Sabtu, 5 September 2026
Opini  

Beragama Tanpa Dogmatisme

Hayyun Nur. Foto: Istimewa

Oleh Hayyun Nur (Penghulu Kemenag Donggala dan Pemerhati  Sosial Keagaamaan)

Dogmatisme.  Ini salah satu perilaku beragama yang kerap menjadi problem.  Dihadapi oleh semua agama.  Tanpa kecuali di dalam Islam.  Perilaku dogmatis dalam beragama tampil dengan beragam wajah.  Suka memaksakan kehendak dan merasa paling benar, menjadi sebagian dari ragam wajah dogmatisme. Belum lagi sikap indoktrinatif. Juga kebiasaan mengikuti secara membabi buta pada patron intelektual. Pun peniscayaan pada pendapat yang harus serba seragam serta perilaku yang anti perbedaan pendapat. Semuanya menjadi borok empirik perilaku dogmatis dalam beragama.  Borok yang kini  kerap muncul bahkan ikut tersebar seiring covid-19.

Perilaku dogmatis memang tidak memberi ruang bagi perbedaan pendapat.   Keseragaman menjadi keniscayaan.  Semuanya harus serba seragam.   Mulai dari pola pikir. Tampilan busana dan gaya tidur.  Etiket menghadapi hidangan, tata cara beribadah hingga model rambut. Sampai gaya berjalan dan gerak bibir ketika tersenyum. Harus seragam.  Tak boleh berbeda.

Akibatnya,  tak jarang sikap dogmatis berujung pada  pemaksaan indokrinatif.  Itulah konsekwensinya.  Bila penyeragaman dan keseragaman menjadi keniscayaan. Dalam bentuk apapun.  Terlebih dalam beragama.   Ancaman-ancaman dan tindak kekerasan atas nama agama,  lalu menjadi  modus berikutnya. 

Padahal al-Qur’an menentang keras sikap dogmatis dalam beragama. Melalui al-Qur’an, jelas sekali bahwa Islam bukan saja tidak mengenal dogmatisme. Sebaliknya malah menentang segala bentuk pemaksaan dan penyeragaman. Dua  unsur pokok dari dogmatisme beragama.

Lebih dari itu, Islam sejak awal merupakan agama yang menjunjung tinggi dan menghargai perbedaan.  Sebab perbedaan tidak lain merupakan fitrah manusia.  Sementara al-Qur’an berkali-kali menegaskan bahwa Islam adalah agama fitra. Agama menjunjung tinggi kemanusiaan. Agama  yang kompatibel secara mutlak dengan karakter bawaan manusia.

“Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama Allah; (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada peubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui” (Rum 30:30)

Demikian al-Quran menggariskan pada kita. 

Itulah sebabnya, pemaksaan dalam beragama dan berkeyakinan.  Seperti yang tercermin dalam  praktek-praktek dogmatis itu,  sangat dilarang oleh Allah.

“Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. Karena itu barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui”. (al-Baqarah 2:256)

Sekali lagi Al-Quran menekanan pentingnya sikap terbuka dan anti dogmatisme. 

Pendeknya, Allah SWT saja yang Maha Kuasa dan Maha Berkehendak tidak pernah memaksa hambanya dalam beragama. Lalu apakah lagi kita pada sesama hamba.  Kita yang tak punya kuasa apa-apa kok malah kerap berbuat sebaliknya.

Merujuk pada teladan Rasulullah. Faktanya beliau tidak pernah melakukan suatu bentuk indoktrinasi pada umatnya.  Tak ada indoktrinasi agar kita umatnya harus mengkopipaste persis apa yang beliau pernah lakukan. Beliau hanya sebatas memberi contoh. Memberi teladan tanpa tendensi pemaksaan. Jangankan cara berpakaian, cara tidur, panjang rambut dan jenggot. Apalagi hanya cara makan dan tersenyum. Bahkan cara sholat pun  beliau hanya menggariskan :

 “Shalatlah  sebagaimana kalian melihat aku shalat”.

Tak pernah tercatat dalam sejarah beliau melakukan pelatihan khusus untuk melakukan penyeragaman tata cara shalat sedetil-detilnya. Sekedar kurang lebih saja. Kira-kira Sujud, Ruku, I’tidal, Takbiratul Ihram, ya kurang lebih begitu.   Seperti yang sehari-hari kita laksanakan. Kadang berbeda dalam hal-hal tak prinsip.  Seperti qunut dan tidak qunut.  Tarwih 20 rakaat dan 8 rakaat.  Serta hal bukan pokoknya lainnya.  Kesemuanya benar.  Tak ada yang salah.  Sebab semua memiliki dasar yang kuat pada teladan Rasulullah. 

Maka saatnya bagi kita. Saat ini juga.  Bersama-sama mengikis sikap dan perilaku dogmatis dalam beragama. Kita perlu mengembangkan suatu sikap beragama yang inklusif. Sikap terbuka dalam beragama.   Sehingga kita mampu melihat setiap perbedaan pendapat di antara umat, sebagai bagian dari fitrah kemanusiaan kita. Bukan malah laknat bagi peradaban. 

Tinggalkan sikap agresif. Hentikan perilaku kafir-mengkafirkan.  Jauhi kekerasan. sampaikan kebenaran dengan cara yang benar. Lagi bijak dan sepenuh kesantunan.   Dakeah bilhikmah wal mau’izah hasanah.***

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam