Sabtu, 8 Agustus 2026
Palu  

BPBD Palu Tetap Buka Pendaftaran Calon Penerima Stimulan

Kepala Pelaksana BPBD Palu Singgih B Prasetyo. Foto: Hamdi/PE

PALU EKSPRES, PALU– Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Palu memastikan telah mengasesmen seluruh data penerima stimulan perbaikan rumah tahap 2 tahun 2020.

Dari jumlah 38.805 unit yang dilaporkan warga, hanya sekitar 65,74 persen yang berhasil ditemukan sesuai data dan alamat serta kelengkapan syarat lainnya.

Dana yang dipersiapkan untuk stimulan tahap 2 sebesar Rp780, 040 miliar lebih. Sejauh ini dana stimulan yg tersalur sejumlah Rp 329,790 miliar lebih. Masih tersisa sebesar kurang lebih Rp469,250 miliar lebih.

Terkait adanya sisa dana stimulan tahap 2 tersebut, Pemkot melalui BPBD Palu meminta, jika ada warga yang merasa belum terakomodir untuk penerima stimulan tahap 1 dan 2. Maupun dalam basis data stimulan tahap berikutnya, untuk segera melaporkan diri di kantor BPBD Palu.

“Jadi kita akan  akomodir sebagai data tambahan,” kata Kepala Pelaksanan BPBD Palu, Singgih B Prasetyo, Selasa (30/6/2020).

Singgih mengaku optimis dengan adanya sisa dana yang tidak tersalur pada tahap 2 tersebut, bisa dialihkan ke tahap berikutnya maupun data tambahan nanti.

“Kita tinggal menyesuaikan. Karena terhadap seluruh data yang ada pasti akan dilakukan asessmen untuk mengetahui kebenaran data penerima yang dilaporkan,” jelas Singgih.

Dia mengatakan, bagi warga yang ingin melaporkan rumahnya, untuk melampirkan KTP, kartu keluarga, dokumentasi kerusakan rumah serta dokumen kepemilikan rumah.

“Laporkan langsung di kantor BPBD Palu,” ujarnya.
Sebelumnya diberitakan, hasil asessmen lapangan yang dilakukan TP4D, tidak semua data kerusakan rumah sesuai dengan kondisi riil di lapangan yang dilaporkan.

Contohnya untuk kategori rumah rusak berat (RB). Dalam data tahap 2, jumlah rumah RB tercatat sebanyak 4.141 unit. Namun setelah dilakukan asessmen lapangan, ternyata hanya 715 diantaranya yang memenuhi syarat teknis dalam kategori rusak berat.

Selebihnya turun grade menjadi rusak sedang dan ringan. Bahkan tidak sedikit yang sama sekali tidak mengalami kerusakan. Proses asessmen sendiri sudah berjalan sekitar 3 bulan lebih.

Singgih mengatakan, angka 715 unit ini kemungkinan besar tidak lagi bertambah. Sebab, selama 1 bulan terakhir, asessmen terus dilakukan terhadap 4.141 unit RB. Namun tak ada lagi yang memenuhi syarat untuk kategori rusak berat.

Maka kemungkinan besar pula dana yang tersisa dari alokasi anggaran untuk stimulan rumah rusak berat tahap 2 akan dialihkan untuk membayarkan stimulan tahap 3 nanti.

“Kita optimis stimulan tahap 3 nanti bisa dicover dari sisa dana stiimulan tahap 2 tersebut,”paparnya.

Karena basis data kerusakan rumah yang tercatat di BPBD Palu untuk tahap 3 sebanyak kurang lebih 800an unit. Termasuk ketambahan data sebanyak kurang lebih 15 ribu.

Adapun jumlah total data penerima stimulan perbaikan rumah rusak tahap 2 tahun 2020 sebanyak 38.805 unit.

Hingga Jumat 26 Juni 2020 total dana stimulan yang tersalur sebesar Rp319,790 Miliar. Dari total anggaran sebesar Rp779,04 Miliar. Sehingga masih tersisa anggaran sebesar Rp469,25 Miliar.

Dengan rincian rumah rusak ringan sebanyak 18.974 unit.  SK dan buka rekening sebanyak 14.282 unit. Masuk rekening 13.388 unit. Realisasi anggaran sebesar Rp133,89 Miliar dari anggaran yang disiapkan Rp189,74 Miliar.

Rusak sedang sebanyak 15.690 unit. Buka rekening sebanyak 6.633 unit dan pencairan sebanyak 6.172 unit. Anggaran terserap sebesar Rp154,3 Miliar dari total anggaran Rp392,25 Miliar. Anggaran yang belum tersalur sebesar Rp237,95 Miliar.

Sedangkan rusak berat sebanyak 4.141 unit. Membuka rekening sebanyak 715 unit dan sudah dicarikan kepada   632 unit. Dengan realisasi anggaran sebesar Rp31,6 Miliar dari total Rp207,05 Miliar. Anggaran yang belum tersalur sebesar Rp175,45 Miliar. (mdi/palu ekspres)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital