Minggu, 9 Agustus 2026
Palu  

Majelis Adat Nyatakan Mendukung Program Pemkot Palu

Wali Kota Palu Hidayat mengukuhkan pengurus majelis adat tingkat kecamatan se Kota Palu, Jumat 14 Agustus 2020 di millenium water park. Foto: Hamdi Anwar/PE

PALU EKSPRES, PALU– Majelis adat tingkat kecamatan se Kota Palu menyatakan sikap mendukung sepenuhnya program dan kerja nyata Pemkot Palu yang dilaksanakan Wali Kota Palu Hidayat dan jajarannya.

Pernyataan sikap ini disampaikan setelah pengurus majelis periode 2020-2025 dikukuhkan, Jumat 14 Agustus 2020 di Milenium Water Park Palu.

Taufik Umar dari Majelis Adat Kecamatan Palu Utara, mewakili seluruh pengurus mengatakan, Wali Kota Palu telah menunjukkan keberhasilan dalam membangun infrastruktur kota.

Kemudian kata Taufik, wali kota juga berhasil merangkul serta menggelorakan semangat persatuan lintas agama dan etnis. Pengembangan ekonomi masyarakat hingga mempercepat penyediaan Hunian Tetap (Huntap) bagi penyintas bencana.

“Kami menilai wali kota cepat dalam menyediakan lahan dan rumah layak huni bagi korban bencana,” kata Taufik.

Berkaitan dengan pelantikan pengurus, Taufik berharap para pengurus dapat melihat masalah-masalah urgensi kemasyarakatan yang perlu diselesaikan di masa mendatang.

“Lihat potensi, apa yang perlu dilakukan agar majelis dapat berjalan sesuai rencana,” ujarnya.

Adapun struktur pengurus majelis adat kecamatan antara lain, balengga nuada, wakele balengga nuada, pouki nuada, wakele pouki nuada, polisa dan pila-pila nuada.

Untuk pila-pila nuada beranggotakan 4 pila-pila. Yakni pila-pila keadatan, peradilan, kelembagaan dan pola-pola pengkaderan.

Khusus untuk majelis adat Kecamatan Tawaeli, pila-pila nuada beranggotakan 5 pila-pila. Bertambah pila-pila pabisara.

Wali Kota Palu Hidayat dalam sambutannya mengatakan, majelis adat memiliki payung hukum Peraturan Daerah (Perda) Nomor 9 Tahun 2016 tentang Kelembagaan Adat.

“Jadi tidak lahir secepat itu. Sudah dikaji berbagai makna lembaga adatnya selama 3 tahun,”katanya.

Menurutnya masyarakat Kaili adalah masyarakat yang menjunjung tinggi nilai-nilai kekeluargaan, toleransi dan kegotong royongan.

“Tugas lembaga adat ini menjaga 3 nilai ini dari kehidupan masyarakat. Karena 3 nilai ini mulai tergerus. 3 nilai itu adalah akar dari nilai budaya bangsa yang terangkum dalam dasar negara Pancasila,”demikian Hidayat. (mdi/palu ekspres)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital