Sabtu, 5 September 2026
Opini  

Ecosophy

Kasman Jaya Saad. Foto: Istimewa

Oleh Kasman Jaya Saad

Ecosophy bukan tentang judul lagu atau tentang nama gadis tetangga sebelah rumah, namun tentang etika dalam merawat alam dan bumi yang lebih bersahabat. Di tengah pandemi covid-19 ini, kita memang diingatkan untuk lebih banyak bermuhasabah, melakukan introspeksi diri, akan perilaku kita terhadap alam, perilaku yang eksesif dan tidak ekologis. Pertumbuhan ekonomi menjadi segala-galanya sebagai indikator kemajuan, bukan sebagai salah satu aspek dari keseluruhan kehidupan yang begitu kaya, dan abai terhadap indikator kerusakan alam dan lingkungan hidup adalah kesalahan fatal yang mereduksi kehidupan manusia semata sebatas makna ekonomi. Itu sebab kita mengalami berbagai krisis lingkungan hidup hingga kini, tak berkesudahan. Kita selalu membiarkan alam merampas haknya dengan caranya sendiri, begitu analogi saya tentang krisis lingkungan hidup yang kita alami.
Tulisan ini terinspirasi dari diskusi webinar yang secara rutin saya ikuti, dilaksanakan oleh Lembaga PLH dan SDA MUI Indonesia lewat program Ecomesjidnya. Webinar yang secara rutin itu menghadirkan tokoh-tokoh pemerhati lingkungan hidup. Salah satunya adalah dosen senior ilmu kehutanan IPB Prof.Dr.Hadi S.Alikodra. Materi yang dibawakan adalah pendekatan ecosophy untuk penyelamatan bumi.
Adalah Arne Naess (1989), seorang filsuf Norwegia yang memperkenalkan tentang istilah ecosophy ini. Eco yang berarti rumah tangga dan sophy berarti kearifan, berarti ecosophy adalah kearifan hidup selaras dengan alam sebagai rumah tangga dalam arti luas, kearifan bagi manusia untuk hidup dalam keterkaitan dan ketergantungan satu sama lain dengan seluruh isi alam semesta sebagai sebuah rumah tangga. Jadi ecosophy adalah etika dan moral konservasi yang mengarahkan perilaku manusia mencintai alam, menghargai dan mencintai sesama makhluk sesuai dengan ajaran agama dan kepercayaannya. Berbeda dengan etika antroposentrisme yang banyak dipahami sekarang ini, yang meletakkan manusia sebagai penguasa alam ini, sehingga atas dasar demi pemenuhan kebutuhannya, manusia bisa berbuat apa saja terhadap alam. Cara pandang demikian melahirkan sikap dan perilaku yang eksploitatif, dan tanpa ampun merusak alam, karena alam dan makhluk lainnya dianggap tak mempunyai nilai pada diri sendiri.
Ecosophy sebagai sebuah gerakan, tidak semata berisi norma yang melihat alam semesta dan segala isinya bernilai pada dirinya sendiri, namun juga sebagai gaya hidup yang menekankan pada kehidupan yang sederhana tapi kaya makna dan bahagia. Gaya hidup yang menekankan pada kualitas kehidupan dan bukan semata pada standar kehidupan apalagi standar material. Dan ecosophy tidak semata mengatasi persoalan lingkungan secara teknis an sich, seperti dipahami etika antroposentrisme, namun diperlukan perubahan mendasar pada paradigma manusia tentang lingkungan dan perubahan sistem ekonomi, yang selama ini hanya mengejar aspek pertumbuhan, bila banyak sumber daya ekonomi yang dieksploitasi, akan semakin baik namun abai terhadap seberapa besar pencemaran dan kerusakan lingkungan yang terjadi. Itu sebab ecosophy melihat akar persoalan lingkungan hidup dalam suatu presfektif relasional yang lebih komprehensif dan holistik, karena aspek sosial dan manusia yang ada di dalamnya menjadi penting. Bagi Naess krisis lingkungan hidup sesungguhnya disebabkan faktor yang lebih fundamental, suatu sebab filosofis, dan oleh Prof.Alikodra krisis lingkungan disebutnya sebagai krisis moral dan krisis kehidupan. Faktor fundamental itu adalah kesalahan cara pandang manusia tentang dirinya, alam dan tempat manusia dalam alam. Olehnya diperlukan pembenahan menyangkut cara pandang dan perilaku manusia dalam berinteraksi baik dengan alam maupun dengan manusia lainnya dalam satu kesatuan ekosistem.
Penekanan etika ecosophy demikian itu, tentang perubahan pola dan gaya hidup, bagaimana manusia itu memuliakan, menghargai keseimbangan, damai dan cinta terhadap alam semesta. Manusia juga harus menghargai kearifan lokal, hilangkan sifat egois, konsumtif dan serakah. Perubahan gaya hidup ini sebenarnya bukan hal yang baru, hanya perlu penyadaran kembali, untuk mengembangkan kesadaran ekologis yang mengakui kesatuan, keterkaitan dan saling ketergantungan antar manusia, tumbuhan dan hewan di alam semesta ini. Kendati bukan hal yang baru, namun diperlukan tetap perubahan yang radikal dan diikuti perubahan mental, sikap, perilaku dan gaya hidup, baik sebagai individu maupun sebagai kelompok dalam masyarakat.
Perubahan itu memang tidaklah mudah, ditengah kepungan mentalitas konsumtif dan materialisme, serta ideologi developmentalisme yang begitu kuat. Butuh waktu yang lama dan energi yang besar, namun kita tidak boleh menyerah, diperlukan kepedulian dan gerakan bersama, terlebih perubahan politik dalam bentuk komitmen dan kebijakan berikut implementasinya. Ecosophy sebagai gerakan alternatif penyelamatan lingkungan hidup adalah pilihan yang menarik. Dan momentumnya sekarang. Bukan besok apalagi lusa, karena dimulai dari diri sendiri untuk mengubah pola dan gaya hidup untuk menjadikan alam (bumi) ini sebagai tempat yang nyaman bagi semua kehidupan.

*Penulis Dosen Unisa Palu

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam