Sabtu, 5 September 2026
Opini  

Covid-19, Antara Kepatuhan dan Pendapatan

Oleh  Hasanuddin Atjo

Corona Virus Desease 2019, atau Covid-19, kini menjadi sangat disegani, sangat ditakuti karena daya bunuhnya teramat dasyat.

Mahluk kecil yang tidak terlihat kasat mata ini tidak kenal umur, tidak kenal status, dan tidak kenal wilayah. Kaya, miskin ; pejabat dan bukan pejabat; negara adidaya dan bukan adidaya semua diserangnya.

Update per tanggal 7 April 2020, covid-19 telah menyebar ke 211 dari 241 Negara dengan korban yang meninggal 62.955 orang  dari kasus 1.136.851. Dan secara Nasional meninggal 209 orang dari 2.491 kasus positif.

Beberapa Negara dinilai sukses menekan laju penyebaran virus ini maupun dampaknya. Namun ada juga yang dinilai kurang sukses. Jerman, Singapura dan Korea Selatan, contoh Negara yang sukses, karena angka kematiannya rendah (kurang dari satu persen). Sedangkan Italia, Spanyol dan Amerika Serikat contoh kurang sukses, karena angka kematian tinggi (kurang lebih 10 persen ) dari kasus positif.

Kepatuhan warganya dalam menerapkan Social dan Physical distancing, seperti tinggal di rumah saja, kerja dari rumah serta penerapan sanitasi dan asupan gizi yang sesuai, adalah menjadi kunci sukses Negara tersebut untuk memutus rantai penyebaran Covid-19 serta menekan dampaknya.

Patuh tetap di rumah, kerja dari rumah serta penerapan sanitasi dan asupan gizi yang sesuai dan cukup akan dipengaruhi oleh tiga faktor yaitu: Attitude atau perilaku; Tingkat Pendapatan serta; Penguasaan teknologi digital.

Tiga Negara sukses, disebabkan warganya patuh menjalankan SOP yang telah ditetapkan. Warga ketiga Negara tesebut punya attitude patuh, disiplin. Memiliki pendapatan lebih dan menguasi teknologi digital yang antara lain dipergunakan dalam belanja online sebagai regulasi pembatasan sosial.

Tiga Negara kurang sukses memiliki semua, kecuali terkait dengan attitude. Ketiga Negara itu cenderung kurang patuh dan disiplin terhadap anjuran dan penerapan SOP yang telah ditetapkan.

Bagaimana dengan Negeri ini, Indonesia. Sesungguhnya ketiga faktor itu juga dimiliki negeri ini, namun persoalannya kondisi tidak merata dengan tingkat ketimpangan yang tinggi.

Bagi yang berpendapatan tetap dan menguasai teknologi digital seperti ASN, pegawai swasta atau pengusaha tidak jadi soal. Kelompok ini bisa dipaksa patuh di rumah saja , bekerja dari rumah, bisa memesan makanan karena ada uang tabungan dan menguasai digital untuk belanja menggunakan aplikasi.

Yang bersoal adalah kelompok pekerja serabutan, kelompok berpendapatan harian. Mereka harus keluar rumah bekerja agar mampu membeli keperluan hidup sehari-hari, meskipun mereka juga menguasai dan familiar dengan teknologi digital. Artinya, pendapatan dan adanya tabungan warga sangat menentukan.

Itulah sebabnya salah satu pertimbangan Pemerintah dalam rangka penanggulangan Covid-19 adalah menerapkan PSBB, Pembatasan Sosial Berskala Besar, bukan memilih Lokcdown atau Karantina.

Bila lockdown yang dipilih, dikuatirkan dana Pemerintah yang tersedia tidak mencukupi kebutuhan, apalagi kalau berkepanjangan. Demikian pula suply pangan akan terganggu, karena stock pangan kita yang terbatas yang lebih disebabkan kemandirian dan ketahanan pangan negeri ini belum begitu bagus.

Pendapatan Perkapita Negeri ini baru sekitar $US 4.000 , jauh dibawah Jepang sekitar $US 43.500 , Korea Selatan $US 37.754 dan Singapura $US 65.233. Padahal 1945 Jepang baru saja kalah perang dari Sekutu, dan Korea Selatan baru merdeka dua hari lebih awal dari Indonesia yaitu 15 Agustus 1945. Sedangkan Singapura merdeka dari Malaysia di tahun 1965.

Pricewaterhousecoopers, PwC (2017), memprediksi bahwa sesungguhnya Indonesia di tahun 2045 dapat menjadi Negara maju berkekuatan ekonomi peringkat ke 5 dunia dengan total pendapatan $US 7 triliun dan pendapatan per kapita $US 23.000 per tahun atau setara (kurs 15 ribu) dengan 365 juta rupiah. Ini tentunya sebuah harapan yang harus diseriusi dengan menjadi tekad bersama.

Namun sebelum menuju ke sana, masih ada sejumlah tantangan menuju Indonesia hebat 2045, yang harus segera diselesaikan, kalau tidak mau terjatuh pada lubang yang sama.

Ketahanan pangan kita yaitu kemampuan menyediakan dan distribusi tergolong rendah. Berdasarkan data Global Food Security Indek (2019), bahwa Ketahanan Pangan Nasional berada di urutan ke 62 dari 113 Negara yang di ukur, dengan nilai indeks sekitar 62,6 dibawah Malaysia, Thailand dan Vietnam

Impor pangan dan energi kita di tahun 2019 relatif tinggi, meski ada penurunan dari tahun 2018.

Total impor 2019 per Desember 2019 mencapai $US14,50 miliar terdiri pangan $US 12,37 miliar dan sisanya energi. Nilai impor bawang putih saja mencaoai enam triliun rupiah per tahun.

Selanjutnya angka Kemiskinan, pengangguran dan disparitas atau ketimpangan masih tinggi, dan umumnya masalah ini berada di desa-desa. Data dari Indeks Desa Membangun, IDM tahun 2019 menunjukkan dari kurang lebih 78.000 desa, sekitar 40 persen berkategori sangat tertinggal dan tertinggal, hampir 45 persen berkembang, sisanya berstatus maju dan mandiri. Selanjutnya Dalam lima tahun terakhir (2015-2020) Pemerintah mengalokasikan dana desa sekitar 320 triliun rupiah dengan kecenderungan meningkat.

Karena itu dengan sumberdaya yang dimiliki kita berkeinginan kuat untuk (1) Menjadikan indonesia sebagai Negara hebat di tahun 2045; (2) Berkeinginan untuk melahirkan desa maju dan mandiri lebih banyak lagi agar warganya memiliki pendapatan tetap, memiliki uang tabungan, beratitude patuh dan menguasai teknologi digital.

Harapan dari semua ini bila ada ancaman yang berkemiripan, warga pasti lebih siap, untuk menghindar agar tidak masuk dan terperangkap pada lubang yang sama. Karena itu perlu cara-cara baru yang lebih baik dan lebih modern. Diperlukan sejumlah pemimpin di pusat dan daerah yang adaptif, inovatif, update serta inspiratif agar warganya bisa termotivasi, bersemangat untuk membangun negeri ini secara bersama-sama. Semoga. ***

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam