Minggu, 9 Agustus 2026
Opini  

Covid-19, Memicu Percepatan Digitalisasi di Negeri Ini

Hasanuddin Atjo

Oleh Hasanuddin Atjo (Kepala Bappeda Provinsi Sulawesi Tengah)

Pandemic Covid-19 membuat semua “warga bumi” dihinggapi rasa was-was, cemas dan panik dengan kadar yang bervariasi. Pasalnya,  dalam tempo kurang lebih dari 100 hari, sejak kasus infeksi positif di kota Wuhan, China, Covid-19 telah menyebar ke 207 Negara dengan korban meninggal per tanggal 5 April 2020, secara global mencapai 57.206 orang dari kasus sebesar 1.056.159 dan secara Nasional mencapai 198 orang dari kasus 2.273.

Dibalik ancaman, Covid-19 dinilai memiliki sejumlah sisi positif yang bermanfaat bagi kemajuan semua bangsa. Salah satunya adalah mendorong akselerasi atau percepatan dimanfaatkannya teknologi digital untuk berbagai aktifitas. Warga di sejumlah Negara maju sejak lama familiar dengan teknologi digital, bahkan telah membantu keberhasilan menekan laju penyebaran dan dampak covid-19. Singapura, Korea Selatan dan Jerman adalah contoh Negara dinilai sukses terkait upaya itu, dengan indikator persentase meninggal dari kasus positif kurang dari satu persen.

Di Singapura misalnya, status orang dalam pantauan, ODP yang masuk ke Singapura melalui laut, darat dan udara, nomor android ODP direkam secara digital, dan kemudian dapat dipantau posisi dan pergerakan bersangkutan melalui sebuah sistem aplikasi.

Keterbukaan informasi di Negara itu juga menjadi salah satu faktor penunjang kesuksesan menekan laju penyebaran dan dampaknya. Warga yang positif terpapar mudah diketahui melalui android terkait identitas sampai kepada alamat bersangkutan yang telah berbasis koordinat.

Dengan demikian warga lainnya lebih mudah untuk melaksanakan social dan physical distancing. Warga akan mengetahui dengan mudah tempat tinggal dari warga lainnya yang terinfeksi positif melalui androidnya.Korea Selatan dan Jerman juga memberlakukan hal yang mirip dengan Singapura.

Italia dan Spanyol serta Amerika Serikat adalah Negara dinilai kurang sukses menangani covid 19, meskipun penguasaan teknologi digital warganya selevel dengan Singapura, Jerman dan Korea Selatan. Persentase yang meninggal di atas 10 ribu orang atau sekitar 10 dari kasus positif, sedangkan rata-rata sekitar 5 persen. Pembeda antara Negara yang dinilai sukses dan kurang sukses itu lebih kepada tingkat kepatuhan dan kedisiplinan warganya.

Stay at Home dan Work From Home, di rumah saja dan bekerja dari rumah, bukan menjadi sulit bagi sejumlah Negara yang lebih awal familiar dengan digitalisasi. Bahkan Singapura akan menutup semua sekolah dan sebahagian besar perkantoran, kecuali terkait dengan pelayanan makanan, kesehatan dan terkait emergency mulai hari Selasa tanggal 7 April 2020 sampai dengan waktu belum ditentukan. Sejumlah guru akan mengajar siswanya melalui sejumlah aplikasi seperti Zoom yang lagi trending.

Indonesia meskipun relatif lambat masuk ke era digitalisasi untuk pengelolaan Pemerintahannya, covid 19 dipandang memicu akselerasi atau percepatan penggunaan teknologi digital. Komunikasi, koordinasi antara Pemerintah Pusat dan Daerah mau tidak mau harus dilakukan melalui vidio konfrense dengan menggunakan aplikasi seperti Zoom, Google Meet. Demikian pula komonukasi dan koordinasi antara Provinsi dan Kabupaten kota. Harapannya ke depan bisa berlanjut sampai komunikasi ke tingkat kelurahan, desa sampai ke Rukun Warga, RW dan Rukun Tetangga, RT. Demikian halnya dengan sistem perencanaan berbasis e-Planning dan sistem pembiayaan berbasis elektronik Budgetting ikut didorong segera dimulakan secara masif.

Anjuran stay at home dan work from home telah dimulakan di seluruh daerah. Konsekuensinya semua pejabat struktur diminta untuk bisa menggunakan aplikasi guna melaksanakan tusinya agar fungsi pelayanan, fasiltasi dan pembangunan tidak berhenti. Kesemua ini menjadi tantangan dan masalah tersendiri.

Dampak perubahan dari cara konvensional ke digitalisasi antara lain akan memangkas sejumlah anggaran perjalanan dinas, biaya rapat koordinasi serta biaya bintek dan pelatihan lainnya yang selama ini dipandang tidak efisien dan efektif. Kondisi ini yang membuat kadangkala belanja pegawai di satu daerah tertentu lebih tinggi dari belanja publik atau masyarakat.

Tuntutan digitalisasi juga sejalan dengan prioitas Presiden Joko Widodo dan wakilnya Mar’uf Amin berupa reformasi birokrasi melalui percepatan pelayanan dengan teknologi digital; Restrukturisasi organisasi serta Pemangkasan eselonisasi ; dan Mewujudkan program satu data Indonesia

Menguasai digitalisasi secara masif, diprediksi Negeri ini nantinya akan merivitalisasi sistemnya dari Pemerintahan yang menganut prinsip kaya struktur, tetapi miskin fungsi menjadi Pemerintahan miskin struktur tetapi kaya fungsi. Korea Selatan contoh Negara yang menerapkan Pemerintahan yang miskin struktur tetapi kaya fungsi. Jumlah Kementrian atau kembaga di Negara tersebut hanya sekitar 16 kementrian.

Karena itu prediksi ini menjadi warning bagi Aparatur Sipil Negara, ASN yang berjumlah 4.286.918 orang (30/6/2019). Saatnya sudah harus lebih fokus mempersiapkan kompetesinya untuk bisa menjadi bagian dari Pemerintahan miskin struktur dan kaya fungsi itu.

Kita semua berdoa dan berharap kiranya covid-19 segera berakhir dan kemudian bisa membangun negeri ini lebih siap dan lebih baik agar mampu menghadapi segala bentuk ancaman yang datangnya tidak dapat diprediksi. Karena itu kedepan negeri ini memerlukan sejumlah pemimpin yang inovatif, adaptif dan update agar selalu dapat menjadi sumber motivasi dan inspirasi warganya. Semoga.

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital