini menjadi syarat permohonan IMB.

Namun kata dia pihaknya tetap menjalin koordinasi dengan OPD teknis terkait untuk proses percepatan izin. Dia menegaskan siap menerima aduan jika terdapat upaya mempersulit dari orang tidak bertanggung jawab.

“Sebenarnya bisa mudah. Tapi biasanya pelaku usaha gunakan pihak ketiga dan notaris untuk daftar izin,”jelasnya.

Yang terpenting papar Eka adalah komitmen bersama dengan OPD teknis lainnya. Ini ia akui memang jadi kendala karena belum terpenuhi dengan sempurna. Dan membuat proses pelayanan menjadi panjang.

Pasalnya tim teknis lintas OPD tidak berkomitmen untuk ini. Yang awalnya telah diupayakan untuk berkantor di DPMPTSP, namun belakangan tidak terealisasi

“Kami sudah berupaya agar tim teknis berkantor di PTSP. Namun komitmen OPD teknis yang kurang pegang komitmen,”keluhnya.

Dia berkata IMB sebelum bencana sebenarnya bisa mudah. Namun Pascabencana IMB ini harus dilengkapi kajian peruntukan zonasi.

“Karena saat pengajuan memang lengkap.Namun saat penerbitan ada harus ada rekomendasi tim teknis,”paparnya.

Dia menilai memang perrlu ada diskresi soal ini. Agar IMB yang diajukan sebelum bencana bisa segera diupayakan secepatnya selesai. Namun lain halnya IMB yang diajukan setelah bencana. Menjadi lambat karena menunggu Perda RTRW disahkan.

“Yang diajukan sebelum bencana, sepanjang sudah kantongi KRK dan lokasinya penuhi syarat sesuai RTRW yang lama itu bisa dipercepat,”demikian Eka.

Libu Ntodea sengaja diangkat dengan tema kemudahan perizinan dan investasi pascabencana. Isu ini diangkat karena banyaknya keluhan yang mulai mengemuka terkait layanan perizinan di Kota Palu.

Sekretaris DPD REI Sulteng, M Rizal mengaku, saat ini pengemban properti saat ini terkendala karena ZRB. Banyak anggota REI yang belum bisa memulai usaha karena menunggu Persa RTRW dan RDTR.

Demikian halnya H Baso. Dia mengaku terlalu banyak jendela yang harus dilalui dalam memohon IMB. Padahal substansi DPMPTS harusnya tim teknis dari OPD terkait lainnya berkantor di dinas tersebut. Agar masyarakat tidak perlu bolam balik dari kantor satu ke kantor lainnya untuk melengkapi dokumen perizinan.

“Kan sudha ada tim teknis perizinan. Harusnya satu pintu dan satu atap saja. Tapi yang terjadi jendelanya terlalu banyak,”ujarnya.

Slamet Riyadi Cante dari akademisi mengatakan, kemudahan investasi perinsipnya adalah pelayanan.

Kata dia, jika dibanding negara tetangga, durasi layanan perizinan di Indonesia sangat tertinggal jauh. Karena nirokrasi pelayanan masih sangat panjang.

“Kuncinya adalah nudaya birokrasi itu sendiri. Mental birokrasi mempersulit sesuatu yang sebenarnya mudah. Ini perlu diperbaiki,”hematnya.

Belum lagi soal regulasi. Yang kadang saling melampaui antara pemerintah pusat dan daerah. Koordinasi OPD yamg tidak berjalan optimal. Dan kendala jaringan internet jika menggunakan layanan elektronik.

“Kadang over lap antara pemerintah pusat dan daerah terkait aturan main perizinan ini,”sebutnya.

Sementara Arthur Pengemanan, dari APINDO Sulteng, dalam kesempatan itu mengaitkan tema libu ntodea dengan rencana penggabungan sejumlah undang-undang untuk kemudahan cipta lapangan kerja (omnibus law).

Menurut dia Indonesia saat ini jalani sistem instrumen yuridisi rezim sektoral law atau parsial.
Sistem ini nantinya akan berubah dengan rezim omnibus law atau penggabungan Undang undang bernama cipta lapangan kerja.

“Ini untuk akomodir masalah peluang kerja.Maka harus dijabarkan. Semua sektor atau OPD wajib pengarahan dan untuk penciptaan kesempatan kerja termasuk berusaha.

Menurut dia akan ada mekanisme industri antara pemberi kerja dan pekerja.

“Tinggal pointer actionnya yang harus ditindaklanjuti Bappeda atau di daerah. Seperti apa kesiapan Kota Palu dan Sulteng,”demikian Arthur. (mdi/palu ekspres)

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam