Minggu, 9 Agustus 2026
Agama  

Idul Fitri dan Pesan Cinta Di Balik Pandemik Corona

Nurkhairi. Foto: istimewa

Oleh Nurkhairi (Kemenag Kabupaten Buol)

Segala puji bagi Allah, yang telah menakdirkan kita menjumpai Hari Raya Idulfitri pada tahun 1441 Hijriyah ini. Walaupun suasana Ramadhan dan a Idulfitri yang kita jalani sangat berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya karena pandemik covid 19 yang melanda dunia. Dan nyaris memporak-porandakan semua sendi kehidupan manusia. Jangan sampai karena itu, menyebabkan rasa syukur kita kepada Allah berkurang adanya. Karena pastinya, apapun yang dikehendaki oleh Allah adalah demi kebaikan kita semata. Bukankah Allah telah menyapa kita melalui firman-Nya:

‘ . . . Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. QS. Al-Baqarah (2): 216).’

Tentu tidak pernah terbayang sebelumnya, bila kita berada dalam situasi sulit seperti saat sekarang ini. Gegap gempita setiap Ramadhan dan Idulfitri tiba. Kali ini, semuanya sunyi terasa, kegiatan berjamaah dikerjakan di rumah. Seakan-akan Allah sedang menutup pintu-pintu rumahnya nan suci. Mulai dari masjid, musholah, hingga Makkatul Mukarromah dan Madinatul Munawwaroh. “Ya Allah, ampuni kami jika ternyata Engkau sedang marah”.

Selama ini, banyak masjid terbangun megah, namun sepi dari shalat jamaah. Musholla bertebaran, namun sebagian besar berdebu dan terabaikan. Saat adzan dikumandangkan, tidak jarang justru menggerutu atau bahkan enggan memenuhi panggilan. Tarawih ramai namun hanya di awal Ramadhan. Ketika lebaran, silaturahmi berubah android yang menggantikan.

Kini, saat tak bebas lagi bersujud di rumah-rumah Allah yang suci. Tidak leluasa lagi bersilaturahmi dengan saling mengunjungi. Tak lagi diizinkan berkumpul banyak orang walau itu untuk pengajian. Diperkirakan covid 19 masih akan mengakibatkan terus bertambahnya nyawa berjatuhan. Diperparah dengan kondisi perekonomian yang memperihatinkan. Belum saatnyakah untuk bergegas bertaubat dengan penuh kesungguhan. Sembari bertanya melalui relung hati terdalam: “Apa gerangan pesan cinta yang ingin Allah  sampaikan?”

Melalui virus corona yang amat kecil sehingga tak terlihat mata. Namun menjadi ancaman umat manusia di dunia. Mungkin Allah sedang mengingatkan, bahwa kita adalah makhluknya yang lemah tak berdaya berhadapan dengan kuasa-Nya. Sekaligus memanggil kita dengan cara-Nya, agar menghampirinya dengan penuh penghambaan. Jika selama ini kita sering ingin ke surga sendirian. Ternyata, keluarga tidak boleh diabaikan. Harus diajak bersama dengan segala daya upaya meniti surga dengan memperbanyak beribadah kepada-Nya. Mewujudkan prinsip yang diajarkan oleh Baginda Nabi: ‘Rumahku adalah surgaku.’

Begitu lamanya kita tidak dapat beribadah di masjid-masjid-Nya. Tidak leluasa menjalin silaturahmi dengan sesama. Semoga nantinya menghadirkan kerinduan mendalam dan tekad kuat yang tak tergoyahkan. Untuk bersungguh-sungguh melakukan pertaubatan. Meningkatkan pengabdian penuh keikhlasan. Memakmurkan masjid-masjid yang telah sekian lama sunyi. Menjalin dan mempererat silaturahmi serta saling mengunjungi.

Bisa jadi melalui pandemik corona, Allah ingin menyadarkan kita. Bahwa Allah tidak ingin kita menjauhi dari-Nya. Karena kenyataannya kita akan menderita bila jauh dari-Nya. Dunia akan porak-poranda jika manusia tidak lagi peduli pada titah-Nya.

Begitu sayangnya Allah kepada kita, Dia memanggil kita melalui pesan cinta bernama corona yang dikirimkan-Nya. Allah rindu munajat kita yang diiringi dengan derai air mata. Allah rindu jerit tangis kita yang penuh harap pada cinta dan pertolongan dari-Nya. Walau hakekatnya, Allah tidak butuh apapun dari semua makhluk-Nya, termasuk dari kita manusia. Tetapi semuanya, lebih merupakan bukti betapa Allah sangat mencintai kita. Mari kita sambut dengan suka cita pesan cinta-Nya. Kita rengkuh benderang cahaya hidayah-Nya dengan sepenuh jiwa raga. Jangan pernah dilepas lagi hingga kelak kita menghadap-Nya dengan husnul khatimah. Semoga Ibadah puasa mengantarkan kita beroleh taqwa. Dan semoga Allah berkenan segera mengangkat wabah virus corona dari muka bumi, utamanya dari daerah dan negeri kita tercinta. Amin ya Rabbal Alamin.

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1441 H. Mohon maaf lahir dan batin.

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital