Sabtu, 5 September 2026
Opini  

Pentingnya Mandiri Pangan di Saat Krisis karena Corona

Oleh Hasanuddin Atjo (Kepala Bappeda Sulawesi Tengah)

Pandemic Corona kini menbuat semua orang jadi pusing, cemas dan mulai dihinggapi rasa panik. Mulai Kepala Negara sampai kepada masyarakat kecil pun di seluruh dunia.

Pasalnya, krisis ekonomi mulai dirasakan akibat kebijakan social dan physical distancing, termasuk stay at home atau tinggal di rumah dan bekerja dari rumah yang wajib dan mutlak dilakukan. Kecuali untuk hal tertentu yang sangat penting.

Harga kebutuhan bahan pangan yang merupakan “bahan bakar, energi ” setiap manusia mulai terbatas akibat physical dan social distancing. Harga beras, ikan, ayam dan protein lainnya mulai bergerak naik, karena stock mulai terbatas. Dilain sisi kebijakan merumahkan karyawan dan memutus kontrak kerja terpaksa dilakukan di sejumlah perusahaan..

Dua masalah  secara bersamaan menimpa dan menjadi beban masyarakat yaitu harga kebutuhan pangan yang cenderung naik, dan pendapatan cenderung berkurang. Sudah pasti angka inflasi, kemiskinan dan ketimpangan akan meningkat signifikan. Disinilah baru disadari betapa pentingnya peran kemandirian pangan sebuah Negara, sebuah wilayah.

Di saat seperti ini peran Negara bersama Pemerintah Daerah harus hadir untuk meminimalisir permasalahan itu. Sejumlah regulasi telah dikeluarkan Presiden Joko Widodo bersama wakilnya Ma’ruf Amin diantaranya “Lock Down Terbatas” yang dianggap sudah tepat. Karena Lock Down penuh yang diterapkan di beberapa Negara seperti India dan Amerika Serikat telah melahirkan sejumlah masalah baru yang lebih memperparah keadaan.

Re-alokasi sejumlah anggaran pembangunan tahun 2020 yang akan diberlakukan di semua daerah, juga dipandang sebagai solusi yang akan meringankan beban masyarakat. Namun perlu dicari formulasi yang tepat.

Badan Usaha Logistik, BULOG yang berperan sebagai penyangga tentunya berperan strategis untuk penyediaan pangan bagi masyarakat namun masih terbatas kepada beras, gula dan minyak goreng. Itupun juga masih harus di suply dari luar wilayah.

Pertanyaan penting. kemudian bagaimana dengan penyediaan pangan lain seperti ikan, ayam dan hortikultura yang memerlukan gudang pendingin atau Coldstoredge?

Di saat ditugaskan sebagai Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sulawesi Tengah periode (2007-2019), di setiap pelabuhan perikanan telah dibangun gudang pendingin dan pabrik es melalui APBN dan APBD. Gudang pendingin ini bertujuan untuk stabilitas harga, yaitu di saat musim ikan, hasil tangkapan nelayan di tampung dan disalurkan pada saat dibutuhkan.

Ada sembilan lokasi yang telah dibangun fasilitas itu yaitu 2 unit di kab. Donggala, 2 unit di Tolitoli, 1 unit di Parigi Moutong, 1 unit di Kab. Morowali, 1 unit di Banggai dan 2 unit di kabupaten Banggai laut.

Fasilitas ini tentunya dapat dimanfaatkan untuk menampung bahan pangan protein seperti ikan atau ayam dengan intervensi dana dari re-alokasi Provinsi dan Kabupaten/Kota untuk menjadi cadangan pangan protein bila nantinya Pandemic ini berkepanjangan. Harapan dan doa kita bersama kiranya pandemic ini bisa segera diakhiri.

Belajar dari pengalaman danpak yang ditimbulkan oleh Pandemic Corona, maka program dari Kemandirian maupun Ketahanan Pangan yang telah lama menjadi program nasional, seyogianya harus lebih diprioritaskan, didorong dan dimaksimalkan. Menjadi salah satu tugas pokok pemimpin daerah untuk membangun kemandirian pangan di masing-masing wilayahnya.

Berhubungan dengan hal tersebut di atas, dan berdasarkan data dari Global Food Security Indek (2019), bahwa Ketahanan Pangan Nasional berada di urutan ke 62 dengan nilai indeks sekitar 62,6 dari 113 Negara yang diukur. Philipina berada dibawah Indonesia yaitu peringkat 64. Singapura berada di urutan teratas dengan nilai 87,4. Malaysia di urutan 28, Thailand 52, Vietnam di urutan ke 54.

Bila dikaitkan dengan upaya menghadapi pandemic Corona, maka Negara dengan indeks kemandirian pangan yang tinggi lebih mampu menekan angka kematian dari kasus positif dan menaikkan angka kesembuhan.

Berdasarkan data yang dilansir dari Kompas.com 30 Maret 2020 menunjukkan bahwa Singapura positif Infeksi 802 kasus, sembuh 198 dan meninggal 3 orang. Thailand positif 1.524 orang, sembuh 229 dan meninggal 9 orang. Vietnam positif 194 orang, sembuh 52 orang dan meninggal belum ada. Philipina kasus positif 1546 orang, sembuh 42 orang dan meninggal 78 orang. Dan Indonesia positif 1.414 kasus, sembuh 75 orang, meninggal 122 orang.

Sebagai clossing statment dari tulisan ini bahwa: Ada korelasi antara nilai indeks Kemandirian atau ketahanan pangan sebuah Negara atau sebuah wilayah, dengan upaya menekan korban meninggal dan meningkatkan jumlah yang sembuh terkait dengan pandemic Corona, Covid-19. Tentunya korelasi ini masih harus dikaji lebih dalam lagi dan komprehensif. Semoga

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam