Minggu, 9 Agustus 2026
Opini  

Desa Maju-Negara Maju

Oleh Hasanuddin Atjo

Indonesia dibagi atas wilayah Provinsi, Kabupaten/Kota, Kecamatan dan Desa/Kelurahan dan diakhiri ke Rukun Warga (RW)  dan Rukun Tetangga (RT). Berdasarkan data BPS (2018) bahwa jumlah desa di Indonesia sebanyak 83.931.

Desa adalah garda terdepan dari negeri ini, dan dibagi lagi atas Rukun Warga (RW) dan Rukun Tetangga (RT). Desalah yang memiliki sumberdaya (alam dan  sumberdaya manusia), dan di desa pula masalahnya paling banyak. Mulai dari kemiskinan, pengangguran dan ketimpangan yang antara lain berujung pada tidak mampu membayar BPJS meskipun disubsidi, sampai kepada konflik antarwarga.

Karena itu tiap tahun sejumlah penduduk desa menjadi peserta urbanisasi (pergeseran orang dari desa ke kota), dari yang tidak bersertifikat sampai kepada yang bersertifikat. Laju urbanisasi ke ibukota dari tahun ke tahun terus meningkat.

Bank dunia (2019) memproyeksi tahun 2045 (Indonesia Hebat) sebanyak 220 juta penduduk Indonesia akan tinggal di kota-kota besar dan kecil. Artinya,  urbanisasi di Indonesia akan terus meningkat dari saat ini setara 50 persen  menjadi sekitar 70 persen  di tahun 2045. Tentunya laju urbanisasi atau meninggalkan desa ini dipicu untuk mendapat kehidupan yang lebih baik. Namun yang menjadi soal adalah tenaga urban umumnya hanya mengisi lowongan pekerjaan di kompetensi paling bawah seperti pembantu rumahtangga, buruh pabrik.

Riset Bank Dunia berjudul “Time To ACT; Realizing Indonesian’s Urban Potential” (2019), laju urbanisasi Indonesia belum diimbangi dengan laju peningkatan kesejahteraan yang sama besarnya. Setiap kenaikan 1 persen  urbanisasi di Indonesia hanya mampu mengungkit 1,4 persen PDB per kapita. Sementara China mencapai 3 persen dan di kawasan Asia Fasifik dan Timur rata-rata sebesar 2,7 persen.

Indonesia adalah Negara Kepulauan yang memiliki sumberdaya alam yang lengkap dan beriklim tropis. Sesungguhnya ini menjadi satu keunggulan komparatif dan kompetetif untuk bisa menjadi hebat. Karena itu kebijakan Pembangunan nasional kabinet Jokowi-Mar’uf Amin yang mendorong desa sebagai lokomotif harus diwujudkan. Harus dibangun percontohan-percontohan desa cerdas atau “Smart Village” yang juga akan diikuti dengan program dan kegiatan yang cerdas, menyesuaikan dengan industri 4.0 dan karakter milenial generasi.

Jepang adalah contoh negara yang mendorong desanya menjadi lokomotif. Sejak kalah dari sekutu di perang dunia kedua akibat jatuhnya bom atom tanggal 6 dan 9 Agustus 1945 di Nagasaki dan Hirosyima, Pemerintah Jepang membangun skenario baru untuk bangkit dari keterpurukan.

Sejak kejadian itu , yang pertama dilakukan adalah merubah pola konsumsi di masyarakat dari orientasi karbohidrat ke protein dan serat kasar. Karena itu, kini Jepang menjadi salah satu Negara maju dengan pendapatan per kapita US$ 43.500/tahun setara 593 juta/kapita/tahun Sedangkan Indonesia baru mendekati US$ 4.000/tahun atau setara 56 juta rupiah/tahun. Padahal kondisi Jepang dan Indonesia tahun 1945 sama-sama terpuruk. Jepang adalah salah satu contoh negara yang bisa menekan laju urbanisasi.

Gubernur merupakan perpanjangan tangan dari Pemerintah Pusat. Peran Gubernur sangat strategis untuk menyelaraskan program Pusat dengan Program Daerah. Gubernur harus mampu bersama bupati dan walikotanya untuk merancang pembangunan kabupaten/kota yang memiliki wilayah kecamatan dan desa sebagai garda terdepan. Filosofi perencanaan dan pembangunan yang paling tepat diterapkan oleh seorang gubernur adalah filosofi “Kereta Kuda”.  Artinya,  Provinsi ditarik oleh Kabupaten/Kota, kemudian oleh Kecamatan dan ujungnya adalah Desa sebagai garda terdepan dengan jumlah 83.931.

Pilkada 2020 yang akan memilih kepala daerah dalam hal ini Gubernur dan Bupati/Walikota menjadi strategis dan merupakan kereta terakhir menuju perubahan. Masyarakat pemilik hak suara harus terus diedukasi agar memahami bahwa pasangan calon kepala daerah harus memiliki kapasitas Konseptor dan Eksekutor. Tidak lagi terperangkap oleh janji-janji politik yang selalu akan mengkondisikan serta meninabobokan masyarakat untuk tujuan pencitraan. Salah memilih kepala daerah maka harapan untuk keluar dari keterpurukan dan menjadi hebat tinggal catatan sejarah. SEMOGA.

 

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital
Pendekatan Baru Dalam Pengelolaan Platform Permainan Daring Modern Terbentuk Dari Blockchain Dan Big Data
Skalabilitas Game Online Di Tengah Pertumbuhan Pengguna Digital Global Didukung Infrastruktur Cloud Native
Transparansi Ekosistem Game Online Berbasis Teknologi Masa Kini Didukung Blockchain Modern Dan Smart Contract
Ekosistem Game Modern Yang Lebih Terhubung Terbentuk Dari Integrasi Internet Of Things Dan Artificial Intelligence
Industri Game Modern Menyesuaikan Layanan Dengan Perubahan Perilaku Digital Berkat AI Berbasis Prediksi
Performa Game Multiplayer Meningkat Melalui Teknologi Edge Computing Dengan Pemrosesan Data Lebih Cepat
Platform Game Multiplayer Mengantisipasi Ancaman Siber Lebih Efektif Berkat Cyber Intelligence Modern
Pengembangan Game Modern Menjadi Lebih Fleksibel Dan Adaptif Berkat Artificial Intelligence Berbasis Cloud
Transformasi Digital Perusahaan Skala Kecil Dan Menengah Dipercepat Melalui Pengembangan Aplikasi Low Code
Visibilitas Konten Pada Google Discover Meningkat Secara Organik Berkat Strategi Search Engine Optimization