Sabtu, 8 Agustus 2026

Keterlaluan Nih Peserta Aksi 112, Pukul dan Caci Maki Wartawan

Kekerasan pada jurnalis

JAKARTA, PE – Hujan deras mewarnai kegiatan zikir, selawat, dan doa bersama dalam aksi sejuk 112, Sabtu (11/2).
Masjid Istiqlal yang berkapasitas 200 ribu jemaah dipenuhi peserta.

Sementara, ribuan jemaah lainnya yang tidak tertampung memenuhi halaman dan jalanan di sisi utara maupun timur masjid. Kegiatan berlangsung lancar hingga dinyatakan selesai selepas salat zuhur.

Para jamaah yang tidak tertampung itu mengikuti jalannya tausyiah melalui pengeras suara yang ditempatkan di beberapa titik.

Pekik takbir menggema di jalanan ketika Imam Besar FPI Habib Rizieq menyerukan jemaah untuk bertakbir.

Begitu pula ketika selawat dilantunkan. Massa yang berdatangan sejak Jumat (10/2) malam itu mengikuti dengan antusias. Ketika hujan turun, sebagian semburat berteduh. Sebagian lagi memilih bertahan di tengah guyuran hujan.

Sejumlah jamaah tampak sudah mempersiapkan payung dan jas hujan untuk melindungi tubuh. Sehingga, mereka tidak perlu beranjak dari tempatnya berdiri.

Sementara, penjagaan oleh aparat keamanan tampak tidak terlalu mencolok. Sebagaimana aksi-aksi sebelumnya, akses menuju kompleks Istana Kepresidenan ditutup total.

Baik jalan Medan merdeka utara, Jalan Veteran, Jalan Veteran III, dan Jalan Majapahit. Jalanan ditutup menggunakan barrier beton, yang dilapisi dengan kawat berduri di depannya.

Sementara, aparat TNI berjaga-jaga-jaga di sekitar kompleks istana.

Sisi timur dijaga anggota TNI yang mengenakan pakaian anti huru hara, sementara, di sisi barat, sejumlah anggota Paskhas TNI AU tampak berjaga. Paspampres yang menjaga ring I mengenakan pakaian loreng.

Bus dan kendaraan lain milik jemaah diparkir di dalam lapangan banteng. Sebagian lagi yang tidak tertampung memilih parkir di sisi barat, timur, dan utara masjid.

Alhasil, jalan Juanda yang tidak masuk daftar blokir pun tutup dengan sendirinya karena dipenuhi kendaraan jamaah yang antusias mengikuti zikir.

Meski berlangsung lancar, kegiatan tersebut sempat diwarnai insiden yang melibatkan sejumlah oknum peserta zikir.
Mereka melakukan perbuatan yang tidak simpatik terhadap sejumlah awak media yang meliput kegiatan tersebut.
Tiga media televisi menjadi korban, masing-masing Global TV, Kompas TV, dan Metro TV.

Kompas TV menjadi korban pertama pada Jumat malam. Mobil yang berisi tim teknik SNG Kompas TV diusir dari halaman masjid Istiqlal oleh kerumunan massa.

Kemudian, kemarin sekitar pukul 11 giliran jurnalis Metro TV, Desi Bo dan Ucha Fernandes yang diusir massa.
Ketua AJI Jakarta Ahmad Nurhasim menuturkan, dari keterangan yang dikumpulkan, keduanya mengambil gambar di pintu Al Fatah yang terletak di seberang Gereja Katedral.

’’Belum sempat masuk, terdengar suara dari belakang, usir Metro TV… usir Metro TV,’’ ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima Jawa Pos.

Setelah itu, keduanya digiring menjauh dari kawasan Masjid Istiqlal, Massa juga mencaci dan mengintimidasi kedua jurnalis tersebut. Tidak hanya itu saja, keduanya juga sempat dipukuli.

Ucha dipukuli di bagian perut, leher, dan kaki. Sementara, kepala Desi dipukul menggunakan bambu.

Jurnalis Global TV, Dino, diintimidasi karena dituding tidak sopan. Saat siaran, dia menyebut nama Rizieq tanpa menyebut Habib.

’’Massa memaksa dia untuk menambahkan kata ’Habib’ saat menyebut Rizieq Shihab,’’ tambahnya.

AJI pun mendorong para jurnalis itu untuk melaporkan tindakan kekerasan tersebut ke kepolisian.

(tyo/byu/fajar/PE)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital