Minggu, 9 Agustus 2026
Opini  

Model Kawasan Ideal Diimplementasikan Membangun Sulteng

Hasanuddin Atjo

Oleh Hasanuddin Atjo

Perjalanan Palu-Lampung akibat dampak Covid-19 menjadi semakin panjang dan lama. Tadinya hanya sekali transit di Jakarta tanpa harus menginap, kini menjadi dua kali yaitu di Makassar dan Jakarta. Ditambah lagi, harus menginap semalam di Jakarta disebabkan disconnected flight.

Seperti biasanya, karena waktu sangat “longgar”, maka sengaja saya menulis sebuah artikel yang terkait model pembangunan yang lagi trend dan populer di sejumlah negara maju maupun berkembang dalam mengembangkan ekonomi di wilayahnya, yaitu sebuah model pembangunan berbasis kawasan dan berorientasi ekosistem bisnis.

Pembangunan model kawasan dan berorientasi ekosistem bisnis antara lain bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan daya saing produk atau komoditas, karena dalam satu kawasan telah di rancang serta diintegrasikan semua kegiatan hulu dan hilirnya. Model seperti ini lagi populer dan telah banyak dilakukan di sejumlah negara seperti China, Thailand Singapura, Malaysia, dan Vietnam yang akhirnya membuat daya saing komoditas meningkat.

Sulawesi Tengah adalah sebuah wilayah yang potensial dan dinilai ideal untuk dikembangkan dengan pendekatan kawasan. Dikarenakan provinsi ini terdiri dari 12 kabupaten dan satu kota berada pada empat kawasan yaitu Selat Makassar, Teluk Tomini, Teluk Tolo dan Laut Sulawesi.

Kawasan Selat Makassar terdiri dari Kota Palu, Kabupaten Donggala, Sigi, sebagian Kabupaten Tolitoli. Laut Sulawesi terdiri dari sebagian Tolitoli, dan Kabupaten Buol . Selanjutnya teluk Tomini terdiri dari Parigi Moutong, Poso, Tojo Unauna dan sebagian Banggai. Dan terakhir adalah kawasan Teluk Tolo terdiri dari sebagian Banggai, Banggai Laut, Banggai Kepulauan, Morowali dan Morowali Utara.

Kabupaten dan kota yang berada di kawasan Selat Makassar dan Laut Sulawesi posisinya dinilai sangat strategis, karena berada di ALKI II, Alur Laut Kepulauan Indonesia. Dua kawasan ini ideal dikembangkan industri pangan; industri pariwisata; industri tambang galian C , serta penyedia SDM. Dan, nantinya antara lain berperan sebagai penyangga kebutuhan ibukota baru di Kaltim. Selain itu juga sekaligus berperan sebagai jembatan penghubung antara ibukota Negara yang baru dengan kawasan timur Indonesia (Maluku, dan Papua) melalui tol Tambu-Kasimbar di leher Pulau Sulawesi.

Keberadaan KEK Palu , Kawasan Ekonomi Khusus sesungguhnya sangat strategis dalam rangka menunjang industri pangan dan manufaktur lainnya. Namun KEK Palu masih dihadapkan kepada kendala penyediaan lahan dan infrastruktur dasar lainnya seperti air bersih dan listrik.

Selanjutnya kabupaten yang berada di Teluk Tomini dan Teluk Tolo miliki potensi yang lebih lengkap dan ideal mengembangkan industri pangan; industri pariwisata; industri gas, industri nikel termasuk pabrik baterai lithium serta penyedia SDM.
Adanya industri gas dan nikel ini membuat pertumbuhan ekonomi Sulteng pada tahun 2019 tertinggi secara Nasional, namun sifatnya belum inklusive karena tingginya kemiskinan dan ketimpangan.

Hasil pemetaan serta rancangan pengembangan model kawasan, tentu akan lebih memudahkan dalam memberi arah menyusun kebijakan oleh pemimpin daerah Gubernur, Bupati serta Wali Kota, agar masing- masing wilayah bisa tumbuh dan maju bersama secara efisien dan berkelanjutan karena direkat adanya rasa saling membutuhkan dan saling ketergantungan.

Model pembangunan seperti ini telah menjadi pola kebijakan nasional untuk program jangka panjang. Sehingga daerah yang memiliki desain seperti itu akan mendapat perhatian dan prioritas dari pemerintah pusat. Namun kesemua ini berpulang kepada pemimpin daerah apakah paham menyusun sebuah skenario dan berkomitmen untuk merealisasikan. Dan pada akhirnya kesemuanya bermuara dan berujung kepada pemilik hak usung dan pemilik hak suara dalam pesta demokrasi, Pilkada tahun 2020 apakah ingin ada sebuah perubahan. Semoga.

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital