Sabtu, 8 Agustus 2026
Palu  

Pansus Padagimo Janji Perjuangkan Lahan Huntap Untuk Warga Petobo

Foto bersama Wali Kota Palu dan Pansus Padagimo DPRD Sulteng, Senin 27 Juli 2020 di Ruang Bantaya Kantor Wali Kota Palu. Foto: Istimewa.

PALU EKSPRES, PALU– Panitia Khusus (Pansus) bencana Palu, Donggala, Sigi, Parimo (Padagimo) DPRD Sulteng berjanji memperjuangkan penyediaan lahan Hunian Tetap (Huntap) bagi warga Kelurahan Petobo. Agar warga terdampak bencana bisa direlokasi tak jauh dari tanah mereka sebelumnya.

Lahan yang akan diperjuangkan itu seluas kurang lebih 115hektar. Lahan itu sebelumnya masuk dalam wilayah Kabupaten Sigi. Yang kemudian dilepaskan masuk ke Kota Palu. Atau area perbatasan Kelurahan Petobo dan Desa Ngatabaru Kabupaten Sigi.

Ketua Pansus Padagimo, Budi Luhur menjelaskan, pihaknya akan mengundang seluruh pemilik tanah yang menguasai lahan tersebut.

“Besok (Selasa red) akan kita tindaklanjuti. Mengundang seluruh pemilik tanah,”kata Budi Luhur, Senin 27 Juli 2020 di Kantor Wali Kota Palu.

Menurutnya berdasarkan informasi, ada sebanyak 700 kepala keluarga di Petobo yang terdampak bencana likuefaksi.

“Butuh sedikitnya 45hektar bagi 700 KK ini,”ujarnya.

Sebelumnya Pansus Padagimo menggelar rapat tertutup bersama Wali Kota Palu, BP2W Sulteng dan BPN Palu, di ruang Bantaya Kantor Wali Kota Palu.

“Kita ingin menggali informasi dari BPN. Supaya tidak bias, rapat kami gelar tertutup,”tandasnya.

Sementara itu Wali Kota Palu Hidayat menjelaskan, Pemkot Palu dan Pemda Sigi telah bersepakat menggeser sejauh 800 meter wilayah Sigi masuk ke wilayah Palu. Dari pergeseran itu ditemukan lahan seluas 115hektar

“115 hektar itu awalnya diharap menjadi penyediaan lahan Huntap bagi warga Petobo. Tapi ternyata ada 210 pemilik sertifikat di lahan itu,”ungkap Hidayat.

Hanya sekitar 34 hektar diantaranya urai Hidayat yang belum bersertifikat atau lahan bebas.

“Makanya ini yang akan diperjuangkan bersama-sama Pansus Padagimo DPRD Sulteng,”kata Hidayat.

Bersama Pansus dan BPN lanjutnya, lahan yang belum bersertifikat itu akan diperjuangkan sesuai prosedur hukum yang berlaku. Sambil berupaya membangun komunikasi dengan para pemilik sertifikat hak milik (SHM) di lahan dimaksud.

“Kami berharap Pansus juga bisa melobi pemilik lahan agar mereka bisa berbaik hati memberi sebagian tanahnya untuk kepentingan Huntap warga Petobo ini,”demikian Hidayat. (mdi/palu ekspres)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital